FESTIVAL LOMBA SENI DAN SASTRA SISWA NASIONAL DAN FESTIVAL TUNAS BAHASA IBU (FTBI)
BIDANG PEMBINAAN SD - DINAS PENDIDIKAN KAB. SUMENEP
BIDANG PEMBINAAN SD
BIDANG PEMBINAAN SD - DINAS PENDIDIKAN KAB. SUMENEP
BIDANG PEMBINAAN SD - DINAS PENDIDIKAN KABUPATEN SUMENEP. Bahasa Madura tak sekadar menjadi alat komunikasi, tetapi juga menjadi bagian penting dari identitas dan kekayaan budaya masyarakat Sumenep. Semangat untuk menjaga sekaligus menumbuhkan kecintaan generasi muda terhadap bahasa ibu tersebut kembali diwujudkan melalui Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) Jenjang SD Tingkat Kabupaten Sumenep Tahun 2026.
Dinas Pendidikan Kabupaten Sumenep akan menggelar seleksi FTBI pada 24 September 2026. Pelaksanaan seleksi dikemas dalam dua metode, yakni daring dan luring, dengan total tujuh cabang lomba yang memberikan ruang bagi peserta didik untuk menunjukkan kemampuan berbahasa, kreativitas, keberanian, dan kecintaan terhadap budaya daerah.
Lima cabang lomba dilaksanakan secara daring, yakni pidato, puisi, lawakan tunggal, menembang, dan mendongeng. Sementara dua cabang lainnya dilaksanakan secara luring, yaitu menulis dan membaca Carakan Madura serta menulis dan cerita pendek berbahasa Madura.
FTBI 2026 tidak semata-mata diarahkan untuk menghasilkan pemenang. Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi wadah pembinaan dan pengembangan potensi peserta didik sekaligus upaya memperkuat keberadaan bahasa dan budaya Madura di tengah perubahan zaman.
Melalui berbagai cabang lomba tersebut, siswa diberikan kesempatan untuk berani tampil, mengembangkan kreativitas, mengolah gagasan, serta menggunakan bahasa ibu dalam berbagai bentuk ekspresi.
Kemampuan berpidato, berpuisi, mendongeng, menembang, hingga menulis menggunakan bahasa dan aksara Madura menjadi bagian dari proses pembelajaran yang diharapkan dapat menumbuhkan rasa bangga terhadap identitas budaya daerah.
Persaingan pada tingkat kabupaten juga menjadi pintu menuju panggung yang lebih besar.
Juara I dari masing-masing cabang lomba hasil seleksi FTBI tingkat Kabupaten Sumenep akan mendapatkan kesempatan untuk mewakili Sumenep pada FTBI Tingkat Provinsi Jawa Timur, yang dijadwalkan berlangsung pada 20 Oktober 2026 di Surabaya.
Artinya, seleksi pada 24 September bukan hanya tentang menjadi yang terbaik di tingkat kabupaten. Para peserta juga sedang mempersiapkan diri untuk membawa nama Kabupaten Sumenep ke tingkat Provinsi Jawa Timur.
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sumenep, Mohamad Iksan, S.Pd., MT., menegaskan bahwa FTBI harus menjadi ruang bagi anak-anak untuk berkembang, bukan sekadar arena mengejar gelar juara.
“Kami berharap Festival Tunas Bahasa Ibu ini tidak hanya dimaknai sebagai sebuah perlombaan untuk mencari juara, tetapi menjadi ruang pembelajaran dan pembentukan karakter bagi anak-anak kita. Melalui bahasa ibu, mereka belajar mengenal identitas, budaya, nilai-nilai luhur, sekaligus mengembangkan keberanian dan kreativitas.”
Menurut Mohamad Iksan, kecintaan terhadap bahasa daerah perlu ditanamkan sejak dini. Bahasa dan budaya daerah dapat menjadi fondasi identitas bagi generasi muda dalam menghadapi perkembangan dunia yang semakin dinamis.
“Anak-anak Sumenep harus tumbuh menjadi generasi yang percaya diri, kreatif, berkarakter, dan bangga terhadap daerahnya. Memiliki kemampuan bahasa dan budaya daerah bukan berarti tertinggal dari perkembangan zaman. Justru dengan memiliki akar budaya yang kuat, anak-anak akan memiliki identitas yang kuat ketika menghadapi dunia yang semakin terbuka.”
Ia juga berpesan kepada seluruh peserta agar tidak menjadikan kemenangan sebagai satu-satunya tujuan.
“Untuk seluruh peserta, tampilkan kemampuan terbaik kalian. Jangan hanya mengejar kemenangan, tetapi nikmati prosesnya, berani tampil, percaya diri, dan terus belajar. Jadikan FTBI sebagai pengalaman berharga untuk mengembangkan potensi diri.”
Khusus bagi peserta yang nantinya berhasil menjadi juara pertama, ia meminta agar kesempatan menuju tingkat provinsi dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya.
“Bagi yang nantinya menjadi juara, persiapkan diri dengan sungguh-sungguh untuk membawa nama baik Kabupaten Sumenep di tingkat Provinsi Jawa Timur. Tunjukkan bahwa anak-anak Sumenep memiliki talenta, kreativitas, dan kecintaan yang kuat terhadap bahasa serta budaya daerah.”
Dinas Pendidikan Kabupaten Sumenep juga mengajak kepala sekolah, guru, orang tua, dan seluruh masyarakat untuk memberikan dukungan kepada peserta didik yang mengikuti FTBI.
Pelestarian bahasa ibu dinilai tidak dapat hanya dibebankan kepada sekolah atau pemerintah. Lingkungan keluarga dan masyarakat memiliki peran penting dalam membangun kebiasaan anak untuk mengenal dan menggunakan bahasa daerah secara positif.
Dengan dukungan bersama, FTBI diharapkan tidak berhenti sebagai agenda tahunan, tetapi menjadi bagian dari gerakan berkelanjutan untuk menjaga bahasa dan budaya Madura agar tetap hidup dan dekat dengan generasi muda.
Seleksi FTBI Jenjang SD Tingkat Kabupaten Sumenep Tahun 2026 pada 24 September 2026 menjadi momentum penting bagi para siswa untuk menunjukkan kemampuan terbaiknya.
Dari tujuh cabang lomba, akan lahir para juara yang selanjutnya membawa nama Sumenep menuju FTBI Tingkat Provinsi Jawa Timur di Surabaya, 20 Oktober 2026.
Bukan hanya tentang siapa yang menjadi juara. FTBI adalah tentang bagaimana generasi muda mengenal identitasnya, mencintai bahasanya, melestarikan budayanya, dan berani menunjukkan prestasinya.
Bahasa Ibu adalah Identitas.
Budaya adalah Jati Diri.
Prestasi adalah Masa Depan.
Selamat berkompetisi dan tunjukkan talenta terbaik anak-anak Sumenep!