MODUL AJAR AKIDAH AKHLAK
MATERI SYUABUL IMAN
kelas x
MODUL AJAR AKIDAH AKHLAK
MATERI SYUABUL IMAN
kelas x
pendahuluhan
setiap mukallaf wajib menyakini dan percaya tetang rukun iman yang ada 6 Sebagai orang yang mengaku agamanya adalah Islam, maka orang tersebut harus meyakini bahwasannya Allah SWT itu adalah Esa dan tiada sekutu bagi-Nya. Allah SWT adalah Dzat yang sempurna dan tiada kekurangan pada-Nya. Dialah yang menciptakan segala makhluk dari ketiadaan.
Untuk mengimani-Nya, seorang hamba harus mengetahui sifat-sifat wajib yang dimiliki oleh Allah SWT, 5 di antaranya: Wujud: bukti adanya makhluk menjadi bukti bahwa keberadaan-Nya itu nyata.Qidam: Dia sudah ada sebelum ada yang lain dan Dia berawal dari ketiadaan. Baqo: Allah SWT kekal keberadaannya dan tidak ada akhirnya. Mukholafatu lil hawaditsi: berbeda dari ciptaan-Nya Qiyamuhu binafsihi: berdiri sendiri/tidak memerlukan bantuan siapa pun dan sebagainya.
Berbicara tentang iman, tentu berbicara tentang keyakinan. Maka secara mutlak orientasi pembahasan dititik beratkan pada jiwa seseorang atau lazimnya di sebut “qalbu”. Hati merupakan pusat dari satu keyakinan, kita semua sepakat bahwa dalam diri manusia terdapatdua unsur pokok kejadian, terbentuknya jazad dan rohani, apabila keduanya pincang atausalah satu di antaranya kurang, maka secara mutlak tidak mungkin terbentuk makhluk yang bernama manusia. Iman menurut bahasa adalah membenarkan dengan hati atau percaya, sedangkan menurut syara’ iman itu bukanlah suatu angan-angan akan tetapi apa yang telah mantap dalam hati dandibuktikan lewat amal perbuatan. Hal ini tercermin dalam salah satu hadis Nabi yang berikut ini:
عَنْ عَلِي بْنِ أَبِي طَالِبٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ : قَالَ رَسُولُ اللهِ : أَلْإِيمَانُ مَعْرِفَةُ بِالْقَلْبِ وَقَوْل بِاللَّسَانِ وَعَمَلُ بِاالْأَرْكَانِ . (رواه ابن ماجه)
ARTINYA : di ceritakan dari ali bin abi thalib RA bahwa rasullahahi SAW. bersabda : iman itu mengetauhi di dalam hati, mengucapkan di lisan, dan mengamal kan di anggota badan ( diriwayatkan dari ibn majah RA )
Kata Iman di dalam al-Qur’an digunakan untuk arti yang bermacam- macam. Ar- Raghib al- Ashfahani, Ahli Kamus Al- Qur’an mengatakan bahwa kata iman didalam al- Qur’an terkadang digunakan untuk arti iman yang hanya sebatas di bibir saja padahal hati dan perbuatanya tidak beriman, terkadang digunakan untuk arti iman yang hanya terbatas pada perbuatan saja, sedangkan hati dan ucapannya tidak beriman dan ketiga kata iman terkadang digunakan untuk arti iman yang diyakini dalam hati, diucapkan dengan lisan dan diamalkan dalam perbuatan sehari- hari. Dari beberapa keterangan di atas, maka dapatlah ditarik kesimpulan sebagai bahan referensi bahwa pengertian bahwa iman adalah keyakinan yang kuat dan kepercayaan penuh terhadap suatu subjek, gagasan dan doktrin. Dengan kata lain, tidaklah sempurna iman seseorang kalauhanya menyakini dengan hati tanpa dibarengi dengan amal perbuatan.
PENYUSUN : M.AMILUDIN BIN MUHAJIR