Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) Jawa Barat adalah rangkaian kegiatan puncak revitalisasi bahasa daerah (bahasa Sunda) yang bertujuan menumbuhkan cinta budaya sejak dini bagi siswa SD/SMP. Ajang tahunan ini menampilkan pasanggiri (lomba) seperti mendongeng, biantara, nembang pupuh, dan aksara Sunda.
Tujuh Mata Lomba/Pasanggiri Utama FTBI Jawa Barat:
Ngadongeng: Bercerita bahasa Sunda.
Biantara: Pidato bahasa Sunda.
Maca Sajak: Membaca puisi bahasa Sunda.
Nembang Pupuh: Menyanyikan lagu tradisional Sunda.
Ngarang Carpon: Mengarang cerita pendek.
Maca jeung Nulis Aksara Sunda: Membaca dan menulis aksara Sunda.
Bodor Sorangan/Borangan: Komedi tunggal bahasa Sunda.
Lomba Ngadongeng (Mendongeng) dalam Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) jenjang SD adalah kompetisi bercerita menggunakan bahasa daerah (seperti bahasa Sunda) secara ekspresif, yang bertujuan melestarikan budaya lokal. Lomba ini terbagi menjadi kategori putra dan putri, menuntut peserta menyampaikan cerita tradisional dengan vokal, intonasi, dan akting yang menarik
Gambar Ilustrasi Google
Lomba Biantara (pidato bahasa Sunda) pada Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) tingkat SD adalah ajang bergengsi untuk melestarikan budaya lokal. Lomba ini menilai kemampuan siswa berpidato dengan lentong (intonasi) dan tatakrama bahasa Sunda yang baik, terbagi kategori putra/putri, dan dilakukan berjenjang dari sekolah hingga tingkat provinsi.
Gambar Ilustrasi Google
Lomba Maca Sajak (Membaca Puisi Bahasa Sunda) merupakan salah satu cabang penting dalam Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) untuk jenjang SD, yang bertujuan melestarikan bahasa dan sastra Sunda. Kompetisi ini biasanya diadakan sebagai bentuk pasanggiri (lomba) tingkat provinsi (seperti di Jawa Barat) untuk menampilkan kemampuan peserta didik dalam vokal, penghayatan, dan ekspresi sajak.
Gambar Ilustrasi Google
Lomba Nembang Pupuh pada Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) jenjang SD merupakan bagian dari tujuh mata lomba pasanggiri bahasa Sunda. Lomba ini menuntut peserta menyanyikan pupuh (puisi tradisional Sunda) dengan teknik nembang yang benar sesuai watek dan aturan gurupangkur/gurulagu. FTBI bertujuan melestarikan bahasa dan sastra daerah.
Gambar Ilustrasi Google
Lomba Maca & Nulis Aksara Sunda FTBI (Festival Tunas Bahasa Ibu) jenjang SD merupakan ajang pelestarian budaya yang menguji keterampilan siswa dalam membaca dan menulis Aksara Sunda (swara & ngalagena) dengan benar
Gambar Ilustrasi Google
Lomba Ngarang Carpon (Cerita Pendek) pada Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) jenjang SD adalah ajang kreatif menulis cerita fiksi berbahasa Sunda berdasarkan rangsangan visual. Siswa dituntut menyusun cerita orisinal dengan tema yang ditentukan, memperhatikan kaidah ejaan, struktur, serta nilai moral dalam waktu yang telah ditetapkan.
Gambar Ilustrasi Google
Lomba Ngabodor Sorangan (stand-up comedy Sunda) dalam FTBI (Festival Tunas Bahasa Ibu) SD adalah kompetisi bercerita lucu tunggal menggunakan bahasa Sunda. Peserta dituntut kreatif, lucu, dan percaya diri menampilkan komedi tunggal, seringkali diselenggarakan untuk putra dan putri tingkat SD.
Gambar Ilustrasi Google