TUGAS PERTEMUAN 1
MERANGKUM DAN MEMPELAJARI MATERI KEBHINEKAAN BANGSA INDONESIA.
TUGAS PERTEMUAN 2
MERANGKUM DAN MEMPELAJARI MATERI PENTINGNYA KONSEP INTEGRASI NASIONAL.
BAB 1
INTEGRASI NASIONAL DALAM BINGKAI BHINEKA TUNGGAL IKA
KEBHINNEKAAN BANGSA INDONESIA
PENTINGNYA KONSEP INTEGRASI JNASIONAL
TANTANGAN DALAM MENJAGA KEUTUHAN NKRI
PERAN SERTA WARGA NEGARA DALAM MENJAGA PERSATUAN DAN KESATUAN BANGSA
KEBHINNEKAAN BANGSA INDONESIA
Pada filosofi Indonesia, yaitu Pancasila, kita mengenal semboyan “ Bhineka Tunggal Ika”. Kebhinekaan harusnya kita pahami sebagai sebuah kekuatan pemersatu bangsa yang keberadaanya tidak bisa dipungkiri. Bhineka tunggal ika merupakan ukiran semboyan yang tertulis dilambang kaki sang garuda, yang mempunyai arti walau berbeda- beda tetap satu jua. Lambang tersebut mengambarkan kondisi penduduk Indonesia yang terdiri dari berbagai suku bangsa. Kebhineka ragaman tersebut bisa disebut pluralistik. Itulah yang menjadi alasan “ Bhineka Tunggal Ika” dijadikan sebagai salah satu alat pemersatu bangsa.
Beberapa Alat Pemersatu Bangsa Yaitu Sebagai Berikut:
Dasar negara Pancasila.
Bendera merah putih yang sebagai bendera kebangsaan.
Bahasa Indonesia sebagai salah satu Bahasa nasional dan Bahasa persatuan.
Lambing negara burung garuda.
Lagu kebangsaan Indonesia raya.
Lagu perjuangan.
Pahlawan-pahlawan nasional.
Undang-undang dasar 1945.
Teks proklamasi.
Hari kemerdekaan republik Indonesia.
Peresiden pertama Indonesia.
Peninggalan-penninggalan perjuangan bangsa Indonesia.
Budaya bangsa Indonesia.
Sejarah bangsa Indonesia.
Kebhinekaan harusnya kita pahami sebagai sebuah kekuatan pemersatu bangsa yang keberadaan nya tidak dipungkiri. Kebhinekaan juga harus dimaknai masyarakat melalui pemahaman multikulturalisme dengan berdasarkan kekutan spiritualitas. Kekuatan spiritualitas maksudnya adalah bahwa masyarakat melihat semua perbedaan itu sebagai sebuah keragaman yang memepresatukan, menerima perbedaan sebagai sebuah kekutan bukan sebagai ancaman atau ganguan. Semua budaya, agama dan suku yang ada tetap pada bentuknya masing- masing, yang mempersatukan adalah rasa nasionalisme kebanggaan sebagai bangsa Indonesia yang memiliki ratusan budaya, adat istiadat, kebiasaan.
1. Kebhinekaan Mata Pencarian
Kondisi alam juga mengakibatkan perbedaan mata pencarian ada yang sebagai petani, nelayan, pedagang, pegawai, peternak dan lai- lain, sehingga kebhinekaan mata pencarian tersebut dapat menjalin persatuan karena satu sama lain saling membutuhkan.
2. Kebhinekaan Ras
Letak Indonesia sangat strategis sehingga Indonesia menjadi tempat persilangan jalur perdagangan. Banyaknya kaum pendatang ke Indonesia mengakibatkan terjadinya akulturasi baik pada ras, agama, kesenian maupun budaya. Kebhinekaan tidak mengurangi persatuan dan kesatuan karena tiap ras saling menghormati dan tidak mengangap rasnya paling ungul.
3. Kebhinekaan Suku Bangsa
Indonesia merupakan negara kepulauan yang dipisahkan oleh perairan. Pulau-pulau terisolasi dan tidak saling berhubungan. Akibatnya setiap pulau atau wilayah memiliki keunikan tersendiri baik dari segi budaya, adat istiadat, kesenian, maupun Bahasa. Adapun kebhinekaan tersebut menjadikan Indonesia sangat kaya. Walaupun berbedatetapi tetap menjunjung tinggi persatuan dan kesatuan. Terbukti dengan menepatkan Bahasa Indonesia menjadi Bahasa resmi dan persatuan.
