Setiap orang ingin hidup dengan hati yang tenang dan bahagia. Namun, kadang pikiran kita mudah marah, cemas, atau sedih. Dalam ajaran agama Buddha, meditasi diajarkan sebagai cara untuk menenangkan pikiran dan melatih hati, agar kita bisa hidup dengan damai, penuh kasih, dan tidak mudah terganggu oleh perasaan negatif.
Meditasi dalam agama Buddha adalah cara untuk melatih pikiran supaya jadi tenang, jernih, dan sadar penuh terhadap diri sendiri maupun sekitar.Salah satu ajaran Sang Buddha yang sangat mendasar adalah meditasi. Kata meditasi dipergunakan sebagai sinonim dari meditasi (samadhi).
Meditasi adalah pemusatan pikiran atau konsentrasi pada objek
Meditasi sudah diajarkan oleh Sang Buddha Gautama lebih dari 2.500 tahun yang lalu di India.
Sebelum mencapai Pencerahan (menjadi Buddha), Pangeran Siddhartha melakukan berbagai cara untuk mencari kebenaran. Ia berlatih dengan banyak guru dan mencoba bermeditasi dengan cara yang berbeda-beda.
Akhirnya, di bawah pohon Bodhi di Bodh Gaya, beliau bermeditasi dengan sungguh-sungguh dan mencapai Pencerahan Agung (Bodhi).
Sejak saat itu, meditasi menjadi bagian penting dalam ajaran Buddha, dan terus diajarkan sampai sekarang agar semua makhluk dapat mencapai kedamaian batin seperti Sang Buddha.
Meditasi memiliki banyak tujuan baik, antara lain:
Menenangkan pikiran
Agar kita tidak mudah marah atau takut.
Melatih perhatian penuh (sati)
Supaya kita sadar terhadap apa yang kita pikirkan, katakan, dan lakukan.
Mengembangkan cinta kasih (metta)
Agar kita menyayangi diri sendiri dan semua makhluk tanpa membeda-bedakan.