kesultanan buton
kesultanan buton
Kesultanan Buton
1. Gambaran Umum
Kesultanan Buton (atau Wolio) adalah kerajaan Islam yang berdiri di wilayah Sulawesi Tenggara, berpusat di Pulau Buton (Buton/Buton Island). Kesultanan ini terkenal karena sistem pemerintahannya yang sangat terstruktur, demokratis, dan berkonstitusi — salah satu yang tertua di Indonesia.
Kesultanan Buton berdiri pada abad ke-14, dan berubah menjadi kesultanan Islam pada awal abad ke-16.
---
2. Pendiri dan Islamisasi
Pendiri awalnya adalah Wa Kaa Kaa (Ratu pertama).
Islam masuk pada masa Sultan Murhum (La Buke) sekitar tahun 1540-an, yang menjadi sultan pertama.
---
3. Wilayah Kekuasaan
Wilayah kesultanan meliputi:
Pulau Buton
Pulau Muna
Pulau Kabaena
Kepulauan Tukang Besi (Wakatobi sekarang)
Sebagian wilayah Sulawesi Tenggara pesisir
Kekuasaan Buton kuat terutama pada jalur laut karena posisi strategis di jalur perdagangan timur Nusantara.
---
4. Pemerintahan & Undang-Undang Martabat Tujuh
Kesultanan Buton terkenal dengan sistem hukum tertulis bernama "Undang-Undang Martabat Tujuh" dan lembaga pemerintahan yang unik:
Sultan sebagai pemimpin
Dewan adat "Sarakah"
4 Menteri (Bonto)
8 Kepala Distrik (Patalimbona)
12 Pemuka adat (Walaka)
Sistem ini membuat Buton sering disebut sebagai kerajaan dengan konstitusi tradisional paling maju di Indonesia.
---
5. Ekonomi dan Perdagangan
Kegiatan ekonomi:
perdagangan laut
garam
hasil hutan
rempah-rempah
perikanan
Kapal Buton terkenal kuat dan lincah, digunakan untuk perdagangan antar-pulau.
---
6. Hubungan dengan Kolonial
Kesultanan Buton pernah bersekutu dengan VOC Belanda, tetapi tetap memiliki otonomi pemerintahan internal. Pengaruh Belanda makin besar menjelang abad ke-19.
---
7. Berakhirnya Kesultanan
Kesultanan Buton resmi berakhir pada 1960, ketika wilayahnya bergabung penuh dengan administrasi Republik Indonesia.
---
8. Peninggalan Penting
Benteng Keraton Buton (salah satu benteng terbesar di dunia)
Masjid Agung Keraton Buton
Istana Sultan Buton
Tradisi Posuo, Kapurung, Zikir Kabanti, dan budaya Wolio