A. Keanekaragaman Hayati di Indonesia
Kepulauan Indonesia terdiri atas 17.000 pulau yang terletak di daerah ekuator. Negara kita dikenal memiliki keanekaragaman hayati [biodiversity) yang besar dan lengkap. Menurut penelitian LIPI (Lembaga llmu Pengetahuan Indonesia), di negara kita terdapat lebih dari 28.000 spesies tanaman, 350.000 spesies hewan, dan banyak spesies mikroorganisme yang lain.
1. Keanekaragaman Mikroorganisme di Indonesia
Keanekaragaman mikroorganisme di Indonesia meliputi keanekaragaman makhluk hidup mikroskopis, antara lain kingdom Monera, seperti bakteri, Protista, dan Fungi . Bakteri, Protista, dan jamur mikroskopis banyak ditemukan di tempat yang lembap. Indonesia merupakan habitat yang sesuai untuk tumbuh dan berkembang makhluk hidup tersebut karena memiliki iklim tropis dan kelembaban yang tinggi. Hal inilah yang menyebabkan munculnya berbagai macam keanekaragaman mikroorganisme di Indonesia.
2. Keanekaragaman Tumbuhan di Indonesia
Menurut Dr. Sampurno Kadarsan, Indonesia berada di kawasan Malesiana, yaitu kawasan raksasa yang meliputi daerah-daerah Indonesia, Filipina, Semenanjung Malaya, dan Papua Nugini. sehingga sering disebut Flora Malesiana yg dikenal memiliki ciri keunikan tersendiri. Letak geografis Indonesia yang berada di pertemuan rangkaian pegunungan sirkum Pasifik dan sirkum Mediterania menyebabkan banyak terdapat gunung berapi sehingga tanah menjadi subur. Secara astronomis, Indonesia terletak di antara 6°LU-11°LS dan 95°BT-141°BT. Artinya, Indonesia terletak di daerah iklim tropis (daerah tropis terletak di antara 14 °LU dan 231/2°LS). Persebaran flora di Indonesia meliputi kawasan sebagai berikut.
a. Daerah Hutan Hujan Tropis
Hutan hujan tropis adalah hutan lebat atau hutan rimba belantara yang tumbuh di sekitar garis khatulistiwa. Ciri khas kawasan ini, antara lain memiliki tingkat kelembapan yang tinggi, bertanah subur, humus tinggi, basah, curah hujan tinggi dan matahari bersinar sepanjang tahun. Hutan hujan tropis di Indonesia bagian barat (Sumatra dan Kalimantan) didominasi oleh pohon dari famili Dipterocarpaceae, yaitu pohon-pohon yang menghasilkan biji bersayap, contohnya keruing, meranti, kayu garu, dan kayu kapur. Di Indonesia bagian timur, mulai dari Sulawesi sampai Papua terdapat hutan hujan non-Dipterocarpaceae, contohnya beringin dan matoa.
b. Daerah Hutan Bakau (Mangrove)
Hutan bakau (mangrove) tumbuh di atas rawa-rawa berair payau yang terletak di garis pantai dan dipengaruhi oleh pasang surut air laut. Hutan ini tumbuh khususnya di tempat-tempat terjadi pelumpuran dan akumulasi bahan organik. Ekosistem hutan bakau bersifat khas. Adanya aktivitas pelumpuran mengakibatkan kurangnya aerasi tanah. Tumbuhan di kawasan hutan bakau mempunyai bentuk adaptasi khusus untuk menyesuaikan dengan rendahnya kandungan oksigen dan tingginya salinitas tanah, misalnya memiliki akar napas.
c. Daerah Hutan Musim
Hutan musim terdapat di Pulau Jawa. Hutan ini memiliki ciri hanya dihuni oleh satu jenis tumbuhan (homogen) dan daun-daunnya yang meranggas (gugur) pada musim kemarau. Jenis hutan musim, antara lain pohon jati dan pohon cemara.
d. Daerah Sabana
Ciri khas sabana adalah berupa padang rumput yang diselingi semak atau rumpun pohon rendah. Hal ini umumnya terjadi karena musim kemarau yang panjang sehingga tumbuhan yang paling banyak ditemui adalah rumput dan tumbuhan semak. Sabana dapat dijumpai di Madura dan Dataran Tinggi Gayo.
e. Daerah Padang Rumput (Stepa)
Padang rumput banyak ditemukan di daerah Sumba, Sumbawa, Flores, dan Timor. Wilayah ini umumnya memiliki padang rumput yang luas, musim kemarau yang panjang dan berpotensi untuk peternakan sapi, kuda sumba, dan kuda bima.
Flora di kawasan Indonesia barat memiliki perbedaan karakteristik bila dibandingkan dengan flora di kawasan Indonesia Timur. Perbedaan karakteristik tersebut sebagai berikut.
