Menjadi perusahaan agribisnis berbasis tebu yang unggul dan berdaya saing di tingkat global.
Memberikan nilai tambah (value creation) bagi segenap stakeholders;
Menghasilkan produk perkebunan yang bernilai tambah serta berorientasi kepada konsumen;
Mendukung program Pemerintah dalam usaha mencapai swasembada gula nasional;
Membentuk kapabilitas proses kerja yang unggul (operational excellence) melalui perbaikan dan inovasi berkelanjutan dengan tatakelola perusahaan yang baik;
Mengembangkan kapabilitas organisasi, teknologi informasi dan SDM yang prima;
Melakukan optimalisasi pemanfaatan aset untuk memberikan imbal hasil terbaik bagi pemegang saham;
Meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan menjaga kelestarian lingkungan untuk kebaikan generasi masa depan.
Sejarah perusahaan diawali dengan proses pengambilahan perusahaan-perusahaan milik Belanda oleh Pemerintah RI yang dikenal sebagai proses nasionalisasi perusahaan perkebunan asing menjadi Perseroan Perkebunan Negara (PPN)
Penggabungan BUMN Perkebunan berdasarkan wilayah kerja, meliputi PTP III, PTP IV, dan PTP V menjadi PTPN III (Persero)
Pembentukan PT Sinergi Gula Nusantara merupakan satu dari 88 program Kementrian BUMN 2020-2023 dengan cita-cita swasembada gula konsumsi dan mengembalikan kejayaan industri gula Indonesia
Peresmian PT Sinergi Gula Nusantara
PT Sinergi Gula Nusantara (SGN) sebagai cangkang berdiri pada 17 Agustus 2021
Target PT Sinergi Gula Nusantara
Pada tahun 2024, produksi Gula Kristal Putih (GKP) mencapai 1,8 juta ton sehingga Indonesia bisa mencapai swasembada gula konsumsi
Ektensifikasi lahan luas 248 ribu ha (TS 85 & TR 163, incl perhutani 37 ribu ha
Produktivitas tebu 84 ton/ha dan rendemen 8,6%
Peningkatan kesejahteraan petani tebu melalui kenaikan SHU Petani sekitas Rp 21,2 juta/ha
Estimasi Capex sebesar Rp 18 triliun