BAB I

PENDAHULUAN



1.1 Latar Belakang

Perkembangan dunia usaha saat ini menuntut generasi muda untuk memiliki kemampuan berwirausaha sejak dini. Wirausaha tidak hanya berfungsi sebagai sarana untuk memperoleh keuntungan ekonomi, tetapi juga dapat menjadi sarana pemberdayaan masyarakat melalui kegiatan usaha yang dilakukan secara bersama. Salah satu bentuk usaha yang berkembang saat ini adalah kewirausahaan berbasis komunitas, yaitu usaha yang dijalankan secara kolaboratif yang bergabung dalam kelompok tertentu untuk proses produksi, pemasaran, maupun pengelolaan usaha.


Di lingkungan sekolah, masih banyak siswa yang belum memiliki pengalaman langsung dalam menjalankan usaha secara mandiri. Padahal, siswa memiliki potensi kreativitas, inovasi, serta kemampuan bekerja sama yang dapat dikembangkan melalui kegiatan kewirausahaan. Kurangnya pengalaman tersebut menyebabkan siswa belum memahami proses perencanaan usaha, produksi, pemasaran, hingga pengelolaan keuntungan secara nyata.


Berdasarkan hal tersebut, kelompok kami merancang usaha minuman Puding Sedot dengan nama PUDOKITA sebagai bentuk penerapan model kewirausahaan berbasis komunitas. Usaha ini dilakukan secara bersama-sama mulai dari proses produksi, pengemasan, hingga penjualan produk. Melalui kegiatan ini, diharapkan siswa dapat memperoleh pengalaman berwirausaha secara langsung sekaligus menumbuhkan sikap tanggung jawab, kerja sama, dan kemandirian dalam mengelola usaha..

 

Sumber: Hasil observasi dan kegiatan projek PJBL Kelompok 4 PudoKita


1.2 Identifikasi Masalah

 1.2.1 Belum banyak produk pudot yang memiliki inovasi rasa dan tampilan yang menarik.

 1.2.2 Persaingan penjualan makanan ringan cukup tinggi sehingga dibutuhkan strategi agar produk mampu bersaing.

 1.2.3 Kurangnya pemanfaatan media pemasaran yang efektif untuk meningkatkan penjualan.

 1.2.4 Pengelolaan biaya produksi yang belum optimal dapat memengaruhi harga jual dan keuntungan.


1.3 Rumusan Masalah

 1.3.1. Bagaimana penerapan model kewirausahaan berbasis komunitas melalu produk PUDOKITA?

 1.3.2. Bagaimana proses produksi dan kemasan produk PUDOKITA?

 1.3.3. Bagaimana dampak kegiatan kewirausahaan berbasis komunitas terhadap pengembangan keterampilan siswa?



 1.4 Tujuan Penelitian

 1.4.1 Mengetahui penerapan model kewirausahaan berbasis komunitas melalui produk PUDOKITA?

 1.4.2 Menegetahui proses produksi dan pemasaran produk PUDOKITA?

1.4.3. Mengetahui dampak kegiatan kewirausahaan terhadap kerja sama siswa



1.5 Manfaat Penelitian

1.5.1 Bagi siswa menambah pengamalan dan keterampilan dalam bidang kewirausahaan, melatih kerja sama tim, serta menumbuhkan sikap tanggung jawab dan kemandirian.

1.5.2 Bagi sekolah sebagai sarana pembelajaran berbasis projek yang dapat meninggkatkan kretivitas dan keterampilan kewirausahaan siswa.

1.5.3 Bagi masyarakat umum sebagai refrensi dalam mengembangkan penelitian atau projek kewirausahaan berbasis komunitas yang di masa yang akan datang.




BAB II 

METODOLOGI 

 


2.1 Tempat dan Waktu Penelitian

2.1.1 Tempat Penelitian

Kegiatan kewirausahaan ini dilaksanakan di lingkungan SMAN 4 Jakarta serta di lingkungan tempat tinggal anggota kelompok.

2.1.2 Waktu Penelitian

Kegiatan dilaksanakan pada tanggal 2 sampai dengan 8 Februari 2026.


2.2 Subjek Penelitian

2.2.1 Pelajar SMAN 4 Jakarta serta konsumen di lingkungan sekolah dan sekitar tempat tinggal.


2.3 Teknik Pengumpulan Data

2.3.1 Observasi

Melakukan pengamatan secara langsung terhadap proses produksi, pengemasan, dan penjualan Puding Sedot (Pudot).

2.3.2 Dokumentasi

Mengumpulkan foto dan video kegiatan produksi dan penjualan, serta data jumlah pesanan dan hasil penjualan.


