Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) terpilih kembali sebagai Presiden Indonesia dalam Pemilu 2009, kali ini berpasangan dengan Wakil Presiden Boediono. Ini menjadikannya presiden pertama yang terpilih melalui pemilihan langsung untuk dua periode berturut-turut setelah era Reformasi. Adapun faktor yang melatarbelakangi terpilihnya kembali SBY sebagai presiden untuk periode kedua ialah:
Keberhasilan pada Periode Pertama
Selama periode pertama pemerintahannya (2004–2009), SBY dianggap berhasil menjaga stabilitas politik dan ekonomi Indonesia. Program-program seperti bantuan langsung tunai (BLT) untuk masyarakat miskin dan keberhasilannya menurunkan harga pangan serta bahan bakar meningkatkan persepsi positif terhadap kinerjanya di mata publik.
Komitmen terhadap Pemberantasan Korupsi
Masyarakat melihat SBY sebagai figur yang serius dalam memberantas korupsi, meskipun terdapat kritik terkait efektivitasnya. Partai Demokrat yang dipimpinnya juga dipersepsikan sebagai partai dengan tingkat korupsi lebih rendah dibandingkan partai lain saat itu.
Kemenangan Partai Demokrat dalam Pemilu Legislatif 2009
Partai Demokrat meraih kemenangan besar dalam Pemilu Legislatif 2009 dengan memperoleh 20,8% suara, mengungguli Golkar dan PDI-P. Hal ini memperkuat posisi SBY sebagai calon presiden yang didukung oleh koalisi partai-partai besar, termasuk PKB, PAN, dan PKS.
Pasangan Strategis dengan Boediono
Pemilihan Boediono, seorang ekonom dan mantan Gubernur Bank Indonesia, sebagai calon wakil presiden dianggap langkah strategis untuk memperkuat citra pemerintahan yang fokus pada stabilitas ekonomi dan reformasi keuangan.