4. Kebihinekaan Agama
Masuknya kaum pendatang baik berniat untuk berdagang maupun menjajah membawa misi penyebaran agama yang mengakibatkan kebihinekaan agama di Indonesia. Ada agama islam, Kristen, katilik, protestan, hindu, budha dan konghucu serta aliran kepercayaan. Kebihinekaan agama sangat rentan akan kinflik, tetapi dengan semangat persatuan dan semboyan bihineka tunggal ika konflik tersebut dapat dikurangi dengan cara saling toleransi antar umat. Setiap agama menghargai perbedaan sehingga dapat hidup rukun saling berdampingan dan tolong menolongdi masyarakat.
5. Kebhinekaan Budaya
Budaya adalah keseluruhan system gagasan tindakan dan hasil karya manusia dalam rangka kehidupan masayarakat yang dijadikan milik diri manusia dengan cara belajar. Budaya memiliki tujuan untuk mengubah sikap dan juga prilaku sumber daya manusia kearah yang lebih baik. Masuknya kaum pendatang juga mengakibatkan kebhinekaan budhaya di Indonesia, sehingga budaya tradisional berubah menjadi budaya yang modern tanpa menghilangkan budaya asli Indonesia sendiri seperti budaya sopan santun, kekeluargaan dan gotong royong. Budaya tradisional dan modern hidup berdampingan di masyarakat tanpa saling merendahkan satu sama lain
6. Gender/ Jenis Kelamin
Perbedaan jenis kelamin adalah sesuatu yang sangat alami, tidak menunnjukan adanya tingkatan. Anggapan kuet bagi laki-laki dan lemah bagi perempuan, adalah tidak benar. Masing-masing mempunyai peranan dan tanggung jawab yang saling membutuhkan dan melengkapi.
PENTINGNYA KONSEP INTEGRASI JNASIONAL
Integrasi nasional adalah usaha dan proses mempersatukan perbedaan perbedaan yang ada pada suatu negara sehingga terciptanya keserasian dan keselarasan secara nasional.
Faktor pendorong:
Adanya rasa yang senasib dan seperjuangan yang diakibatkan oleh faktor-faktor sejarah.
Adanya ideologi nasional yang tercermin di dalam simbol negara yakni Garuda Pancasila dan Semboyan Bhinneka Tunggal Ika.
Adanya sikap tekad dan keinginan untuk kembali bersatu di dalam kalangan Bangsa Indonesia seperti yang telah dinyatakan di dalam Sumpah Pemuda.
Adanya ancaman dari luar yang menyebabkan adanyadan munculnya semangat nasionalisme dalam kalangan Bangsa Indonesia.
Faktor pendukung integrasi nasional
Penggunaan bahasa Indonesia.
Semangat persatuan serta kesatuan di dalam Bangsa, Bahasa dan Tanah Air Indonesia.
Adanya Kepribadian dan pandangan hidup kebangsaan yang sama yakni Pancasila.
Adanya jiwa dan rasa semangat dalam bergotong royong, solidaritas serta toleransi keagamaan yang sangat kuat.
Adanya rasa senasib dan sepenanggungan yang diakibatkan oleh penderitaan semasa penjajahan.
Faktor penghambat integrasi nasional:
Kurangnya penghargaan terhadap kemajemukan yang memiliki sifat heterogen.
Kurangnya toleransi antar sesama golongan.
Kurangnya kesadaran di dalam diri masing-masing rakyat Indonesia terhadap segala ancaman dan gangguan yang mucul dari luar.
Adanya sikap ketidakpuasan terhadap segala ketimpangan dan ketidak merataan hasil pembangunan.
Integrasi nasional merupakan salah satu cara untuk menyatukan berbagai macam perbedaan yang ada di Indonesia. Di mana salah satu contohnya yaitu antara pemerintah dengan wilayahnya.
Integrasi itu sendiri dapat dikatakan sebagai suatu langkah yang baik untuk menyatukan sesuatu yang semula terpisah menjadi suatu keutuhan yang baik bagi bangsa Indonesia, misal menyatukan berbagai macam suku dan budaya yang ada serta menyatukan berbagai macam agama di Indonesia.
