Festival Lomba Seni dan Sastra Siswa Nasional (FLS3N) memberikan ruang bagi siswa untuk mengeksplorasi, mengembangkan, dan menyalurkan bakat seni yang mereka miliki. Ajang ini menjadi sarana strategis untuk menumbuhkan kecintaan terhadap seni budaya, membangun karakter generasi muda yang kreatif, berprestasi, dan berdaya saing. Untuk itu, Panduan Teknis Pelaksanaan Festival Lomba Seni dan Sastra Siswa Nasional (FLS3N) 2025 disusun sebagai acuan pelaksanaan kegiatan ini, sehingga dapat berjalan secara terstandar, bermutu, transparan, dan akuntabel.
Lomba Menyanyi Solo bagi Siswa Sekolah Dasar (SD) adalah ajang kompetisi vokal individu bagi siswa SD (kelas 4-6) untuk mengasah bakat seni suara, teknik vokal, dan kepercayaan diri. Peserta menyanyikan lagu wajib dan pilihan dengan iringan musik sendiri, yang dinilai berdasarkan materi suara, teknik, penghayatan, dan penampilan.
Gambar Ilustrasi dari Google
Lomba gambar berekspresi adalah kompetisi seni rupa yang membebaskan peserta membuat karya berdasarkan imajinasi, perasaan, dan interpretasi pribadi, bukan sekadar meniru objek nyata. Peserta didorong menonjolkan kekuatan objek melalui goresan spontan, warna emosional, dan kreativitas mandiri
Gambar Ilustrasi dari Google
Lomba Seni Tari adalah ajang kompetisi pertunjukan gerak tubuh berirama yang bertujuan mengekspresikan seni, kreativitas, dan budaya. Kegiatan ini berfungsi sebagai media edukasi, pelestarian budaya tradisional, serta wadah generasi muda untuk menumbuhkan rasa percaya diri dan cinta kearifan lokal
Gambar Ilustrasi dari Google
Lomba Pantomim adalah kompetisi seni pertunjukan imajinatif yang berfokus pada teknik olah tubuh, ekspresi wajah, dan gestur tanpa kata-kata untuk menyampaikan cerita
Gambar Ilustrasi dari Google
Lomba Kriya Anyam adalah kompetisi seni kerajinan tangan yang menuntut peserta, seringkali siswa sekolah, untuk menciptakan karya 3 dimensi fungsional atau hias dengan teknik menjalin, menyilangkan, dan menumpuk bahan (seperti bambu, rotan, kertas koran, atau bahan daur ulang) menjadi pola tertentu. Lomba ini fokus pada kreativitas, keterampilan tangan, dan pelestarian budaya.
Gambar Ilustrasi dari Google
Lomba Mendongeng adalah kompetisi bercerita lisan (tanpa teks) yang bertujuan mengasah kreativitas, kepercayaan diri, dan kemampuan bahasa, sekaligus menyampaikan pesan moral atau kearifan lokal. Peserta biasanya membawakan fabel, legenda, atau cerita rakyat dengan ekspresi dan vokal yang menarik dalam durasi tertentu
Gambar Ilustrasi dari Google
Lomba Menulis Cerita adalah kompetisi literasi untuk menciptakan cerita (fiksi/nonfiksi) berdasarkan tema dan ketentuan tertentu, bertujuan mengembangkan kreativitas, imajinasi, dan kemampuan naratif peserta. Ajang ini umum diikuti pelajar hingga umum, sering kali menuntut keaslian karya (orisinalitas) dan sering berakhir dengan penerbitan antologi.
Gambar Ilustrasi dari Google