Peranan biologi dalam kehidupan manusia dapat ditunjukkan dengan berbagai profesi berbasis biologi dan produk berbasis biologi. Profesi berbasis biologi misalnya dokter, perawat, bidan, pembuat tempe, pembuat tape, akupunturis, nelayan, petemak, petani, dan sebagainya.
Produk berbasis biologi, misalnya berbagai bahan makanan manusia, pakan ternak, produk perikanan, produk peternakan, produk pertanian dan sebagainya.
Di antara produk berbasis biologi ada yang proses pembuatannya melibatkan peranan mikroorganisme atau produk metabolitnya. Produk-produk semacam ini disebut sebagai produk berbasis bioteknologi, misalnya tape, yogurt, nata de coco, tempe, vaksin, antibodi, dan sebagainya. Namun demikian, disamping pengembangan ilmu, terdapat pula pengembangan penerapan iimu yang dikenal dengan biologi terapan. Tujuan penerapan ilmu adalah agar ilmu itu dapat digunakan untuk meningkatkan kesejahteraan umat manusia. Contoh biologi terapan adalah : kesehatan, pertanian, perikanan, kedokteran dan bioteknologi.
Dalam biologi terapan selain banyaknya manfaat yang bisa diperoleh tetapi adapula dampak negatifnya. Misalnya dalam pertanian, dengan adanya pupuk buatan (anorganik) maka hasil pertanian dapat meningkat, namun penggunaan pupuk tersebut dalam jangka panjang akan berdampak pada tanah yang menjadi keras dan tandus.
Keselamatan Kerja di Laboratorium
Laboratorium merupakan salah satu tempat untuk melakukan kerja ilmiah, sehingga diperlukan prosedur kerja yang hati-hati untuk menghindarkan diri dari kecelakaan kerja. Adapan aturan umum dalam tata tertib keselamatan kerja adalah sebagai berikut:
Dilarang mengambil atau membawa keluar alat-alat serta bahan dalam laboratorium tanpa seizin petugas laboratorium.
Orang yang tidak berkepentingan dilarang masuk ke laboratorium. Hal ini untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan.
Gunakan alat dan bahan sesuai dengan petunjuk praktikum yang diberikan.
Jangan melakukan eksperimen sebelum mengetahui informasi mengenai bahaya bahan kimia, alat-alat, dan cara pemakaiannya.
Bertanyalah jika Anda merasa ragu atau tidak mengerti saat melakukan percobaan.
Mengenali semua jenis peralatan keselamatan kerja dan letaknya untuk memudahkan pertolongan saat terjadi kecelakaan kerja.
Pakailah jas laboratorium saat bekerja di laboratorium.
Harus mengetahui cara pemakaian alat darurat seperti pemadam kebakaran, eye shower, respirator, dan alat keselamatan kerja yang lainnya.
Jika terjadi kerusakan atau kecelakaan, sebaiknya segera melaporkannya ke petugas laboratorium.
Berhati-hatilah bila bekerja dengan asam kuat reagen korosif, reagen-reagen yang volatil dan mudah terbakar.
Setiap pekerja di laboratorium harus mengetahui cara memberi pertolongan pertama pada kecelakaan (P3K).
Buanglah sampah pada tempatnya.
Usahakan untuk tidak sendirian di ruang laboratorium. Supaya bila terjadi kecelakaan dapat dibantu dengan segera.
Jangan bermain-main di dalam ruangan laboratorium.
Lakukan latihan keselamatan kerja secara periodik.
Dilarang merokok, makan, dan minum di laboratorium.