Minangkabau merujuk pada entitas kultural dan geografis yang ditandai dengan penggunaan bahasa, adat dan budaya yang mendominasi Sumatera Barat dan merupakan warisan untuk setiap generasi Minangkabau, warisan yang perlu di lestarikan dan dikenalkan pada masyarakat luas bukan hanya kepada keturunan Minangkabau tetapi pada seluruh masyarakat luas. Masih banyak keunikan-keunikan dari Minangkabau yang jarang di ketahui masyarakat Luas seperti keunikan seni dan budaya, hal ini menjadi landasan terbentuknya tim MAHAKARYA RANDAI untuk menyebar luaskan syiar tradisi budaya dan permainan anak Nagari yang masih awam di mata dunia terutama di generasi minang yang sudah lama tidak tinggal ditanah Sumatera Barat atau di perantauan.
Tradisi budaya dan permainan anak Nagari di Minangkabau yang memiliki keunikan dalam kesenian yang menggabungkan unsur-unsur seperti nyanyi atau dendang, musik, silat, tari dan drama dalam satu pertunjukan yang membentuk lingkaran dan disebut dengan RANDAI. Warisan yang di harapkan eksistensinya terjaga sampai turun temurun dan tak lekang oleh waktu.
Pada Tahun 2020, Yayasan Sumbar Talenta Indonesia (YSTI) yang menjadi pembina Komunitas Gerakan Mudo Minangkabau (GEMUMI) berhasil Menyelenggarakan pertunjukan Mahakarya Randai "We'e Si Pono, Kisah Syekh Burhanuddin” dengan meriah di Gedung Teater Usmar Ismail Jakarta, ini menjadi awal lahirnya Mahakarya Randai namun terhenti oleh pandemi covid 19. Tahun 2023 kami bangkit kembali menyelenggarakan Mahakarya Randai 2 "The Story of Malin Kundang” di Teater Kecil Taman Ismail Marzuki Jakarta. Keberhasilan kami dalam membuat 2 series pertunjukan Randai menjadi acuan kami untuk menyelenggarakan Mahakarya Randai 3 di awal Tahun 2025yang berjudul “Kisah Perjuangan Siti Manggopoh” yang di juluki sebagai singa betina dari ranah minang.
Melalui perjalanan yang penuh semangat pelestarian budaya ini, Mahakarya Randai tidak hanya menjadi wadah pertunjukan seni, tetapi juga simbol kebangkitan budaya Minangkabau di tengah arus modernisasi. Dilandasi oleh kecintaan terhadap warisan leluhur dan tanggung jawab untuk memperkenalkannya kepada dunia, Mahakarya Randai akan terus berkembang sebagai gerakan budaya yang menghubungkan masa lalu, masa kini, dan masa depan Minangkabau dengan semangat yang tak pernah padam.
Melestarikan Budaya : Pertunjukan seni tradisional membantu menjaga kelangsungan warisan budaya, terutama di tengah modernisasi. Ini memberikan ruang bagi masyarakat untuk mengenali dan menghargai tradisi nenek moyang mereka.
Pendidikan Budaya : Acara ini dapat menjadi sarana edukasi, terutama bagi generasi muda, agar memahami nilai-nilai, cerita, dan filosofi yang terkandung dalam seni tradisional.
Promosi Pariwisata : Menampilkan kesenian tradisional dapat menarik wisatawan lokal maupun internasional, sehingga berdampak positif pada sektor pariwisata dan ekonomi daerah.
Meningkatkan Kebanggaan Lokal : Melalui pertunjukan seni, masyarakat dapat merasa bangga terhadap identitas budaya mereka, sekaligus memperkenalkannyakepada dunia luar.
Peluang Ekonomi : Acara seni ini dapat membuka peluang bagi pelaku UMKM, seperti kuliner khas atau kerajinan lokal, yang turut dipasarkan dalam acara tersebut.
Visi
Menjadi wadah utama dalam melestarikan dan memperkenalkan seni serta budaya Randai Minangkabau ke dunia, sebagai simbol kekayaan budaya Indonesia yang relevan bagi generasi kini dan mendatang.
Misi
Melestarikan seni Randai sebagai warisan budaya Minangkabau.
Meningkatkan apresiasi terhadap budaya Minangkabau di Indonesia dan dunia.
Mengembangkan keterlibatan generasi muda dalam pelestarian budaya.
Memperkenalkan seni Randai di tingkat internasional.
Menyajikan pertunjukan berkualitas tinggi.
Membangun kemitraan untuk mendukung perkembangan seni Randai.
Email: mahakaryarandai@gmail.com
Instragram: @mahakarya_randai
Tiktok: @mahakarya_randai