Alfons Chorus Psikolog yang menyumbangkan teori dan beberapa konsep sosiologi
Alfons Chorus Psikolog yang menyumbangkan teori dan beberapa konsep sosiologi
Alfons Chorus ( Munstergeleen , 18 April 1909 – Warmond , 15 Januari 1998 ) adalah seorang psikolog Belanda yang, setelah belajar di Universitas Katolik Roma Nijmegen, mencapai kesuksesan dalam studi dan pengobatan anak-anak 'sulit' ( anak autis dan gelisah ; anak-anak penyandang disabilitas mental) dan menulis karya referensi tentang pendidikan ( Bayi dan Balita ). Jabatan dosen singkat (1945-1947) di Universitas Nijmegen diikuti dengan pengangkatannya pada bulan Juni 1947 sebagai profesor psikologi pertama di Universitas Leiden . Hingga pensiun pada tahun 1979, Chorus melatih ratusan psikolog di saat permintaan akan praktisi dalam profesi ini meningkat tajam. Salah satu murid pertamanya, John van de Geer , menjadi kolaborator terdekatnya dan kemudian menjadi kolega. Sebagai seorang ilmuwan, Chorus terutama menaruh perhatian pada psikologi kepribadian dan psikologi perkembangan , dengan memperhatikan biografi (oto) sebagai sarana untuk memperoleh pengetahuan tentang kemanusiaan. Chorus melihat ' metode biografi ' ini sebagai sarana untuk membentuk pendekatan kualitatif yang lebih historis-sastra terhadap kemanusiaan di samping munculnya pendekatan kuantitatif, empiris-analitis terhadap profesi. Dia tidak menemukan pendukung pendekatan ini di antara rekan-rekannya, tetapi dia mendapat apresiasi dari para penulis biografi dan sejarawan. Ia memiliki praktik konsultasi untuk pilihan sekolah dan karier, merupakan salah satu pendiri dan penasihat Layanan Psikologi Nasional (1949-1959), dan juga aktif secara sosial sebagai 'pendidik populer' dan dalam perawatan anak-anak cacat mental. (https://nl.wikipedia.org/wiki/Alfons_Chorus)
Interaksi sosial dilandasi oleh beberapa faktor psikologi, yaitu imitasi, sugesti, identifkasi, simpati dan empati.
1. Imitasi, adalah suatu tindakan meniru orang lain yang dilakukan dalam bermacam-macam bentuk,seperti gaya bicara, tingkah laku, adat dan kebiasaan, pola pikir serta apa saja yang dimiliki atau dilakukan oleh seseorang. Menurut A.M.J. Chorus ada syarat yang harus dipenuhi dalam mengimitasi, yaitu adanya minat atau perhatian terhadap objek atau subjek yang akan ditiru serta adanya sikap menghargai, mengagumi dan memahami sesuatu yang ditiru.
2. Sugesti, yang muncul ketika ketika si penerima sedang dalam kondisi yang tidak netral sehingga tidak dapat berpikir rasional. Pada umumnya sugesti berasal dari orang yang mempunyai wibawa, karismatik, memiliki kedudukan tinggi, dari kelompok mayoritas kepada minoritas.
3. Identifikasi, merupakan kecenderungan seseorang untuk menjadi sama dengan pihak lain, sifatnya lebih mendalam dari imitasi karena membentuk kepribadian seseorang. Proses identifikasi bisa berlangsung secara sengaja dan tidak sengaja.
4. Simpati, merupakan proses di mana seseorang merasa tertarik kepada pihak lain, contohnya ketika ada tetangga yang berusaha untuk membantu, simpati lebih banyak terlihat pada hubungan sebaya dan lain-lain.
5. Empati, merupakan simpati mendalam yang dapat mempengaruhi kejiwaan dan fisik seseorang, seperti seorang ibu akan merasa kesepian ketika anaknya yang bersekolah di luar kota, ia rindu memikirkan anaknya sehingga ia jatuh sakit (S5-Interaksi Sosial Dan Pola Komunikasi Siswa Penyandang Tunarungu di Sekola h Luar Biasa (SLB-B YPPL oleh A. Octamaya Tenri Awaru 2022 )