2.4 Teknik Analisis Data

2.4.1 Reduksi Data

Memilah dan menyederhanakan data yang relevan dengan tujuan kegiatan kewirausahaan.

2.4.2 Penyajian Data

Menyajikan data dalam bentuk narasi, tabel sederhana, dan dokumentasi visual.

2.4.3 Penarikan Kesimpulan

Menarik kesimpulan berdasarkan hasil analisis data produksi, penjualan, dan respon konsumen.



2.5 Prosedur Penelitian

2.5.1 Tahap Perencanaan

Menentukan jenis produk, varian rasa, harga jual, serta pembagian tugas antar anggota kelompok.

2.5.2 Tahap Produksi

Melaksanakan pembuatan Puding Sedot (Pudot) sesuai dengan standar kebersihan dan kualitas.

2.5.3 Tahap Pemasaran

Melakukan promosi dan penjualan produk melalui sistem pre-order di lingkungan sekolah dan sekitar tempat tinggal.

2.5.4 Tahap Evaluasi

Menganalisis hasil penjualan, keuntungan usaha, serta kendala dan respon konsumen terhadap produk.


BAB III 

ISI

3.1 Rancangan Produk

3.1.1 Deskripsi Produk

Puding Sedot (Pudot) merupakan produk minuman berbahan dasar puding dengan tekstur lembut yang dikemas dalam botol sedot praktis. Produk ini tersedia dalam beberapa varian rasa, yaitu coklat, taro, dan stroberi. Pudot dirancang sebagai produk yang higienis, terjangkau, dan mudah dikonsumsi oleh berbagai kalangan, khususnya pelajar. Selain memiliki nilai jual, produk ini juga menjadi sarana pembelajaran kewirausahaan yang melatih pelajar dalam proses produksi, pengemasan, serta pemasaran secara langsung.

3.1.2 Timeline Produk

Hari 1 – Senin, 2 Februari 2026

Kegiatan:

Diskusi ide usaha

Menentukan produk Pudot (Puding Sedot)

Menetapkan konsep wirausaha sosial berbasis komunitas

Pembagian tugas kelompok

Hari 2 – Selasa, 3 Februari 2026

Kegiatan:

Menentukan varian rasa

Menentukan ukuran kemasan

Menentukan harga jual

Menghitung kebutuhan modal

Hari 3 – Rabu, 4 Februari 2026

Kegiatan:

Membuat logo usaha

Membuat poster promosi

Menyebarkan promosi melalui media sosial dan lingkungan sekolah

Hari 4 – Kamis, 5 Februari 2026

Kegiatan:

Membuka sistem pre-order (PO)

Mencatat jumlah pesanan

Mencatat varian rasa yang dipesan

Hari 5 – Jumat, 6 Februari 2026

Kegiatan:

Membeli bahan baku

Membuat pudot sesuai pesanan pre-order

Mengemas produk

Hari 6 – Senin, 9 Februari 2026

Kegiatan:

Dokumentasi transaksi penjualan

Dokumentasi kegiatan pembelian oleh konsumen

Hari 7 – Selasa, 10 Februari 2026

Kegiatan:

Menghitung total pendapatan

Menghitung keuntungan usaha

Diskusi penggunaan keuntungan usaha

Hari 8 – Rabu, 11 Februari 2026

Kegiatan:

Menyalurkan sebagian keuntungan usaha

Memberikan bantuan kepada masyarakat sekitar

Dokumentasi kegiatan penyaluran

Hari 9 – Kamis, 12 Februari 2026

Kegiatan:

Refleksi kegiatan usaha selama dua minggu

Menyiapkan poster

Menyiapkan produk

Menyiapkan dekorasi puncak projek

Hari 10 – Jumat, 13 Februari 2026

Kegiatan:

Pameran hasil usaha Pudot

Presentasi kegiatan usaha


BAB IV

PENUTUP

4.1 Kesimpulan

Pelaksanaan proyek kewirausahaan Puding Sedot (Pudot) mampu memberikan pengalaman nyata kepada pelajar dalam menjalankan usaha sederhana. Melalui kegiatan perencanaan, produksi, pengemasan, promosi, dan penjualan, pelajar dapat memahami alur kewirausahaan secara menyeluruh. Produk Pudot yang praktis, terjangkau, dan memiliki variasi rasa terbukti diminati oleh konsumen. Selain menghasilkan keuntungan, kegiatan ini juga berhasil menumbuhkan jiwa kewirausahaan, sikap tanggung jawab, kreativitas, serta kerja sama tim pada diri pelajar. Dengan demikian, proyek Pudot dapat dijadikan sebagai media pembelajaran kewirausahaan yang efektif dan berkelanjutan.