(Malang-30 Agustus 2025) Di tengah semangat Indonesia untuk mencapai target FOLU Net Sink 2030, wilayah Malang Barat dan Kota Batu menyimpan potensi besar. Hutan rakyat, kawasan konservasi, dan komunitas lokal yang aktif menjadi modal utama dalam upaya pengurangan emisi karbon. Namun, agar potensi itu bisa diakses dan didukung secara nasional, dibutuhkan satu hal penting: proposal kegiatan yang terstruktur dan berbasis tapak.
Bagi banyak Kelompok Tani Hutan (KTH) di Malang Barat dan Batu, menyusun proposal bukan sekadar urusan administrasi. Ini adalah proses merumuskan harapan, merancang aksi, dan membangun legitimasi. Namun, tantangan teknis seperti format dokumen, istilah kebijakan, dan kerangka kerja nasional sering kali menjadi penghalang.
Di sinilah pendampingan penyusunan proposal memainkan peran krusial. Melalui fasilitasi dari tenaga pendamping Yayasan Proklim Studio dan Cabang Dinas Kehutanan Kabupaten Malang (CDK), kelompok-kelompok lokal diajak untuk:
Mengidentifikasi potensi dan masalah lingkungan di wilayah mereka.
Merancang kegiatan konservasi yang sesuai dengan pedoman FOLU Net Sink 2030.
Menyusun rencana kerja tahunan (AWP) dan anggaran berbasis kebutuhan nyata.
Memahami prinsip safeguards dan indikator keberhasilan program.
Beberapa lokasi yang telah menjalani proses pendampingan antara lain:
KTH Desa Junggo dan KTH Desa Tulungrejo , KTH Desa Tlekung: Fokus pada pengelolaan hutan produksi dan rehabilitasi lahan kritis. dan pemantauan karbon berbasis komunitas.
KTH Desa Wonoagung, Kec. Kasembon Menyusun proposal untuk restorasi vegetasi lokal sebagai bagian dari strategi peningkatan cadangan karbon.
KTH Desa Sidodadi, Kec. Ngantang: Mengembangkan proposal berbasis ekowisata dan konservasi lereng gunung. Kegiatan mereka melibatkan edukasi lingkungan dan penguatan kelembagaan lokal.
KTH Desa Sidodadi, Kec. Ngantang: Mengembangkan proposal berbasis ekowisata dan konservasi lereng gunung. Kegiatan mereka melibatkan edukasi lingkungan dan penguatan kelembagaan lokal.
KSM Lorong Ijo Desa Pakiskembar Kabupaten Malang: Mengembangkan proposal terkait edukasi dan Pengelolaan sampah untuk konservasi sungai.
Dukungan program melalui Badan Pengelola Dana Lingkungan Hidup (BPDLH) menuju FOLU Net Sink 2030 untuk pasar produk hijau.
Proposal bukan hanya dokumen. Ia adalah cerminan visi masyarakat terhadap lingkungan mereka. Dengan pendampingan yang tepat, kelompok-kelompok di Malang Barat dan Kota Batu kini tidak hanya menjadi penerima program, tapi juga pengusul dan penggerak perubahan.
Karena di balik setiap lembar proposal, ada hutan yang ingin tetap hijau, ada sungai yang ingin tetap mengalir, dan ada generasi yang ingin tumbuh dalam udara yang bersih.(adl)