Sumber : Sriwijaya Post ( 22 Oktober 2007 )
Program Pertama di Indonesia
Warga Muba Makin cepat Menikmati Listrik
KERJA SAMA jual – beli listrik system curah yang dibangun PT PLN dengan BUMD milik Pemkab Muba, PT Muba Elektrik Power (MEP), telah membuat masalah kesulitan listrik di Muba tinggal masa lalu. Ibaratnya zaman kegalapan bakal sirna.
Dimasa mendatang warga tak perlu kesal dan susah lagi untuk mendapatkan layanan pemasangan listrik di rumah-rumah mereka. MoU yang diatur antara Pemkab Muba dan PLN WS2JB tersebut memungkinkan pembangunan jaringan listrik hingga ke pelosok muba.
Mekanisme listrik sistem curah adalah MEP menjual kepada PLN lantas PLN menjual lagi ke MEP untuk seterusnya BUMD milik Muba ini yang malayani pemasangan listrik ke warga. Artinya keperluan listrik warga muba akan lebih cepat teratasi, murah dan ada dimana-mana. Saat ini PT MEP sudah melayani pemasangan listrik di seluruh kecematan Muba.
Direktur PT MEP meyakinkan bahwa teritung tahun 2008 semua desa di Muba sudah terlistriki. Sebab, perjanjian lisrtik sistem curah ini memberikan hak penuh kepada BUMD Muba yaitu PT MEP untuk penjualan listrik ke pelanggan.
Inilah salah satu dari puluhan kebijakan Alex Noerdin yang tak pernah berhenti berhenti bermotivasi untuk menyejahterakan rakyatnya. Penekanan Kerjasama juga menandai beroperasinya listrik, di tiga desa yaitu Pengaturan, Pinggap, dan Tanjung Agung Utara. Tiga desa ini adalah bagian sekitar 20 persen desa yang belum teraliri listrik di Muba. Sedangkan sisanya yaitu 80 persen desanya sudah menikmati sejak 2006 lalu.
Dalam sambutannya usai Penandatanganan kerja sama Alex Noerdin mengatakan bahwa selama ini dirinya sering mendengar keluhan warga soal listrik, terutama sulitnya mendapat aliran listrik di negara. Namun karena hak monopoli penjualan listrik selama ini dipegang PLN maka dirinya mengaku harus mengambil beberapa kebijakan seperti pembangunan listrik PLTD di Lalan.
“Saya tahu masyarakat sangat mendambakan listrik dan mungkin sudah kesal. Tetapi saya bisa jamin itu akan jadi masa lalu sebab saat ini kita sudah punya wewenang membangun jaringan dan menjual listrik langsung ke warga. Jadi kalua ada keluhan saya langsung bisa minta MEP terjun dan membereskan.” ujar Alex.
Lewat kerja sama listrik sistem curah ini, Alex meyakini bahwa warga Muba tidak akan lagi susah. Malah dirinya memastikan hingga tahun-tahun berikutnya tidak saja pemasangan listrik ke pelanggan yang terpenuhi melainkan juga terjamin dan murah. Selain itu Alex kini sedang mengupayakan pembangunan sejumlah pembangkit listrik mulut tambang yang berbahan bakar batubara untuk dijual keluar Muba seperti Semenanjung Malayan dan sekitarnya.
“Kita akan berikan pasokan listrik maksimal kepada warga dan Sebagian kita akan jual keluar Muba hasilnya untuk kamakmuran warga.” Tegasnya.
Sementara itu Dodoh Rahmat GM WS2JB mengaku sangat terbantu dengan inisiatif pemkab Muba membangun jaringan dan pembangkit listrik PLTD di Lalan pada tahun 2006 di tahun ini 100 persen terpenuhi. “saya sangat hormat dan kagum kepada Alex Noerdin atas terobosan ini. Sebab Muba tahu persis kendala kami berkait pemasangan jaringan. Kami tak ada dana membangun jaringan secara bersamaan dan Muba bersedia membangunnya hingga menyalurkannya ke pelanggan, nah inikan sangat fositif.” terang Dodoh Rahmat, berapi-api.
Yang menjadikan kerja sama ini sangat bernilai karena baru pertama kali ini PT PLN menjalani kerja sama dengan Perusahaan BUMD seperti PT MEP. Makannya, tambah Dodo, karena ini menjadi yang pertama di Indonesia jadi tentu harus di beri apresiasi lebih. Memang banyak yang menawarkan kerja sama tetapi tidak seperti muba yang lebih berani dan lengkap yaitu membangun jaringan hingga pembangkit listrinya.
Menurut Dodoh apa yang bakal terjadi kedepan lewat kerja sama ini adalah pelayanan yang sangat cepat kepada warga, khususnya di Muba. Sebab MEP sebagai BUMD akan membangun aesuai keperluan warga. Denagan posisinya sebagai BUMD, MEP akan tahu persis daerah-daerah mana yang harus di listriki berdasarkan hitungan pelayanan masyarakat.
Hal tersebut juga ditanggapi sangat antusias sekitar 50 orang warga desa pengaturan dan pinggap yang turut hadir di acara penekanan kerja sama warga yang saat ini tercatat sebagai pelanggan tersebut mengaku sangat puas dengan layanan yang kini telah masuk ke rumah mereka.
“Tak ada yang membuat perasaan kami lega kecuali terangnya rumah kami oleh listrik yang di usahakan Pemkab Muba, ujar Syukuar Kades pengaturan.