A. Keunikan Biodiversitas di Indonesia
Indonesia dikenal dengan sebutan megadiversity country karena mempunyai keanekaragaman hayati yang sangat tinggi dengan keunikan tersendiri. Keanekaragaman hayati yang tinggi di Indonesia dapat ditemukan pada hutan hujan tropis. Di dalam hutan hujan tropis, banyak menggunakan jenis flora dan fauna, bahkan juga terdapat spesies endemik, yaitu spesies lokal, unik dan tidak ditemukan di daerah yang lain
Keunikan biodiversitas di Indonesia antara lain:
1. Memiliki Keanekaragaman Hayati Tinggi
Tanah di Indonesia subur karena Indonesia terletak pada pertemuan 2 rangkaian pegunungan muda, yaitu Sirkum Mediterania dan Sirkum Pasifik. 3 Keadaan lingkungan abiotik yang bervariasi, menyebabkan Indonesia kaya akan flora dan fauna.
2. Memiliki Fauna Daerah Oriental, Australia, dan Peralihan
Indonesia terbagi menjadi 3 persebaran fauna berdasarkan garis Wallace dan garis Weber, yaitu wilayah Indonesia Barat (Oriental), wilayah Indonesia Timur (Australia) dan wilayah peralihan antara Oriental dan Australia.
a. Fauna di wilayah Oriental
1) Hewan-hewan di bagian Barat Indonesia (Oriental) yang meliputi Sumatra, Jawa, Bali, dan Kalimantan.
2) Ciri-ciri fauna Oriental, antara lain:
a) Banyak spesies mamalia berukuran besar, misalnya gajah, banteng, harimau, dan badak. Mamalia berkantung jumlahnya sedikit, bahkan hampir tidak ada.
b) Terdapat berbagai macam primata (kera).
c) Terdapat hewan endemik, seperti badak bercula satu di Ujung Kulon, monyet, tarsius, dan kukang.
d) Burung-burung memiliki warna bulu yang kurang menarik, tetapi dapat berkicau. Burung-burung yang endemik, misalnya jalak bali, elang jawa, murai mengkilat, elang putih
b. Fauna di wilayah Australia dan Peralihan
Meliputi wilayah Papua, Maluku, Sulawesi, dan Nusa Tenggara memiliki hewan yang relatif sama dengan Australia.
1) Ciri-ciri fauna di wilayah Australia, antara lain:
a) didominasi hewan berkantong
b) terdapat mamalia berukuran kecil
c) banyak jenis burung yang berwarna
Contoh: cenderawasih, kasuari, kanguru.
2) Fauna di wilayah peralihan (wilayah Wallace)
a) Meliputi wilayah Sulawesi.
b) Ciri-ciri fauna di wilayah peralihan, antara lain adanya jenis hewan yang mirip dengan hewan di wilayah Oriental dan Australia
c) Contoh: anoa, babi rusa, maleo di Sulawesi, komodo di Pulau Komodo.
Persebaran Fauna di Indonesia dibagi menjadi 3 wilayah berdasarkan garis Wallace dan garis Weber :
Fauna tipe Asiatis / Oriental
Fauna tipe peralihan (Australis - Asiatik)
Fauna tipe Australia / Australis
Ada 2 garis yang menjadikan Fauna Indonesia terbagi 3 Wilayah (Asiatis/Oriental, Peralihan dan Australis/Australia) :
1. Garis Wallace
Garis Wallace adalah sebuah garis hipotesis yang memisahkan wilayah geografi fauna Asia dan Austarliasia (Australia by Asia).Bagian barat garis ini berhubungan dengan spesies Asia (Sumatera, Jawa, Kalimantan dan Bali), sedangkan bagian timur berhubungan dengan spesies Australia (Sulawesi, Lombok, Maluku, dan Papua).Penemu Garis Wallace adalah Alfred Russel Wallace pada abad ke-19.Adanya garis ini juga tercatat olehAntonio Pigafetta yang menemukan perbedaan biologis antara Filipina dan Kepulauan Maluku.Garis ini lalu diperbaiki dan digeser ke timur (Daratan Pulau Sulawesi) oleh Weber.Garis ini lalu dinamakan Wallace-Weber.
Daerah antara garis Wallace dan garis Weber disebut dengan Daerah Wallace daerah Wallacea ini banyak terdapat hewan unik yang tidak ada di belahan dunia lain.
2. Garis Weber
Garis Weber adalah sebuah khayal pembatas antara dunia flora dan fauna di paparan sahul dan di bagian lebih barat Indonesia.Garis ini membujur dari utara ke selatan antara kepulauan Maluku dan Papua serta antara Nusa Tenggara Timur dengan Australia.Garis ini dicetuskan oleh Max Carl Wilhelm Weber atau Max Wilhelm Carl Weber (lahir di Bonn, 5 Desember1852 – meninggal di Berbeek, 7 Februari1937 pada umur 84 tahun) adalah seorang ilmuwan ahli ilmu hewan (zoologis) dan biogeografi berkebangsaan Jerman-Belanda.aris Wallace
Bisa disingkat :
Garis Wallace merupaka garis yang membatasi/memisahkan jenis fauna diwilayah barat dengan tengah (peralihan)
Garis Weber merupakan garis yang memisahkan jenis fauna wilayah timur dengan tengah (peralihan)
TUGAS MANDIRI !
Sebutkan dan beri contoh 3 tingkat keanekaragaman Hayati !
Apakah perbedaan Flora Indonesia bagian barat dan timur ?
Apakah yg dimaksud garis Wallace dan garis Weber!
Jawaban ditulis dibuku catatan/kertas dan kirim WA ke Bu Maryani..