Selamat datang di subhalaman!
Kearifan lokal wisata gresik yang pertama adalah Bandar Grisse. Berdasarkan beberapa literatur, Bandar Grissee sudah ada sekitar tahun 1400 Masehi, yakni pada zaman Sunan Giri. Wisata ini dinamakan Bandar karena lokasinya yang dekat dengan pelabuhan, dan dulunya adalah pusat perdagangan pertama di Indonesia. Ada banyak situs-situs bersejarah yang dapat dikunjungi di area ini. Salah satunya adalah makam Siti Fatimah Binti Maimun, yang konon adalah makam tertua se-Asia Tenggara.
Bandar Grissee terkenal sebagai tempat wisata kota tua di Gresik. Wisata ini Memiliki keunikan akan keragaman budaya dan toleransi karena memiliki tiga kawasan dari beragam etnis, yaitu Kampung Arab, Pecinan, dan Kolonial. Kampung-kampung tersebut tentu memiliki keunikannya masing-masing.
Ketika berkunjung ke kawasan kolonial, berbagai bangunan dengan arsitektur Belanda dapat Anda jumpai. Salah satunya adalah Gedung Nasional Indonesia yang kini telah dijadikan cagar budaya. Adapun tempat wisata lain yang dapat dikunjungi di area ini adalah Pelabuhan Kapal Kayu dan Pantecosta. Seperti yang kalian baca tadi, Bandar Grisse memiliki nilai estetika yang sangat tinggi. Sehingga, bagi kamu yang sangat suka mengambil foto maupun selfie sangatlah cocok untuk datang ke tempat ini
Bagi para traveler yang ingin melihat-lihat seperti apa Bandar Grisse, dapat berkunjung di waktu kapan saja, karena tidak ada jam operasional. Selain itu, Anda tidak dikenakan biaya atau tiket masuk untuk menjelajahi kawasan ini. Namun, untuk belajar lebih dalam lagi tentang kawasan bersejarah ini disarankan agar menggunakan jasa pemandu wisata atau tour guide yang akan menjelaskan setiap sudut di tempat tersebut dan wisatawan akan diantar menggunakan kendaraan yang telah disediakan Pokdarwis.
Kota Gresik di kenal sebagai kota industri. Di dalam kota industri ini tidak hanya pabrik saja tetapi gresik juga mempunyai beberapa tempat wisata salah satu nya ada Bukit Jamur. Bukit Jamur ini terletak di Kecamatan Bungah, Kabupaten Gresik, Jawa Timur. Bukit Jamur sendiri awalnya hanya berupa bebatuan kapur saja tetapi ada peristiwa alam berupa pengikisan dari angin lama kelamaan bukit ini membentuk seperti jamur. Oleh karena itu bukit tersebut dinamakan bukit jamur
Bukit di Bukit Jamur ini berbentuk mirip ‘jamur’ dengan bagian bawah yang kecil disertai tudung berbentuk melebar. Bukit Jamur merupakan fenomena alam yang biasa disebut Mushroom Rock, yaitu fenomena dimana batu terkikis oleh angin yang akan membawa dan membuang material-material kecil dari batu tersebut. Karena bagian atas batu lebih kuat dan padat dibandingkan bagian bawahnya maka bagian bawah batu akan lebih cepat terkikis sehingga membentuk sebuah batu yang mirip dengan jamur.
Bukit Jamur Gresik dulunya merupakan tempat bekas proyek penggalian atau penambangan kapur yang sudah tidak beroperasi lagi. Ada sekitar 40 batu jamur di lokasi dengan luas sekitar 3 hektar tersebut. Tinggi batuan jamur bervariasi, mulai dari 2 meter dan puncak paling tinggi dari bukit tersebut sekitar 7 meter. Bukit Jamur bisa dijadikan salah satu tempat yang cocok untuk berburu atau hunting photo di Kota Gresik.
Bukit Jamur di Gresik ini memang terbukti unik, selain bentuknya yang mirip dengan jamur, Bukit Jamur ini juga dikelilingi bukit kapur dan sawah. Dengan bentuk batu yang unik seperti jamur tersebut, Bukit Jamur ini menjadi tempat yang menarik serta unik untuk masyarakat sekitar. Bahkan, Bukit Jamur ini telah menyita perhatian banyak orang, terbukti dengan makin banyaknya pengunjung tiap minggunya demi melihat dan menikmati pesona dan keindahan tersembunyi Bukit Jamur tersebut.
Kabupaten Gresik merupakan daerah dengan perbukitan kapur yang layak untuk anda kunjungi. Salah satunya adalah Bukit Kapur Sekapuk Setigi yang kini menjadi destinasi wisata menarik.
Memiliki area yang luas dengan pemandangan alam yang eksotis. Menawarkan spot Instagramable di tengah perbukitan kapur. Pesona tersebut mejadikan Bukit Kapur Sekapuk Setigi meraih anugerah sebagai wisata Gresik 2021 dengan kategori daya tarik wisata buatan terbaik.
