Heat exchanger adalah perangkat yang mentransfer panas antara dua fluida. Fluida-fluida ini bisa berupa gas, cairan, atau kombinasi keduanya. Transfer panas dapat terjadi melalui konduksi, konveksi, atau radiasi.
Aplikasi umum heat exchanger:
Pembangkit listrik: Memanaskan atau mendinginkan fluida kerja.
Penyejuk udara dan pendingin: Mentransfer panas antara lingkungan dalam dan luar ruangan.
Proses kimia: Memanaskan atau mendinginkan reaktan atau produk.
Industri otomotif: Mendinginkan mesin dan fluida transmisi.
Jenis-jenis heat exchanger:
Shell-and-tube: Jenis umum di mana satu fluida mengalir melalui tabung di dalam selubung yang berisi fluida lainnya.
Plate-and-frame: Terdiri dari serangkaian pelat bergelombang yang ditumpuk bersama dengan gasket untuk menciptakan saluran aliran fluida.
Finned-tube: Tabung dengan sirip yang terpasang untuk meningkatkan luas permukaan untuk transfer panas.
Double-pipe: Jenis sederhana dengan dua pipa konsentris.
Faktor-faktor yang mempengaruhi kinerja heat exchanger:
Sifat fluida: Viskositas, densitas, panas spesifik, dan konduktivitas termal.
Laju aliran: Volume fluida yang melewati exchanger per satuan waktu.
Perbedaan suhu: Perbedaan antara suhu kedua fluida.
Koefisien transfer panas: Ukuran seberapa efisien panas ditransfer antara fluida dan exchanger.