Mahasiswa Prodi PAI Semester 8 Jadi Pemateri dalam Kajian Ramadan PB Himpunan Mahasiswa Semende Se-Sumatera Selatan (Lampung, 01 Maret 2026)
Lampung — Mahasiswa Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) bernama Kholid Musaddad, kembali menunjukkan kontribusinya dalam kegiatan keagamaan dengan menjadi pemateri dalam "Kegiatan Kajian Ramadan 1447H" yang diselenggarakan oleh Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Semende Se-Sumatera Selatan. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Minggu, 01 Maret 2026 secara daring melalui aplikasi Zoom Meetings dan diikuti oleh mahasiswa serta pemuda Semende dari berbagai daerah.
Kajian Ramadan ini diselenggarakan sebagai sarana memperdalam pemahaman keislaman sekaligus mempererat silaturahmi antar mahasiswa Semende yang berada di berbagai wilayah di Sumatera Selatan dan sekitarnya. Dalam kesempatan tersebut, mahasiswa Prodi PAI menyampaikan materi yang berkaitan dengan makna Ramadan sebagai momentum peningkatan kualitas iman, ketakwaan, serta perbaikan diri.
Dalam pemaparannya, ia menekankan bahwa bulan Ramadan bukan hanya sekadar menjalankan ibadah puasa, tetapi juga menjadi kesempatan bagi setiap Muslim untuk meningkatkan kualitas ibadah, memperbanyak amal kebaikan, serta memperkuat hubungan dengan Allah SWT.
“Ramadan adalah bulan pendidikan spiritual. Di dalamnya kita dilatih untuk menahan diri, memperbaiki akhlak, dan meningkatkan kepedulian sosial terhadap sesama,” ujarnya dalam penyampaian materi.
Kegiatan kajian berlangsung dengan penuh antusias. Para peserta aktif mengikuti pemaparan materi dan terlibat dalam sesi diskusi serta tanya jawab yang membahas berbagai persoalan keagamaan yang sering dihadapi generasi muda selama menjalani ibadah Ramadan.
Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Semende Se-Sumatera Selatan menyampaikan apresiasi atas kesediaan mahasiswa Prodi PAI yang telah berbagi ilmu dan motivasi dalam kegiatan tersebut. Mereka berharap kajian Ramadan ini dapat memberikan manfaat serta menambah wawasan keislaman bagi para peserta.
Melalui kegiatan ini, diharapkan semangat kebersamaan dan nilai-nilai keislaman di kalangan mahasiswa Semende dapat terus terjaga, sekaligus menjadikan bulan Ramadan sebagai momentum untuk memperkuat iman, memperbaiki diri, dan meningkatkan kualitas ibadah dalam kehidupan sehari-hari.
Mahasiswa Prodi PAI Semester 6 Jadi Pembicara dalam Kegiatan “Teman Healing” Bertema “La Tahzan” di Ballroom Hotel Horison Lampung (Bandar Lampung, 08 Maret 2026)
Lampung — Mahasiswa Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) bernama Ahmad Nurmubin, turut berkontribusi dalam kegiatan pengembangan diri bertajuk “Teman Healing” yang mengangkat tema “La Tahzan”. Kegiatan ini diselenggarakan di Ballroom Hotel Horison Lampung dan dihadiri oleh peserta dari kalangan mahasiswa serta masyarakat umum yang tertarik pada isu kesehatan mental dan penguatan spiritual.
Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa Prodi PAI hadir sebagai pembicara yang menyampaikan materi mengenai pentingnya menjaga kesehatan mental melalui pendekatan spiritual. Tema “La Tahzan” yang berarti jangan bersedih menjadi landasan pembahasan dalam mengajak peserta memahami bahwa setiap ujian kehidupan dapat dihadapi dengan kesabaran, optimisme, dan keimanan kepada Tuhan.
Dalam paparannya, ia menjelaskan bahwa rasa sedih, cemas, dan tekanan hidup merupakan hal yang wajar dialami setiap individu. Namun, dengan memperkuat nilai-nilai keimanan, seseorang dapat menemukan ketenangan hati serta kemampuan untuk bangkit dari berbagai permasalahan hidup.
“Pesan La Tahzan mengajarkan kita untuk tidak larut dalam kesedihan. Setiap kesulitan pasti disertai kemudahan, dan dengan mendekatkan diri kepada Allah, hati akan menjadi lebih tenang dan kuat menghadapi kehidupan,” ungkapnya di hadapan para peserta.
Kegiatan berlangsung secara interaktif dengan sesi diskusi dan tanya jawab. Para peserta tampak antusias berbagi pengalaman serta mengajukan berbagai pertanyaan terkait cara mengelola emosi, menghadapi tekanan hidup, dan menjaga keseimbangan antara kesehatan mental dan spiritual.
