Jakarta, 10 Agustus 2025 - Sidang Persaudaraan Pekamus Seluruh Indonesia (Perkamusi) tahun 2025 dilaksanakan pada 7 Agustus 2025 sebagai bagian dari rangkaian acara Seminar Leksikografi Indonesia (SLI) 2025 dengan tema "Leksikografi dan Kecerdasan Artifisial:. Sidang berlangsung untuk memilih pengurus tahun 2025--2026 serta merancang kegiatan utama Perkamusi selama satu tahun ke depan.
Selain itu, pengurus Perkamusi masa jabatan tahun 2025--2026 bersama penyelenggara Seminar Leksikografi Indonesia juga merumuskan rekomendasi bagi perkembangan leksikografi di Indonesia. Salah satu rekomendasi yaitu perlu adanya konsorsium nasional multidisipliner untuk pembangunan model bahasa (language models) secara mandiri untuk bahasa dan aksara di Indonesia yang bertujuan menunjang pelestarian dan pengembangan bahasa-bahasa di Indonesia. (lia)
Semarang, 9 September 2025 – Program Magister Linguistik Fakultas Ilmu Budaya Universitas Diponegoro bekerja sama dengan Perkumpulan Ahli dan Pemerhati Kamus Indonesia (PERKAMUSI) sukses menyelenggarakan webinar internasional bertajuk Current Issues in Lexicography. Acara ini dibuka secara resmi oleh Prof. Alamysah, M.Hum., Dekan Fakultas Ilmu Budaya UNDIP, dan program ini diusulkan oleh Prof. Agus Subiyanto, M.A., Ketua Program Studi Magister Linguistik UNDIP.
Webinar menghadirkan narasumber terkemuka dari dalam dan luar negeri serta mendapatkan antusiasme tinggi dari peserta. Dr. Mualimin (UNDIP) bertindak sebagai moderator yang memandu jalannya diskusi.
Tiga pembicara utama menyampaikan materi yang berfokus pada perkembangan mutakhir dalam dunia leksikografi:
Dr. Danica Salazar (Executive Editor for World Englishes, Oxford Languages)
Menyampaikan tentang Oxford English Dictionary (OED) yang kini berbasis korpus dan semakin mengandalkan Artificial Intelligence (AI) dalam pengelolaan data leksikal. Ia menekankan pentingnya pendekatan berbasis bukti (evidence-based approaches) untuk memotret dinamika World Englishes.
Dr. Dewi Puspita (Widyabasa Ahli Madya, Badan Bahasa Kemendikdasmen)
Mengulas transformasi Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) dari versi cetak hingga format daring seperti sekarang. Perubahan ini menunjukkan upaya berkelanjutan untuk menyesuaikan KBBI dengan kebutuhan masyarakat bahasa di era digital.
Prihantoro, Ph.D. (Dosen Universitas Diponegoro dan Ketua PERKAMUSI)
Mengenalkan PERKAMUSI sebagai wadah asosiasi profesi bagi para pekamus di Indonesia. Ia menekankan pentingnya kolaborasi antara akademisi, praktisi, dan lembaga pemerintah untuk memperkuat pengembangan kamus dan leksikografi nasional.
Webinar ini diikuti oleh ratusan peserta dari berbagai kalangan, baik akademisi, mahasiswa, maupun praktisi bahasa. Antusiasme terlihat dari banyaknya pertanyaan yang diajukan serta diskusi interaktif yang berlangsung sepanjang acara.
Melalui kegiatan ini, diharapkan tercipta sinergi antara lembaga internasional, nasional, dan komunitas leksikografi Indonesia, sehingga pengembangan kamus dapat terus menjawab tantangan zaman.