PROPOSAL PROJECT BASED LEARNING (PJBL)
Aksi Hemat Energi:
“Efisiensi Nyata, Rayakan Gerakan Hemat Bersama”
PROPOSAL PROJECT BASED LEARNING (PJBL)
Aksi Hemat Energi:
“Efisiensi Nyata, Rayakan Gerakan Hemat Bersama”
Disusun oleh:
Kelompok 5 - XI-F2
Ataya Fikri Rizqullah (5)
Radeza Kaysan (24)
Tsabita Zahra Ramadhani (33)
Ziyadatul Farhatania (35)
Zyfanna Aurel Ramadhan (36)
SMA NEGERI 4 JAKARTA
Jl. Batu III No.3, RT.7/RW.1, Gambir, Kecamatan Gambir, Kota Jakarta Pusat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 10110
KATA PENGANTAR
Puji dan syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas rahmat dan karunia-Nya, sehingga proposal ini yang berjudul "Kompetisi Feed/Reels Instagram Menggunakan Filter AR (Augmented Reality) sebagai Media Kampanye Hemat Energi" dapat diselesaikan dengan baik.
Proposal ini disusun sebagai acuan dan pedoman pelaksanaan program kampanye hemat energi di lingkungan sekolah. Melalui pemanfaatan teknologi interaktif seperti Filter AR serta media sosial Instagram, program ini dirancang untuk meningkatkan kesadaran, partisipasi, dan kreativitas siswa dalam menerapkan kebiasaan hemat energi secara interaktif, praktis, serta ramah lingkungan tanpa menghasilkan sampah media cetak fisik.
Penyusunan proposal ini dapat terwujud berkat bantuan, bimbingan, dan arahan dari berbagai pihak. Oleh karena itu, kami ingin menyampaikan ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada:
• Ahmad Subekti M.Pd, M.A, selaku Kepala SMA Negeri 4 Jakarta yang telah memberikan izin dan dukungan atas rencana kegiatan ini.
• Aswin Setiawan S.Pd, selaku pembimbing yang telah memberikan masukan dan arahan dalam penyusunan proposal ini.
• Seluruh pihak yang telah memberikan bantuan baik secara langsung maupun tidak langsung dalam persiapan proposal ini.
Kami menyadari bahwa proposal ini masih jauh dari sempurna. Oleh karena itu, kritik dan saran yang membangun sangat kami harapkan guna penyempurnaan pelaksanaan kegiatan kelak. Besar harapan kami agar proposal ini dapat disetujui sehingga kegiatan yang direncanakan dapat terealisasi dengan baik dan memberikan manfaat nyata bagi seluruh warga sekolah dan lingkungan sekitar.
Jakarta, 3 September 2026
Kelompok 5 - XI-F2
DAFTAR ISI
BAB 1 PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang.........................................................................................................................................................................................................................................................
1.2 Identifikasi Masalah...............................................................................................................................................................................................................................................
1.3 Pembatasan Masalah.............................................................................................................................................................................................................................................
1.4 Rumusan Masalah..................................................................................................................................................................................................................................................
1.5 Tujuan Penelitian...................................................................................................................................................................................................................................................
1.6 Manfaat Penelitian.................................................................................................................................................................................................................................................
BAB 1
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Pemborosan energi merupakan masalah serius yang mempercepat pemanasan global, memicu polusi udara akibat pembakaran bahan bakar fosil, dan meningkatkan biaya hidup. Kebiasaan sepele seperti membiarkan colokan tetap terhubung di stopkontak, menyalakan lampu di siang hari, serta menyetel suhu AC terlalu dingin tanpa disadari terus menguras sumber daya bumi.
Namun, kesadaran untuk menerapkan kebiasaan hemat energi pada siswa masih perlu ditingkatkan. Salah satu cara yang dapat dilakukan adalah menyampaikan edukasi melalui media yang dekat dengan kehidupan siswa, yaitu media sosial. Instagram dapat dimanfaatkan bukan hanya sebagai sarana hiburan dan komunikasi, tetapi juga sebagai media kampanye lingkungan yang kreatif dan menarik.
Sebagai upaya untuk meningkatkan kesadaran sekaligus kreativitas siswa, dibuat program Kompetisi Feed/Reels Instagram menggunakan Filter AR (Augmented Reality). Dalam program ini, setiap kelas membuat dan mengunggah konten Feed atau Reels bertema hemat energi dan kepedulian lingkungan dengan menggunakan Filter AR yang telah disediakan. Konten dapat menampilkan kebiasaan sederhana, seperti mematikan lampu, AC, kipas, dan perangkat elektronik sebelum meninggalkan kelas. Dengan memanfaatkan Filter AR, pesan mengenai hemat energi dapat disampaikan secara lebih interaktif, visual, dan menarik bagi siswa.
Program ini juga menjadi salah satu solusi untuk menerapkan hemat energi karena seluruh kegiatan dilakukan melalui media digital tanpa membutuhkan poster, brosur, spanduk, atau dekorasi fisik yang berpotensi menjadi sampah. Selain itu, sistem kompetisi antarkelas diharapkan dapat meningkatkan antusiasme siswa untuk berpartisipasi dan menerapkan kebiasaan hemat energi secara nyata.
Dengan demikian, Kompetisi Feed/Reels Instagram menggunakan Filter AR dapat menjadi solusi kreatif dalam meningkatkan kesadaran siswa mengenai pentingnya hemat energi. Program ini menggabungkan edukasi lingkungan, kreativitas digital, partisipasi siswa, sehingga kampanye hemat energi dapat dilakukan dengan cara yang lebih menarik, praktis, dan sesuai dengan perkembangan teknologi.
