Republik Solandria mulai melalui proses pembentukannya pada 13 Desember 2025, dan secara resmi dideklarasikan berdiri pada 1 Januari 2025 oleh empat pihak mikronasi federal yang dikenal sebagai Mikronasi Versi Tradisional, yaitu bentuk mikronasi yang berada di dalam struktur Mikronasi Solandria itu sendiri.
Adapun keempat pihak pendiri utama tersebut adalah sebagai berikut:
SIPILY — Sebuah Mikronasi Konfederasi yang telah berdiri sejak 28 November 2023, dan menjadi fondasi awal terbentuknya sistem federatif Solandria.
Islamic Government National (IGN) — Sebuah Mikronasi Kapitalisme yang merupakan Tramikronasional yang telah berdiri sejak 2 Desember 2023.
Imperium Roma (IR) — Sebuah Mikronasi Nasionalisme yang berdiri secara mandiri setelah melepaskan diri dari administrasi aliansi Liga Organisasi Bangsa (LOB), yang kala itu berfungsi sebagai entitas pelindung, sejak Januari 2024.
Liga Organisasi Bangsa (LOB) — Sebuah Aliansi Federal yang menaungi ketiga mikronasi sebelumnya dan bertugas untuk menjaga kesejahteraan anggota atau ketiga mikronasi tersebut terbentuk pada 3 Mei 2024.
Sipily
Islamic Goverment National
Imperium Roma
Liga organisasi Bangsa
Pembentukan Republik Solandria tidak terlepas dari peran penting beberapa tokoh pendiri yang memberikan kontribusi besar dalam membangun fondasi pemerintahan, ekonomi, dan struktur nasional. Tokoh-tokoh tersebut antara lain:
Hafidzul Rasyid
Merupakan Ketua Divisi ke-1 dan ke-3 di SIPILY, serta Kepala Mikronasional Republik Solandria pertama yang secara resmi diakui oleh seluruh anggota Solandria.
Dikenal dengan gelar “Kareer Pemimpin Terbaik” di Mikronasi Tradisional dan “Revolusioner” di Mikronasional Solandria, karena seluruh ide pembentukan, rancangan sistem pemerintahan, dan struktur awal Republik Solandria berasal dari beliau.
Muhammad Langit Affan Ramadan
Merupakan Ketua di Islamic Government National (IGN) sekaligus Menteri Keuangan pertama Republik Solandria.
Diakui sebagai pemberi dukungan finansial utama dalam proses pembangunan awal Republik Solandria, serta menjabat sebagai Ketua BDPP (Bantuan Dana untuk Proses Pemerintahan).
Faris Mubarak
Merupakan Ketua Divisi ke-3 di Liga Organisasi Bangsa (LOB) dan Menteri Militer pertama Republik Solandria.
Dikenal atas kontribusinya dalam pengembangan sektor industri dan produksi, yang berperan penting dalam memperkuat perekonomian dan kemandirian nasional Solandria.
Mirza Fahlevi
Merupakan mantan Ketua Imperium Colonial (pada masa perlindungan di bawah LOB) dan kemudian Ketua Imperium Roma (IR) setelah memperoleh kedaulatan de facto.
Diakui sebagai pendukung utama dalam berbagai bidang pembangunan Republik Solandria, serta menjadi calon Ketua Mentor Nasional.
Syafiq Muayyad, Muhammad Alif Al-Azzam, dan tokoh-tokoh lainnya
Berperan penting dalam pemberian dukungan politik dan pengakuan resmi terhadap berdirinya Republik Solandria sebagai entitas mikronasi yang berdaulat.
Bendera Republik Solandria dirancang oleh Hafidzul Rasyid, dengan komposisi warna Merah dan Kuning, serta Bintang Putih di bagian tengah.
Bendera ini mencerminkan nilai-nilai utama yang menjadi dasar berdirinya Republik Solandria.
Makna dari setiap unsur adalah sebagai berikut:
Merah melambangkan semangat, keberanian, dan perjuangan rakyat Solandria dalam menegakkan keadilan dan solidaritas nasional.
Kuning menggambarkan kemakmuran, kejayaan, dan harapan akan kesejahteraan yang abadi.
Bintang Putih melambangkan harapan yang cerah dan persatuan seluruh rakyat Solandria dalam mencapai cita-cita bersama sebagai satu bangsa yang berdaulat.
Solandria berasal dari gabungan dua kata, yaitu “Sol” yang berarti Cahaya Matahari, dan “Andria” yang melambangkan Api Semangat dan Harapan.
Nama ini mengandung makna filosofis yang mendalam, yaitu:
“Cahaya Api yang terus bersinar demi meraih tujuan yang diimpikan.”
Makna tersebut mencerminkan semangat abadi, tekad kuat, dan harapan yang menyala di setiap jiwa rakyat Republik Solandria untuk terus maju membangun bangsa yang adil, mandiri, dan bersatu.
Sebagaimana matahari yang tak pernah padam, Solandria berdiri sebagai simbol keteguhan, persatuan, dan cahaya harapan bagi seluruh anggotanya.