Ukuran lapangan bulutangkis yang sesuai standar nasional dan internasional adalah:
Panjang lapangan: 13,40 meter
Lebar lapangan: 6,10 meter
Luas lapangan: 81,74 m2
Jarak garis servis depan dari net: 1,98 meter
Jarak garis servis belakang dari garis belakang lapangan untuk permainan ganda: 0,76 meter
Selain itu, ukuran net bulutangkis adalah:
Tinggi net: 1,524 meter
Tinggi tiang net: 1,55 meter
Panjang net: 6,10 meter
Lebar net: 0,75 meter
Puncak net paling atas diberi batasan putih selebar 7,5 cm
Jaring lapangan bulutangkis harus terbuat dari tali berwarna gelap dengan tepi atasnya berwarna putih berukuran panjang 75 mm.
Berikut adalah beberapa istilah dalam permainan bulu tangkis:
Servis: Pukulan awal untuk memulai pertandingan.
Smash: Pukulan di atas kepala yang mengarah ke bawah dengan kencang.
Backhand: Pukulan yang dilakukan dengan posisi punggung tangan menghadap ke depan.
Backhand smash: Pukulan backhand yang dilakukan dengan keras dan menukik.
Backhand dropshot: Pukulan backhand yang pelan dan menjatuhkan shuttlecock di dekat net lawan.
Defence: Posisi bertahan untuk mengembalikan serangan dari lawan.
Drive: Pukulan yang dilakukan secara mendatar yang ketinggiannya menyusur di atas net serta sejajar dengan lantai.
Rally: Pertandingan yang berlangsung sejak pemain melakukan service hingga mendapatkan satu poin.
Umpire: Wasit yang memiliki kewenangan tertinggi dalam pertandingan dan bertugas menjelaskan peraturan yang harus ditaati.
Shuttlecock: Bola dalam permainan bulu tangkis yang terbuat dari rangkaian bulu angsa.
Forehand: Pukulan yang diayun dari belakang badan dengan arah depan raket dan telapak tangan menghadap shuttlecock.
Let : Keputusan yang membuat permainan dihentikan dan diulang, biasanya terjadi karena ada gangguan saat pertandingan, seperti kok menyangkut di net atau kesalahan teknis lainnya.
Bulutangkis atau yang biasa juga disebut badminton, adalah satu di antara olahraga permainan yang membutuhkan raket dan shuttlecock untuk memainkannya. Bulutangkis dapat dilakukan secara tunggal atau ganda.
PENILAIAN
Ada beberapa macam penilaian dalam permainan olahraga bulu tangkis, antara lain:
Dalam permainan bulutangkis dalam nomor ganda atau tunggal, terdiri atas 21 angka. Misalnya saja kedua pihak dapat angka sama, yaitu 20-20, maka selisih poin harus 2. Misalkan Anda meraih angka 21 terlebih dahulu dan lawan Anda mendapat angka 20, Anda belum keluar sebagai pemenang. Anda akan menjadi pemenang jika selisih angka Anda dan tim lawan adalah 2, menjadi 22-20. Angka maksimal tiap game adalah 30. Untuk itulah apabila terjadi poin 29-29, maka pemenangnya adalah pemain yang terlebih dulu mencapai angka 30.
Permainan dalam olahraga bulutangkis, nomor tunggal maupun nomor ganda, terdiri dari 2 set. Jika tim Anda memenangkan 2 set langsung, maka tidak akan ada tambahan set ketiga. Jika tim Anda menang pada set pertama dan kalah pada set kedua, maka ada tambahan satu set yang biasa disebut rubber game. Set ketiga adalah set penentuan di mana yang menang pada set ketiga berarti keluar sebagai pemenangnya.
PERATURAN PERTANDINGAN GANDA
Beberapa peraturan dalam olahraga bulutangkis nomor pertandingan ganda adalah sebagai berikut:
Sebelum pertandingan dimulai, telah ditetapkan pihak mana yang akan melakukan servis pertama kali. Pemain di bidang servis kanan akan memulai pukulan servis ke arah lawan yang berdiri secara diagonal di hadapannya.
Pukulan servis pertama yang dilakukan selalu dilakukan dari bidang servis kanan.
Hanya pemain yang menjadi berdiri secara diagonal di hadapan pemain yang servis, yang dapat menerima bola atau shuttlecock. Jika shuttlecock hasil servis tersentuh atau dipukul oleh pemain pasangannya atau yang tidak berhadapan dengan si pemain yang melakukan servis, maka pihak yang servis mendapat angka.
PERATURAN PERTANDINGAN TUNGGAL
Tambahan peraturan untuk pertandingan tunggal olahraga bulutangkis adalah sebagai berikut:
Permainan akan melakukan servis dari atau menerima servis dari bidang servis kanan, hanya bila nilai pelaku servis adalah 0 atau angka genap pertandingan seperti nilai 2, 4, 6, dan seterusnya. Servis dilakukan dan diterima dari bidang servis kiri bila nilai pelaku servis merupakan angka ganjil seperti 1, 3, 5 dan seterusnya.
Kedua pemain yang bermain akan mengubah bidang servis tempat masing-masing pemain itu berdiri setiap kali sebuah poin dihasilkan dalam setiap pertandingan.