Penyelenggara kegiatan menyampaikan bahwa acara “Teman Healing” bertujuan menciptakan ruang aman bagi generasi muda untuk belajar memahami diri, saling berbagi pengalaman, serta mendapatkan motivasi positif. Kehadiran mahasiswa Prodi PAI sebagai pembicara dinilai memberikan perspektif religius yang relevan dalam membantu peserta menemukan makna dan ketenangan dalam kehidupan.
Melalui kegiatan ini, diharapkan para peserta dapat memperoleh pemahaman baru bahwa proses healing tidak hanya berkaitan dengan relaksasi fisik dan emosional, tetapi juga dapat diperkuat melalui nilai-nilai spiritual yang menumbuhkan harapan, ketenangan, dan optimisme dalam menjalani kehidupan.
Mahasiswa PAI Semester 6 Sampaikan Tausiyah Ramadan dalam Program Prime Time Petang Yayasan Darul Fattah Lampung
Lampung — Mahasiswa Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) bernama Shofie Athalia Samsul semester 6, turut berkontribusi dalam kegiatan dakwah Ramadan dengan menyampaikan tausiyah dalam program Prime Time Petang yang diselenggarakan oleh Yayasan Darul Fattah Lampung. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian program Ramadan yang bertujuan memberikan siraman rohani kepada masyarakat menjelang waktu berbuka puasa.
Dalam kesempatan tersebut, mahasiswa PAI menyampaikan tausiyah yang mengangkat pesan tentang pentingnya memanfaatkan bulan Ramadan sebagai momentum memperbaiki diri, meningkatkan kualitas ibadah, serta memperkuat hubungan dengan Allah SWT. Tausiyah disampaikan dengan bahasa yang ringan dan reflektif sehingga mudah dipahami oleh para jamaah yang mengikuti kegiatan tersebut.
Dalam penyampaiannya, ia menekankan bahwa Ramadan merupakan bulan penuh keberkahan yang seharusnya dimanfaatkan oleh setiap Muslim untuk memperbanyak amal kebaikan, seperti memperbanyak membaca Al-Qur’an, memperkuat silaturahmi, serta meningkatkan kepedulian sosial kepada sesama.
“Ramadan bukan hanya tentang menahan lapar dan dahaga, tetapi juga tentang melatih kesabaran, memperbaiki akhlak, dan mendekatkan diri kepada Allah SWT,” ujarnya dalam tausiyah yang disampaikan pada program Prime Time Petang.
Program Prime Time Petang sendiri menjadi salah satu agenda rutin Ramadan Yayasan Darul Fattah Lampung yang menghadirkan berbagai penceramah dari kalangan ustaz, akademisi, hingga mahasiswa untuk memberikan tausiyah singkat kepada masyarakat. Kegiatan ini bertujuan menambah wawasan keislaman sekaligus menjadi pengingat bagi umat Muslim agar senantiasa meningkatkan kualitas ibadah selama bulan suci Ramadan.
Kehadiran mahasiswa PAI semester 6 sebagai penceramah dalam kegiatan tersebut menunjukkan peran aktif mahasiswa dalam menyebarkan nilai-nilai dakwah Islam di tengah masyarakat. Diharapkan kegiatan ini dapat memberikan manfaat spiritual bagi para jamaah serta menjadi pengalaman berharga bagi mahasiswa dalam mengembangkan kemampuan berdakwah dan berbagi ilmu keagamaan.
Dari kisah kisah para nabi Allah diatas. Perjuangan para Nabi dalam menegakkan kalimatillah adalah bukti nyata bahwa Allah SWT tidak pernah menyia-nyiakan setiap tetes keringat, air mata, dan pengorbanan hamba-Nya.
Meskipun ujian terasa berat dan rintangan seakan tak berujung, janji Allah itu pasti: setiap usaha tulus di jalan-Nya akan membuahkan kemuliaan, baik di dunia maupun sebagai simpanan indah di akhirat kelak
Teruslah melangkah, karena tak ada kebaikan yang luput dari pandangan-Nya."
Teruslah beribadah Karna Allah pasti akan Membalas dengan Pembalasan yang Terbaik disisi-Nya.
Dan yang pasti, jangan sia siakan Ramdhan yang telah masuk masa masa akhir ini. Bukan hanya kita akan mendapat balasan akan ibadah ibadah kita, Namun. Ibadah itu akan dibalas ratusan bahkan ribuan kali dari apa yang kita bayangkan.
Wallahu'alam