Adanya upaya mengintegrasikan Indonesia, perbedaan-perbedaan yang ada tetap harus diakui dan dihargai sehingga Indonesia menjadi negara yang dapat mencapai tujuannya.
Selain menghargai dan mengakui berbagai macam perbedaan di Indonesia, masyarakat Indonesia harus memliki rasa toleransi terhadap sesama sehingga tidak terjadi konflik yang berkepanjangan yang dapat merugikan Indonesia.
Integrasi nasional penting untuk diwujudkan dalam kehidupan masyrakat Indonesia dikarenakan Indonesia merupakan negara yang masih berkembang atau dapat dikatakan negara yang masih mencari jati diri.
Selain itu, integrasi nasional sangat penting untuk diwujudkan karena integrasi nasional merupakan suatu cara yang dapat menyatukan berbagai macam perbedaan yang ada di Indonesia
TANTANGAN DALAM MENJAGA KEUTUHAN NKRI
Tantangan di lingkungan internal Indonesia adalah mengawal NKRI agar tetap utuh dan bersatu. Di sisi lain, ancaman terhadap kedaulatan masih berpotensi terutama yang berbentuk konflik perbatasan, pelanggaran wilayah, gangguan keamanan maritim dan dirgantara, gangguan keamanan di wilayah perbatasan berupa pelintas batas secara illegal, kegiatan penyelundupan senjata dan bahan peledak, masalah separatisme, pengawasan pulau-pulau kecil terluar, ancaman terorisme dalam negeri dan sebagainya.
Berdasarkan tantangan di atas, maka visi terwujudnya pertahanan negara yang tangguh dengan misi menjaga kedaulatan dan keutuhan wilayah NKRI serta keselamatan bangsa harus terwujud
Berbagai tantangan terhadap keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia antara lain:
Tantangan yang berasal dari internal Negara Indonesia;
1) Keanekaragaman budaya Indonesia dan etnis yang ada di Indonesia
2) Berbagai aliran kepercayaan dan agama yang ada di Negara ini
3) Indonesia yang terdiri dari ribuan pulau yang dipisahkan oleh selat dan laut.
4) Moral dan kepribadian sebagian masyarakat yang tidak pantas, atau buruk, yang mungkin ingin memecah belah bangsa sendiri akibat keserakahan dan keegoisan.
5) Pendidikan yang rendah, yang menyebabkan penduduk kurang bijaksana dalam menyikapi perbedaan
Tantangan yang berasal dari eksternal Negara Indonesia:
1) Globalisasi yang membawa budaya luar masuk ke Indonesia yang tidak sesuai dengan kepribadian bangsa.
2) Keinginan Negara luar untuk menguasai Indonesia yang dilatarbelakangi berbagai kepentingan
3) Aksi terror melalui perekrutan yang berasal dari penganut kepercayaan radikal.
4) Propaganda asing melalui berbagai media
5) Jaringan pedagang narkoba internasional
Tantangan Bangsa Indonesia Secara Eksternal
Tantangan eksternal adalah segala bentuk gangguan yang berasal dari luar negeri yang dapat menggoyahkan kesatuan dan persatuan Negara Kesatuan Republik Indonesia ( NKRI). Faktor tantangan eksternal merupakan faktor yang timbul dari luar negara Indonesia, jika masyarakat Indonesia sendiri tidak menyadarinya, rakyat akan dengan mudah tercerai berai. Berikut adalah macam-macam tantangan eksternal:
1.Tantangan masa depan
-Globalisasi: WTO,ASEAN Comunity,APEC,CAFTA
-masalah lingkungan hidup
-kemajuan teknologi informasi
-konvergensi ilmu dan teknologi
-ekonomi bebasis pengetahuan
-Dll
2. Kompetensi Masa Depan
-kemampuan berkomunikasi
-kemampuan berpikir jernih dan kritis
-kemampuan mempertimbangkan segi moral suatu permasalahan
-kemampuan menjadiwarga negara yang bertanggung jawab
-Dll
3.Persepsi masyarakat
-terlalu menitikberatkan pada aspek kognitif
-beban siswa terlalu berat
-kurang bermuatan karakter
4.Perkembangan pengetahuan dan pedagogi
-neurologi
-psikologi
-observation based
5.Fenomena negatif yang mengemuka
-perkelahian remaja
-Narkoba
-korupsi
-plagiarisme
kecurangan dalam ujian (nyontek)
-gejolak sosial
Tantangan Bangsa Indonesia Secara Internal
Tantangan secara internal adalah segala bentuk gangguan yang berasal dari dalam negeri yang dapat menggoyahkan kesatuan dan persatuan NKRI. Gangguan-gangguan itu dapat menghambat pembangunan nasional untuk menghadapi tantangan yang tidak ringan. Perubahan pada aspek kultur dan tata nilai, diarahkan pada sikap dan perilaku penyelenggara pertahanan negara dalam memposisikan tugasnya sebagai insan pertahanan negara yang profesional. Berikut ini adalah macam-macam tantangan internal:
Potensi kekayaan budaya dan ketidakadilan ekonomi
Gerakan separatisme muncul akibat adanya aspirasi yang tersumbat atau tidak sampai ke pemerintahan pusat, juga tidak adanya keadilan ekonomi dan pembangunan yang merata di beberapa daerah.
