Sungai Kandilo (191 km)
Di kabupaten ini terdapat 3 buah sungai besar, antara lain:
Sungai Pasir (221 km)
Sungai Kandilo (191 km)
Sungai Taluksari (169 km)
Potensi pariwisata yang ada di Kabupaten Paser cukup layak untuk dikembangkan sebagai penopang perekonomian daerah. Bahkan, baik objek wisata alam maupun objek wisata sejarah. Beberapa objek wisata di Kabupaten Paser antara lain:
Telaga Air Panas (Danum Layong) di Long Kali
Gua Jurong di Long Kali
Air Terjun Tiwei di Long Ikis
Air Terjun Doyam Turu di desa Lempesu, Pasir Belengkong
Air Terjun Rantau Buta di Rantau Buta
Air Terjun Gunung Rambutan di Batu Sopang
Gua Alam Loyang di Batu Sopang
Gua Tengkorak di desa Kasungai, Batu Sopang
Liang/Gua Losan di Muara Komam
Liang Mangkulangit di Muara Komam
Pasir Pantai di Tanjung Harapan
Pulau Batu Kapal di Tanjung Harapan
Kandilo Plaza, pusat perbelanjaan di Tanah Grogot
Agro Wisata Trubus Sari di desa Padang Pengrapat, Tanah Grogot
Taman Hutan Raya Lati Petangis, Batu Engau
Taman Alam Lembayung di Tanah Grogot
Taman Rigari di Tanah Grogot
Museum Sadurangas di Pasir Balengkong
Batu Indra Giri
Meriam Portugis
Kompleks makam raja-raja dari Kesultanan Paser
Pantai Pasir Putih Desa. Pasir Mayang Kecamatan Kuaro
Kampung Warna Warni Desa. Janju Kecamatan Tanah Grogot
Kerantungan atau durian daun adalah tumbuhan penghasil buah sejenis durian yang berasal dari Kalimantan. Durian Jenis ini memiliki ciri khas berupa ukuran buahnya yang lebih kecil daripada durian pada umumnya namun memiliki duri yang lebih panjang serta bentuk yang lebih bulat.
Kicuit batu (Motacilla cinerea) adalah anggota kecil dari famili kicuit, Motacillidae. Spesies ini kelihatan sama dengan Kicuit kuning, tetapi ada warna kuning yang dibatasi pada tenggorokan sampai kloaka. Jantan saat perkembangbiakan memiliki tenggorokan hitam. Spesies ini terdistribusi luas, dengan beberapa populasi yang berkembangbiak di Eropa dan Asia, serta bermigrasi ke wilayah tropis di Asia dan Afrika. Mereka biasanya terlihat di tanah berawa terbuka atau padang rumput yang mana mereka berjalan sendiri-sendiri atau berpasangan di tanah, menangkap serangga yang mengganggu. Seperti kicuit lainnya, mereka sering menggoyangkan ekornya dan terbang rendah dengan gerakan mengombak dan mereka memiliki panggilan yang tajam yang sering terdengar saat terbang.
Masji Agung Nurul Falah
Gedung Awa' Mangkuruku