KEMBANGKAN POTENSI DIRI MELALUI KOMPETENSI KOMUNIKASI SISWA SMKN 3 TANGERANG SELATAN
Demikian tema yang diusung pada kegiatan PKM Dosen Ilmu Komunikasi Universitas Pamulang kali ini. Memang, mengembangkan potensi diri melalui kompetensi komunikasi adalah langkah penting bagi siswa SMK untuk menghadapi tantangan di dunia kerja maupun kehidupan sehari-hari. Upaya ini sangat terkait dengan tuntutan zaman dan kebutuhan dunia kerja, selain itu juga sejalan dengan tujuan pendidikan nasional yang menekankan pada pengembangan sumber daya manusia yang berkualitas, termasuk di bidang komunikasi. Kurangnya percaya diri, minimnya motivasi, kesulitan berkomunikasi, dan overloaded informasi, adalah beberapa permasalahan yang muncul di kalangan remaja saat ini, termasuk pada siswa SMK.
Untuk itu, kali ini tim pengabdian dosen Prodi Ilmu Komunikasi S-1, Fakultas Ilmu Komunikasi, Universitas Pamulang, mengadakan kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) untuk memberikan solusi alternatif atas permasalahan komunikasi pada masyarakat, khususnya bagi siswa SMKN 3 Tangerang Selatan. Dengan skema kemitraan masyarakat, tema kegiatan PKM yang diusung adalah “Strategi Mengembangkan Potensi Diri melalui Kompetensi Komunikasi bagi Siswa SMKN 3 Tangerang Selatan”.
Kegiatan PKM ini dilaksanakan pada hari Jumat sampai Minggu, 2-4 Mei 2025 dan berlokasi di SMKN 3 Jl. Raya Puspiptek Perum Puri Serpong 1, Kelurahan Setu, Kecamatan Setu, Tangerang Selatan, Banten, Indonesia. Sekolah ini memiliki 3 (tiga) kompetensi keahlian yaitu; Animasi, Teknik dan Bisnis Sepeda Motor dan Otomatisasi, dan Tata Kelola Perkantoran.
Tim telah melakukan observasi terkait kegiatan PKM ini, dari hasil observasi ditemukan beberapa hal yang penting terutama dalam hal kompetensi komunikasi pada siswa siswi SMKN 3 Tangerang Selatan. Beberapa diantaranya adalah; Kurangnya Kesadaran terhadap Pentingnya Kompetensi Komunikasi. Analisis ini bisa mencakup tingkat pemahaman siswa tentang komunikasi interpersonal dan profesional, serta pengaruhnya terhadap kepercayaan diri dan keberhasilan karier; Kesenjangan antara Teori dan Praktik dalam Pengembangan Komunikasi. Fokus di sini adalah mengevaluasi efektivitas kurikulum komunikasi dan kegiatan pendukung seperti praktik berbicara di depan umum, simulasi wawancara kerja, atau diskusi kelompok; Pengaruh Faktor Sosial dan Lingkungan Terhadap Kompetensi Komunikasi. Hal ini dapat mengeksplorasi hambatan-hambatan yang muncul, seperti tekanan dari lingkungan sekitar atau kurangnya motivasi, yang berimbas pada kemampuan komunikasi siswa.
Kegiatan PKM dibagi menjadi 4 (empat) tahapan proses, yaitu observasi, perancangan kegiatan, pelaksanaan dan evaluasi. Metode atau tahapan ini tidak hanya memperbaiki keterampilan teknis, tetapi juga membantu individu mengelola konflik dan membangun hubungan yang lebih baik
Adapun bentuk kegiatan meliputi sosialisasi, pelatihan dan simulasi, dengan muatan pengetahuan pada bidang komunikasi, khususnya komunikasi antar pribadi, mengenai potensi diri. Peserta adalah siswa-siswi SMKN 3 kelas XII, dengan harapan di akhir kegiatan dapat memberikan tambahan pengetahuan serta Mengembangkan kompetensi atau ketrampilan komunikasi mereka.