KESALAHAN PEMAIN
Kesalahan-kesalahan dalam servis yang biasanya dilakukan pemain adalah sebagai berikut:
Ketika pemain melakukan servis, posisi shuttlecock pada saat disentuh raket berada di atas ketinggian pinggang dari pemain yang melakukan servis atau satu di antara bagian dari kepala raket berada pada posisi lebih tinggi dari satu di antara bagian tangan pelaku servis yang memegang raket ketika shuttlecock disentuh raket. Jika hal ini terjadi, service judge akan meneriakkan foul dan pemain lawan yang akan mendapatkan poin atau nilai.
Saat pemain melakukan servis, shuttlecock jatuh ke bidang servis yang salah. Jatuhnya shuttlecock tidak berada di posisi yang berdiagonal dengan pemain yang melakukan servis; atau jatuh di depan garis servis pendek; atau jatuh di belakang garis servis panjang; atau jatuh di luar garis batas samping lapangan. Jika shuttlecock jatuh di depan garis servis pendek, pemain dapat membiarkan saja tanpa memukul shuttlecock. Jika shuttlecock keluar, poin akan didapatkan oleh pemain yang menerima servis tersebut.
Kesalahan yang selanjutnya adalah kaki pelaku servis tidak berada dalam bidang servisnya, atau kaki penerima servis tidak berada dalam bidang servisnya yang terletak bersebarangan diagonal.
Sebelum atau ketika melakukan servis, salah seorang pemain melakukan gerak tipu atau pura-pura atau secara sengaja mengejutkan lawannya dan memecahkan konsentrasi dari pemain yang lawannya, hal ini juga termasuk jenis pelanggaran.
Pada servis atau sedang reli, shuttlecock mengenai badan pemain, jatuh ke luar lapangan dan mengenai net. Maka, ini termasuk kesalahan dan poin akan diberikan kepada tim lawan.
Shuttlecock yang sedang dalam permainan dipukul sebelum menyeberang ke sisi lapangan pihak yang melakukan pukulan. Biasanya hal ini terjadi ketika adu netting dengan bola yang tanggung dan cukup dekat dengan net. Jika bola tersebut belum masuk ke area permainan sendiri, bola tersebut tidak boleh dipukul. Jika shuttlecock masih di area permainan lawan dan sudah dipukul, akan terjadi foul dan lawan akan mendapatkan poin.
Waktu shuttlecock dalam permainan, pemain menyentuh jaring atau tiang peyangga dengan raket, bagian tubuh, atau bajunya. Hal ini juga termasuk pelanggaran dan poin akan diberikan pada tim lawan.
Kejadian shuttlecock dipukul dua kali berurutan atau peristiwa penempelan shuttlecock di raket saat pukulan dilakukan. Hal ini biasanya terjadi pada nomor ganda, jika shuttlecock sudah menyentuh pemain yang ada di depan, maka pemain belakang tidak boleh memukul shuttlecock lagi. Jika hal ini terjadi, akan foul dan poin akan diberikan pada tim lawan. Begitu juga jika shuttlecock telah mengenai badan satu pemain, maka pemain lain dalam tim tersebut tidak boleh memukul shuttlecock yang sudah menyentuh badan rekannya.
Pemain diharuskan melakukan servis jika pemain lawan sudah siap memulai permainan. Penerima servis dianggap siap jika ia melakukan gerakan untuk menerima servis yang telah dibayangkan. Jika penerima servis belum siap, maka penerima tersebut dapat mengangkat tangan sebagai tanda bahwa dia belum siap menerima servis dari pemain lawannya.
Pelaku dan penerima servis harus berdiri di dalam batas bidang servis masing-masing dan bagian dari kedua kaki pemain ini harus tetap bersentuhan dengan lantai, dalam posisi diam, hingga shuttlecock disentuh raket. Pemain yang melakukan dan menerima servis atau pemain lain dalam nomor ganda, tidak boleh melakukan gerakan yang berlebihan yang dapat memecah konsentrasi tim lawan ketika akan melakukan servis.
Jika saat servis atau reli, shuttlecock menyentuh dan tidak melampui jaring, hal itu dianggap tidak sah. Jika shuttlecock tidak dapat menyeberangi net, poin akan diberikan pada tim lawan.
Ketentuan servis yang sah dalam bulu tangkis, antara lain:
Shuttlecock harus berada di bawah pinggang pemain
Kepala raket harus menghadap ke bawah
Bola harus melaju diagonal menuju pemain lawan
Pemain lawan harus diam saat pukulan awal
Batas ketinggian maksimal servis adalah 115 cm
Area servis tunggal memanjang ke belakang, sedangkan ganda melebar ke samping
Perpindahan sisi lapangan mengikuti poin yang didapat
Dalam pertandingan ganda, setiap pasangan hanya mendapat satu kali kesempatan servis
Pelanggaran saat melakukan servis disebut service fault. Beberapa kesalahan umum yang dilakukan saat servis, antara lain:
Melakukan servis saat lawan belum siap
Pegangan raket menghadap ke atas saat memukul shuttlecock
Gerakan servis tidak dilakukan dalam satu gerakan kontinu
Shuttlecock berada lebih tinggi dari garis batas pinggang hingga bagian bawah dada
Wasit yang mengamati servis pemain disebut service judge. Service judge menggunakan alat pengukur tinggi servis yang terbuat dari batang aluminium.