Bukit Kapur Sekapuk Setigi awalnya merupakan area tambang batu kapur. Setigi adalah kepanjangan dari selo, tirto, giri. Merupakan bahasa Sansekerta yang masing-masing memiliki arti batu, air, gunung. Sedangkan Sekapuk, diambil dari nama desa di mana Bukit Kapur Setigi berada.
Wisata Bukit Kapur ini digagas oleh Abdul Halim. Yaitu Kepala Desa Sekapuk yang lebih dikenal Ki Begawan Setigi. Beliau dikenal sebagai sosok yang kerap berinovasi. Selain sebagai inisiator dari wisata ini, beliau juga mendirikan Ponpes Sumber Terang pada tahun 2020 lalu.
Pemandangan bukit dan gua kapur buatan menjadi daya tarik utamanya. Ditempat ini pengunjung akan disajikan dengan barisan bukit kapur yang panjang dan luas. Bukit-bukit kapur ini menjulang sekitar 3 km hingga ke Desa Cangaan. Kamu bisa menyusuri gua kapur tersebut dan menikmati keindahannya.
Ditempat wisata ini juga terdapat sejumlah ikon dan spot foto yang keren dan instagramable. Salah satunya Telaga Jamrud dengan wahana airnya. Spot foto lainnya yaitu Candi Topeng Nusantara, Kolam Renang Banyu Gentong hingga mengendarai ATV dan masih masih banyak kegiatan seru lainnya.
Kearifan lokal wisata Gresik selanjutya adalah kampung kemasan. Kampung kemasan merupakan perkampungan yang terletak di daerah Kemasan. Daerah ini sekitar 200 meter di Sepanjang Ny.Ag Arem-arem yang berjarak sekitar 700 meter alun-alun Kota Gresik.
Nama Kemasan ini bermula pada keberadaan seorang perajin emas bernama Bak Liong. Kualitas hasil kerajinan Bak Liong yang bagus, membuat banyak orang memesan perhiasan kepadanya. Hal itu membuat seiring waktu kampung tempat perajin emas itu tinggal disebut Kampung Kemasan yang berada di Gresik.
Beberapa bangunan yang ada di kampung ini tergolong bangunan tua yang berpotensi sebagai bangunan cagar budaya. Hal ini karena usia bangunan yang lebih dari 50 tahun (rata-rata antara 50-100 tahun dan dibangun pada 1909 M). Selain itu, gaya arsitektur Eropa dapat dilihat pada pilar-pilar penyangga atap, jendela dan pintu yang relatif besar, serta ornament pada dinding. Sedangkan gaya arsitektur China dapat dilihat pada atap dan pemakaian warna serba merah. Saat ini, beberapa bangunan rumah itu masih terawat dengan baik, karena masih ditempati sebagai rumah tinggal dan pada bagian atasnya (lantai 2) beberapa masih dimanfaatkan untuk budidaya burung walet.
Salah satu ikon dari Kampung Kemasan yakni Rumah Gajah Mungkur. Rumah ini menjadi daya tarik bagi wisatawan untuk berfoto-foto di pekarangan depan. Banyak pengunjung yang datang ke Kampung Kemasan dengan berbagai tujuan, antara lain sekadar berwisata, foto pra wedding, swafoto dan obyek penelitian bangunan kuno.
Wisata Kampung Kemasan dibuka dari jam 08.00-20.00 WIB. Jika kamu. ingin bepergian ke Gresik, tidak ada salahnya mencoba mengunjungi Kampung Kemasan ini.
Selain wisata religi, Kabupaten Gresik ternyata menyimpan berbagai macam wisata lain seperti Wisata Alam Gosari (Wagos). Aneka macam spot untuk swafoto dihadirkan, sehingga menjadi wisata baru kekinian di kota pudak. Wagos terletak di Desa Gosari Kecamatan Ujungpangkah Gresik Jawa Timur.
Berbagai macam konsep rumah kayu pun tak luput menjadi perhatian, Bahkan beberapa pengunjung asyik melakukan swafoto di spot unik yang terdapat di areal tersebut. Masih di areal Wisata Alam Gosari (Wagos), terdapat sendang pancuran yang airnya konon bisa menyembuhkan segala macam penyakit. Selain itu ada pula situs prasasti butulan peninggalan sejarah masa lampau yang terdapat di areal gunung kapur desa setempat.
Selain bisa berwisata alam, pengunjung juga bisa berwisata melihat peninggalan sejarah masa lampau berbentuk prasasti yang berada di lereng bukit kapur Desa Gosari. Untuk sementara, Wisata Alam Gosari (Wagos) belum dipungut biaya sehingga pengunjung bisa masuk ke areal wisata cukup dengan membayar parkir Rp. 3.000 untuk sepeda motor, Rp. 5.000 bagi pengunjung yang membawa kendaraan roda empat.