Terlahir di Ranir, India (nama kini Ra ndir) ia tumbuh menjadi pribadi yang luar biasa. Ia memiliki nama lengkap Nuruddin Muhammad ibn ‘Ali ibn Hasanji ibn Muhammad amid al-Quraishi al- Shafi‘i al-Asy‘ary Al-’Aydarusi ar-Raniri yang dikemudian hari dikenal dengan Nuruddin Ar Raniry. Namanya dinisbatkan pada daerah kelahirannya. Para ahli memperkirakan ia merupakan keturnan dari Al-Hamid dan Zuhra, salah satu dari keluarga Quraisy. Kemungkinan lainnya ia memiliki garis genealogi dari Abu Brakar Abdullah bin Zubair al-Asadi al- Humaydi. Belum diketahui kapan ia dilahirkan, namun diperkirakan ia dilakirkan pada tahun 1600-an. Ayah dari Nuruddin Ar Raniry adalah Ali Ar Raniri. Merupakan seorang pedagang Arab yang memiliki pehatian bersar pada penididkan islam, ia juga merupakan seorang Imigran Hadhrami, sedangkan ibunya seorang keturunan melayu.
Kota kelahirnhya, Ranir, merupakan kawasan yang cukup sibuk pada paruh pertama abad ke enam belas. Bangsa Arab, Turki, Persia, dan Melayu sering mengunjungi daerah tersebut dan sebagian darinya menetap disana. Namun pada tahun 1030 M Ranir dijajah oleh Portugis. Meskipun daerah tersebut dibawah jajahan Portugis, namun keluarga Ar-raniri memutuskan unutk tetap menetap disana. Para pedagang ketururnan Arab dari kalangan Hadrami tetap menjaga hubungan baik dengan orang-orang di Hadramaut. Yaman, Haramayn, dan wilyah melayu-Indonesia.