Museum
Museum
Kabar Terkini
Pembangunan Museum Islam Nusantara Lasem
Halaqoh Turots sebelum pendirian Museum
A. Kenapa Berdiri di Lasem
Kenapa museum Islam nusantara berdiri di Lasem, adalah pertanyaan yang sering diajukan banyak orang kepada saya. Saat peresmian, hal yang sama juga disampaikan Sandiaga Uno. Saat memberi sambutan, saya ungkapkan alasan utama kenapa museum ini harus berdiri di kota Lasem. Lasem adalah kota dengan peran menentukan dalam proses perjalanan dakwah Islam di Nusantara. Ada tiga fase sejarah yang membangun argumentasi dan telah terukir sebagai kontribusi penting Lasem dalam perjalanan dakwah Islam di negeri ini. Yang pertama, fase abad 15 masehi. Pada fase ini, Lasem berperan sebagai penentu transisi sejarah penting dari Majapahit menuju kerajaan Islam Demak. Periode ini adalah periode tampilnya Walisongo yang berhasil mengislamkan Nusantara. Sunan Ampel menjadi pelopor awal yang mendirikan pesantren di Ampel Denta Surabaya. Dari padepokan Ampel Denta, sang guru Sunan Ampel mengutus Sunan Bonang (putranya) dan Raden Wironegoro (murid dan menantunya) untuk memimpin dakwah Islam di Lasem. Saat itu sekitar tahun 1469 masehi, Lasem melepaskan diri dari Majapahit yang telah mengalami krisis kekuasaan akibat konflik internal. Lalu berdirilah kadipaten baru yang bersendikan Islam bernama Kadipaten Bonang Binangun. Kadipaten baru ini dipimpin oleh adipati Raden Wironegoro. Tidak lama setelah itu, berdirilah Kerajaan Islam di Demak pada tahun 1478. Menurut catatan Naskah ‘carita Lasem’, Raden Patah pendiri kerajaan Demak adalah menantu dari Raden Wironegoro Adipati Lasem saat itu. Raden Patah sendiri adalah teman satu pondok Sunan Bonang ketika sama-sama nyantri di Ampel Denta.Sowan KH. Mustofa Bisri berdiskusi tentang Museum Islam Nusantara Lasem
B. Kenapa Bernama Islam Nusantara
Ke depan, jika artefak dan manuskrip yang kami koleksi tekah cukup lengkap, tentu butuh membutuhkan pengembangan tempat dan pemaknaan baru. Insyaallah, di lantai 3 Masjid, kami akan kembangkan sebagai 'Museum Turots dan Manuskrip Nusantara" Masjid jamik Lasem.