Untuk sekarang ini, ada banyak cara yang bisa dilakukan untuk menggandakan uang yang kita miliki seperti salah satunya adalah investasi. Akan tetapi, bukan berarti dengan melakukan investasi maka uang kita akan langsung bertambah sebab ketika kita mempertaruhkan uang milik kita maka akan ada risiko yang mungkin saja terjadi.
Namun, kita juga tidak perlu khawatir karena jika kita mempelajari dan memulai dengan cara yang benar, maka kita bisa berhasil menjadi investor yang baik. Dalam ulasan 10 top investing tips kali ini, kami akan memberikan beberapa cara yang bisa dilakukan agar investasi yang kita lakukan bisa berjalan dengan baik dan tentunya memberikan keuntungan yang besar.
1. Lihat Kebutuhan dan Tujuan
Hal utama yang penting dari investasi adalah memikirkan sasaran keuangan kita. Luangkan waktu dan pikirkan semua tujuan mengapa kita ingin melakukan investasi. Pisahkan antara tujuan jangka pendek, menengah dan juga panjang. Perencanaan investasi ini sangat dibutuhkan dan harus atas dasar tujuan keuangan kita.
2. Pisahkan Tabungan dan Investasi
Perlu diketahui jika tabungan dan investasi merupakan dua hal yang berbeda. Uang yang ditabung tidak akan menghasilkan apapun selain nominal yang disetorkan ke Bank ditambah dengan sedikit bunga. Sedangkan investasi bisa memberikan keuntungan yang cukup tinggi dan biasanya berjenis investasi jangka panjang.
Untuk itu, jangan gunakan uang yang mungkin akan segera dibutuhkan. Setidaknya untuk satu tahun ke depan untuk berinvestasi, maka sebaiknya kita menganggap uang yang sudah diinvestasikan tersebut tidak pernah ada.
3. Sesuaikan Jenis Investasi dengan Gaji
Ada banyak macam investasi dari mulai saham online, reksa dana, trading forex, logam mulia bahkan sampai investasi properti. Masing masing investasi ini juga memiliki kelebihan dan kekurangannya masing masing. Sedangkan pilihan investasi harus disesuaikan dengan kemampuan yang kita miliki saat ini. Jika gaji kita masih fresh graduate yakni di bawah 4 Juta Rupiah, maka sebaiknya pilih juga investasi dengan risiko yang rendah.
Beberapa contoh investasi rendah yang bisa dipilih antara lain adalah tabungan berjangka, reksa dana, emas dan sebagainya. Investasi risiko rendah seperti logam mulia dan reksa dana sangat cocok bagi kita yang tidak memiliki modal besar dan belum memiliki pengalaman yang cukup.
Sedangkan untuk investasi saham perusahaan yang dibeli lewat bursa efek dan trading forex terbilang tidak cocok karena modal yang dibutuhkan cukup besar dan risikonya juga terbilang tinggi meski keuntungan yang bisa didapat juga besar.
4. Pelajari Pasar
Risiko gagal dalam berinvestasi nantinya bisa diminimalisir jika kita mempelajari pasar. Berbeda dengan tabungan, investasi memiliki 2 kemungkinan yakni berhasil dan mendapatkan keuntungan serta gagal dan mengalami kerugian.
Risiko kegagalan tersebut memang akan selalu ada sebab kondisi pasar tidak bisa diprediksi. Mempelajari pasar ini akan sangat membantu untuk meminimalisir kegagalan dalam berinvestasi.
Sebagai contoh jika anda ingin berinvestasi pada sebuah perusahaan, maka cobalah untuk mempelajari lebih dulu tentang kondisi perusahaan tersebut. Pelajari segala prospek perusahaan di masa depan serta kondisi hutang perusahaan tersebut. Risiko kegagalan nantinya bisa bertambah besar jika anda terburu buru dalam berinvestasi dalam perusahaan yang tidak sehat.
