Aksi Nyata Modul 1.1
Puisi Filosofis Ki Hajar Dewantara
Pemikiran Ki Hajar Dewantara (KHD) mengenai pendidikan dan pengajaran adalah Tidak ada keabadian dalam kehidupan manusia dan lingkungannya. Pengaruh alam dan jaman adalah penguasa kodrat yang tidak bisa dihindari oleh manusia. Anak-anak adalah sebuah kehidupan yang akan tumbuh menurut kodratnya sendiri, yaitu kekuatan hidup lahir dan hidup batin mereka (Dewantara I,2004).
Maka, Ki Hadjar menekankan arti penting memperhatikan kodrat alam dalam diri anak semasa pendidikan. Artinya Pendidikan itu sudah setua usia manusia ketika manusia mulai bertahan hidup dan mempertahankan hidup dengan membangun peradabannya.
Demonstrasi Kontekstual 1.1
Puisi Filosofis Ki Hajar Dewantara
Guru yang tidak hanya mengajar, tetapi juga berperan sebagai motivator, penggerak, serta fasilitator dalam menumbuhkan semangat belajar siswa. Guru penggerak memiliki peran utama dalam membantu siswa mencapai potensi terbaik mereka.
Nilai peran program guru penggerak terwakili dari nilai dan peran guru penggerak diantaranya: Menjadi pemimpin pembelajaran, Menggerakkan komunitas praktisi, Menjadi coach bagi guru Lain, Menjalin kolaborasi antarguru dan Mewujudkan kepemimpinan murid
Demontrasi Kontektual 1.2 Nilai dan Peran Guru Penggerak
Aksi Nyata Modul 1.3 Visi Guru Penggerak
Lingkungan belajar yang bermakna dan berpihak pada murid itu harus ditumbuhkan. Membuat lukisan mimpi dan narasi visi mengenai murid dan lingkungan belajar di masa depan yang sesuai murid yang di impikan.
Mengenai visi, bagaimana mewujudkannya dengan sebuah pendekatan Inkuiri Apresiatif. Inkuiri Apresiatif (IA) adalah suatu filosofi, suatu landasan berpikir yang berfokus pada upaya kolaboratif untuk menemukan hal positif dalam diri seseorang, dalam suatu organisasi dan dunia di sekitarnya baik di masa lalu, masa kini maupun masa depan (Cooperrider & Whitney, 2005).
Demonstrasi Kontekstual Modul 1.3
Visi Guru Penggerak
Aksi Nyata Modul 1.4 Budaya Positif
Bapak Ki Hadjar Dewantara menyatakan bahwa, untuk menciptakan siswa yang merdeka, maka syarat utamanya harus mempunyai disiplin yang kuat, yaitu disiplin diri yang berasal dari motivasi internal (dari dalam diri sendiri). Jika tidak mempunyai motivasi internal, maka diperlukan motivasi eksternal (orang lain) untuk mendisiplinkan dirinya.
Diana Gossen menyatakan bahwa kata disiplin berasal dari bahasa latin, disciplina yang berarti belajar. Kata disciplina juga berasal dari akar kata yang sama, yaitu disciple atau murid/pengikut. Diana juga menyatakan bahwa, disiplin juga berkonotasi dengan disiplin diri siswa. Disiplin diri dapat membuat seseorang menggali semua potensi dirinya untuk mencapai suatu tujuan, sesuatu yang dihargai dan bermakna.
Demontrasi Kontekstual Modul 1.4 Budaya Positif