Perpecahan dan disintegrasi
Apabila mengubah NKRI, maka sudah dapat dipastikan akan banyak daerah di Indonesia yang akan memisahkan diri dan mendirikan negara sendiri, tidak semua daerah yang berbeda kultur dan budaya akan bisa menerima konsep baru.
Pertikaian horizontal
Mengubah NKRI Sama halnya dengan merombak total bangunan Negara Republik Indonesia. Dengan demikian, jika kita tidak berlaku sebagaimana mestinya sebagai bangsa indonesia, Jika kita salah mengurus negara ini, tidak mustahil kita sendiri yang akan menghancurkan negara tercinta.
PERAN SERTA WARGA NEGARA DALAM MENJAGA PERSATUAN DAN KESATUAN BANGSA
Indonesia punya semboyan Bhinneka Tunggal Ika yang berarti berbeda-beda tetap satu jua. Oleh karena itu, menjaga persatuan dan kesatuan bangsa adalah hal yang mutlak untuk dilakukan.
Apalagi Indonesia adalah negara dengan beragam kebudayaan, suku, ras dan agama. Di sisi lain, letak Indonesia yang menjadi jalur transportasi banyak negara tak hanya mendatangkan keuntungan, tetapi juga ancaman.
Misalnya, masuknya budaya asing yang tidak sesuai dengan norma, masuknya obat-obatan terlarang, penggelapan barang, dan masih banyak lainnya. Maka dari itu, peran serta warga dalam menjaga persatuan dan kesatuan bangsa sangat diperlukan.
Menjaga persatuan dan kesatuan bangsa dapat dimulai dari hal kecil. Misalnya, tidak merusak lingkungan, menjaga ketertiban umum, menghindari perkelahian, menjunjung hak asasi manusia, menanamkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.
Mengutip buku Ajar Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (2019), untuk menjaga persatuan dan kesatuan dapat dilakukan dengan menumbuhkan karakter diri, seperti ketulusan, semangat persatuan, kesediaan berkorban, optimisme, dan usaha bela negara.
Menurut UU No. 3 tahun 2002, bela negara merupakan sikap dan perilaku warga yang dijiwai oleh kecintaannya kepada NKRI berdasarkan Pancasila dan UUD RI Tahun 1945. Bela negara dapat berupa fisik dan non fisik.
Bela negara fisik merupakan pembelaan terhadap setiap hambatan, gangguan, halangan, dan tantangan yang dilakukan warga negara untuk melindungi bangsa dan negara. Sedangkan bela negara non fisik merupakan pembelaan berdasarkan hak, kewajiban, dan kehormatan melalui profesi dan kemampuan masing-masing warga untuk meningkatkan ketahanan nasional.
Menurut UU No. 3 tahun 2002 tentang Pertahanan Negara, keikutsertaan warga negara dapat dilakukan dalam berbagai bentuk, yaitu:
Pendidikan kewarganegaraan
Pelatihan dasar kemiliteran
Pengabdian sebagai Tentara Nasional Indonesia
Pengabdian sesuai dengan keahlian atau profesi