5. Sebar Investasi di Banyak Bidang
Selain memilih jenis investasi serta perusahaan atau barang, diversifikasi juga menjadi hal yang sangat penting dalam investasi. Hindari menaruh uang hanya dalam satu lapak karena ini bisa berbahaya.
Meski pada saat itu perusahaan atau barang memang memiliki prospek yang baik, namun kita tidak akan pernah tahu apa yang akan terjadi di masa depan. Jika ada sesuatu yang terjadi, maka kita harus bersiap kehilangan segalanya. Hal terbaik yang bisa anda lakukan adalah menyebar investasi di beberapa bidang yang berbeda. Dengan ini, maka jika terjadi sesuatu yang tidak diinginkan, kita tidak akan kehilangan semuanya.
6. Amati Grafik Pertumbuhan Investasi
Laju dari investasi nantinya akan mengalami pergerakan yang cukup signifikan. Bahkan hanya dalam hitungan menit, harga yang awalnya 4 ribu bisa meningkatkan menjadi Rp.4.500. Laju pertumbuhan inilah yang harus diwaspadai mengingat pertumbuhan harga juga tidak selamanya akan naik.
Apapun jenis investasi yang kita pilih, tetap perhatikan laku pertumbuhan sesering mungkin. Ini juga akan sangat membantu ketika kita ingin mengambil keputusan saat berinvestasi. Sebagai contoh, apakah kita ingin melanjutkan di produk investasi itu atau ingin berpindah ke investasi lainnya.
7. Pilih Investasi Kebal Inflasi
Ada beberapa instrumen investasi yang sebenarnya layak untuk dipilih seperti obligasi, saham, reksa dana, properti, deposito, valas dan juga emas. Namun tidak semua instrumen investasi bisa kebal terhadap laju inflasi. Ini mengartikan jika nilai yang diinvestasikan bisa menurun khususnya jika perusahaan juga sedang mengalami keterpurukan ekonomi selama masa inflasi tersebut. Untuk itu, sebaiknya kita memperhatikan dan terus mencari tahu lebih dalam tentang instrumen investasi yang ada.
8. Perhatikan Puncak Siklus Investasi Sebelum Jatuh
Sebuah investasi akan sampai ke puncak sebelum nantinya masuk ke tahap penurunan. Puncak investasi tersebut memang tidak dapat dilihat namun akan ada beberapa ciri yang bisa anda perhatikan seperti salah satunya adalah imbalan yang didapatkan tiba tiba meningkat lebih tinggi dari yang biasanya didapatkan dalam waktu 1 tahun.
9. Siapkan Dana Darurat
Jika kita belum memiliki dana darurat, maka sebaiknya fokus pada usaha kita untuk mempersiapkan biaya hidup antara 3 sampai 6 bulan ke depan untuk berjaga jaga atau disebut juga dengan dana darurat. Uang ini bukanlah uang yang bisa diinvestasikan dan harus selalu siap untuk digunakan dan aman dari perubahan pasar. Kita bisa mengaturnya dengan membagi kelebihan uang setiap bulan kemudian menyimpan sebagian dan itulah yang akan digunakan sebagai dana darurat dan sebagian lagi bisa digunakan untuk investasi.
Apapun yang kita lakukan, sebaiknya jangan gunakan seluruh uang ekstra yang kita miliki untuk investasi kecuali memang kita sudah terbilang aman dalam segi finansial. Sebab, ada saja kemungkinan terjadi sesuatu seperti kehilangan pekerjaan, sakit dan lain sebagainya.
10. Selesaikan Hutang dengan Bunga Tinggi
Jika kita memang memiliki pinjaman atau hutang kartu kredit dengan bunga tinggi yakni di atas 10%, maka sebaiknya jangan investasikan uang yang sudah kita dapatkan dengan bekerja keras. Bunga apapun yang kita dapatkan lewat investasi yang biasanya kurang dari 10% tidak akan membuat banyak perbedaan sebab kita akan menghabiskan uang yang lebih banyak untuk melunasi hutang.
INGIN INVESTASI YANG AMAN DARI INFLASI?? SEGERA HUBUNGI Kami