1.2 Identifikasi Masalah
1. Rendahnya Kesadaran Hemat Energi: Masih banyaknya kebiasaan pemborosan energi di kalangan siswa, seperti membiarkan colokan terhubung, menyalakan lampu siang hari, dan menyetel AC terlalu dingin.
2. Dampak Pemborosan Energi: Kebiasaan boros energi berkontribusi pada pemanasan global, polusi udara akibat pembakaran bahan bakar fosil, serta peningkatan biaya hidup.
3. Kurang Efektifnya Media Edukasi Konvensional: Penyampaian informasi mengenai hemat energi sering kali kurang menarik perhatian siswa jika menggunakan metode edukasi tradisional.
4. Potensi Sampah dari Media Fisik: Penggunaan media kampanye fisik (seperti poster, brosur, spanduk, atau dekorasi) berpotensi menghasilkan sampah baru yang merusak lingkungan.
5. Belum Optimalnya Pemanfaatan Media Digital: Media sosial (seperti Instagram) dan teknologi interaktif (seperti Filter AR) belum dimanfaatkan secara maksimal untuk kegiatan edukasi lingkungan yang kreatif dan partisipatif.
1.3 Pembatasan Masalah
1. Penelitian ini berfokus pada kampanye hemat energi di lingkungan sekolah melalui media digital.
2. Media yang digunakan dalam kampanye adalah Instagram, khususnya dalam bentuk Feed dan Reels.
3. Konten yang dibuat oleh siswa harus menggunakan Filter AR (Augmented Reality) yang telah disediakan dan bertemakan hemat energi serta kepedulian terhadap lingkungan.
4. Penelitian ini membahas kebiasaan hemat energi yang dapat dilakukan siswa di lingkungan sekolah, seperti mematikan lampu, AC, kipas, dan perangkat elektronik ketika tidak digunakan.
5. Penelitian ini berfokus pada peningkatan kesadaran, partisipasi, kreativitas, dan kerja sama siswa, bukan pada pengukuran secara langsung terhadap jumlah energi listrik yang berhasil dihemat.
6. Program dilaksanakan dalam bentuk kompetisi antarkelas, dengan penilaian berdasarkan ketentuan yang telah ditetapkan oleh penyelenggara.
7. Penelitian ini tidak membahas aspek teknis pembuatan Filter AR secara mendalam, tetapi berfokus pada pemanfaatan Filter AR sebagai media kampanye hemat energi.
1.4 Rumusan Masalah
1. Bagaimana meningkatkan kesadaran dan partisipasi siswa dalam menerapkan kebiasaan hemat energi di lingkungan sekolah?
2. Bagaimana cara kampanye hemat energi yang kreatif dan menarik bagi siswa?
3. Bagaimana penerapan program digital dapat mendukung kebiasaan hemat energi di lingkungan sekolah?
4. Bagaimana penggunaan media sosial dapat dimanfaatkan sebagai sarana untuk meningkatkan kesadaran siswa terhadap pentingnya hemat energi?
1.5 Tujuan Penelitian
1. Meningkatkan kesadaran dan partisipasi siswa dalam menerapkan kebiasaan hemat energi di lingkungan sekolah.
2. Mengembangkan kampanye hemat energi yang kreatif dan menarik melalui Kompetisi Feed/Reels Instagram dengan memanfaatkan Filter AR (Augmented Reality).
3. Mengetahui peran program digital dalam mendukung penerapan kebiasaan hemat energi sekaligus mengurangi penggunaan media kampanye fisik yang dapat menghasilkan sampah.
4. Memanfaatkan media sosial Instagram sebagai sarana edukasi dan kampanye lingkungan untuk meningkatkan pemahaman siswa mengenai pentingnya menghemat energi.
5. Mendorong kreativitas dan kerja sama antarsiswa melalui kegiatan kompetisi antarkelas yang mengangkat tema hemat energi dan kepedulian terhadap lingkungan.
1.6 Manfaat Penelitian
1. Bagi Siswa
Meningkatkan kesadaran siswa mengenai pentingnya menghemat energi serta mendorong siswa untuk menerapkan kebiasaan hemat energi dalam kehidupan sehari-hari. Selain itu, kegiatan ini dapat mengembangkan kreativitas, kemampuan bekerja sama, dan keterampilan dalam membuat konten digital.
2. Bagi Sekolah
Membantu sekolah dalam meningkatkan budaya hemat energi dan kepedulian terhadap lingkungan. Program ini juga dapat menjadi alternatif kampanye lingkungan yang praktis dan mengurangi penggunaan media promosi berbahan fisik yang berpotensi menghasilkan sampah.
3. Bagi Lingkungan
Mendorong penerapan kebiasaan hemat energi sehingga dapat membantu mengurangi penggunaan energi yang tidak diperlukan serta mendukung upaya menjaga kelestarian lingkungan.
4. Bagi Pengembangan Teknologi dan Media Sosial
Menunjukkan bahwa Instagram dan teknologi Augmented Reality (AR) dapat dimanfaatkan sebagai media edukasi lingkungan yang interaktif, kreatif, dan sesuai dengan perkembangan teknologi.
5. Bagi Peneliti
Menambah pengalaman dan wawasan dalam merancang serta melaksanakan program kampanye lingkungan berbasis digital, khususnya melalui media sosial dan Filter AR.
6. Bagi Pendidik/Pengembang Kebijakan
Memberikan acuan model kegiatan ekstrakurikuler atau kampanye edukatif yang relevan, interaktif, dan sesuai dengan tren perkembangan perkembangan teknologi peserta didik.