Muba Melakukan yang Tak Bisa Dilakukan PLN
Statement dari Dodoh rahmat GM PLN WS2JB
INI luar biasa, sebab kerja samanya komplet. Mulai dari jaringan, pembangkit mini, hingga distribusi. Dan kerja sama PLN dengan BUMD seperti ini baru pertama kali di Indonesia. Saya sangat hormat dan kagum dengan Alex Noerdin. Sebab saat kami menawarkan kerja sama listrik sistem curah, langsung direspons dan direalisasikan. Malah kami ditawari perlu apa, kurang apa, nanti semuanya akan di talangi Pemkab Muba. Terus-terang selama ini PLN memang masih terkandala soal jaringan. Dan kerja sama ini terwujud salah satunya karena Muba bersedia membangun jaringan yang tidak bisa kami lakukan. Semoga semua pihak merasa senang, ya warga, ya Muba, ya PLN. Dan jujur saja visi PLN 2020 yang berbunyi 100 persen warga terlayani tak bakal terwujud tanpa bantuan pemerintah daerah seperti Muba. Sekali lagi terima kasih dan selamat menikmati listrik bagi warga muba.
Perlu Didukung
Statement dari Effendi Simbolon, Anggota Komisi VII F-PDIP
TEROBOSAN yang dilakukan Pemkab Musi Banyuasin menyediakan listrik murah untuk masyarakat sebenarnya sangat bagus, namun Pemkab Muba mesti menyinkronkan proyek tersebut dengan PLN, khususnya listrik masuk desa. Karena dalam UU kelistrikan memang PLN-lah yang diberi kewewenang untuk menangani penyediaan listrik. Tentu saja langkah dan kebijakan Pemkab Muba ini perlu di dikung, apalagi memang tujuannya untuk menyejahterakan warga melalui listrik murah. Namun soal tarif listrik itu kan yang menentukan pemerintah pusat. Tinggal di carikan saja bagaimana formula yang ada, sehingga kebijakan pemerintah pusat dan daerah soal penyediaan tenaga listrik ini bisa menjangkau masyarakat miskin, sehingga mereka juga bisa menikmati listrik.
Krisis listrik yang selama ini terjadi, itu disebabkan pemerintah tak memiliki energi yang cukup. Karena itu, kalua Muba memiliki kekayaan energi memang sebaiknya rakyat setempat disejahterakan lebih dahulu.
Terobosan Baru
Statement dari Fabbi Tumiwa, Institute For Essential Service Reform (IESR) Pengamat Energi Kelistrikan.
LANGKAH Pemkab Musi Banyuasin itu bagus sekali, menyediakan listrik murah buat masyarakat, Pemkab Muba bisa membangun Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD). Tapi agar tidak mubazir, sebaiknya operasionalnya dilakukan melalui pembentukan BUMD yang bekerja sama dengan PT PLN. Sehingga dari aspek ekonomi Pemkab Muba juga tidak merasa rugi dalam jangka panjang. Karena kalau tak di antisipasi, biaya operasional PLTD bisa menguras dana APBD.
Namun kebijakan Pemkab Muba tampaknya bisa meniru PLN Tarakan dan PLN Batam. Listrik murah buat masyarakat memang menjadi impian, tapi Pemkab Muba mencoba mencari terobosan baru dengan membangun jaringan PLN ke pelosok desa yang selama ini tak dijangkau PLN.
Disamping itu, Pemkab Muba disarankan membuat skema pembiayaan yang sama-sama bisa menguntungkan dalam jangka panjang antara BUMD dan PLN.
Mematahkan Kendala Monopoli Listrik
Statement dari Marwan Saragih, Direktur PT. Muba Elektrik Power (MEP)
DENGAN adanya kerja sama ini, kami sangat senang karena BUMD bisa melakukan penjualan langsung ke warga. Artinya jika saat ini warga belum bisa menikmati listrik akibat kendala monopoli listrik oleh PLN, maka hal itu tidak terjadi lagi. Dengan kerja sama ini, kami PT MEP berhak melistriki seluruh warga di Muba ini dimana pun berada. Artinya setiap keluhan warga soal sambungan listrik bisa kita tangani dengan cepat sebab kita memang diberi wewenang. Tahun 2007 dan 2008 ini anakan dibangun pembangkit listrik mulut tambang berbasis batubara untuk melistriki desa sekitar penghasil batubara. Namun untuk daerah lais dan sekitarnya sampai bayung lincir kita ambil dari KWH meter pangkal milik PLN di Betung. Dan satu hal yang bisa saya tekankan adalah, harga lebih murah dan pelayanan cepat dibanding PLN. Jika PLN menjual Ro 100/ kwh maka MEP sekitar Rp700/kwh.
Habis Gelap Terbitlah Terang
Statement dari Syukur, Kades Pengaturan
YANG paati warga sangat senang. Awalnya mereka uring-uringan karena menganggap Muba tak peduli, sebab selama ini mereka mengira listrik itu yang wewenangnya di Pemkab Muba, padahalkan di tangan PLN. Di desa kami sebanyak 250 keluarga akan segera dialairi listrik. Buat kami ini kemajuan yang sangat berarti, menjadikan desa yang selama ini gelap gulita kalua malam hari menjadi terang lalu. Tentu aktivitas yang fositif dari warga juga akan hidup dari masyarakat bisa lebih berkarya.
HUMAS PT.MEP