Museum Nasional Indonesia berawal dari pendirian Bataviaasch Genootschap van Kunsten en Wetenschappen pada 24 April 1778. Organisasi ilmiah yang dibentuk oleh para cendekiawan Belanda tersebut bertujuan untuk meneliti, mengumpulkan, dan melestarikan berbagai benda budaya, ilmiah, dan sejarah dari wilayah Nusantara.
Koleksi yang semakin berkembang membuat pemerintah kolonial memerlukan tempat penyimpanan yang lebih luas dan layak. Karena itu, pada pertengahan abad ke-19 dibangun sebuah gedung khusus di Jl. Medan Merdeka Barat, Jakarta. Gedung ini kemudian resmi dibuka untuk umum pada tahun 1868, menjadikannya salah satu museum tertua di Asia Tenggara.
Setelah Indonesia merdeka, museum ini berada di bawah pengelolaan pemerintah Republik Indonesia dan terus berkembang sebagai pusat penelitian, edukasi, serta pelestarian warisan budaya nasional.
Di masa Jepang: Museum sempat vakum aktivitasnya serta beberapa koleksi dipindahkan dan aktivitas ilmiah menurun.
Masa Indonesia Merdeka (Sejak 1945)
Setelah kemerdekaan: Museum berada di bawah Pemerintah Indonesia. Namanya berubah menjadi Museum Nasional pada tahun 1979. Fokusnya menjadi pusat edukasi kebudayaan dan sejarah Indonesia.
Ekspansi & Perkembangan Modern
Untuk menampung koleksi yang semakin besar, dibangun Gedung B (perluasan) yang dibuka pada 2007. Kini museum memiliki koleksi lebih dari 140.000 benda.
Peristiwa Kebakaran 2023
Pada September 2023, terjadi kebakaran di kompleks museum.
Sebagian bangunan dan koleksi terdampak, terutama area penyimpanan sementara. Saat ini beberapa ruang pamer mengalami pemulihan dan penataan ulang.
INFORMASI SELENGKAPNYA DIBAWAH INI YA ...