Tari Cangget adalah tarian adat yang menjadi simbol penghormatan dan kebanggaan masyarakat Lampung. Tarian ini sering ditampilkan dalam upacara adat, seperti upacara penyambutan tamu atau prosesi pernikahan. Tari Cangget mencerminkan nilai kebersamaan, kesopanan, dan kegembiraan. Gerakannya indah dan anggun, diiringi musik tradisional Lampung.
Tari Bedana merupakan tarian tradisional Lampung yang melambangkan pergaulan, persaudaraan, dan keramahan. Tarian ini biasanya ditampilkan pada acara-acara adat, pernikahan, atau acara keagamaan. Gerakan dalam tari Bedana bersifat dinamis dengan iringan musik khas Lampung. Umumnya, tarian ini dilakukan oleh pemuda dan pemudi sebagai bentuk ekspresi kegembiraan dan keakraban.
Tari Melinting merupakan salah satu tarian tertua di Lampung yang berasal dari Keratuan Melinting. Tarian ini awalnya bersifat sakral dan hanya ditampilkan dalam upacara adat kerajaan. Kini, Tari Melinting telah berkembang menjadi tarian hiburan yang mencerminkan keindahan budaya Lampung. Gerakannya elegan, dengan kostum khas yang memperlihatkan kekayaan seni tradisional.
Tari Sembah adalah tarian adat yang mencerminkan penghormatan dan doa kepada Sang Pencipta. Tarian ini biasanya ditampilkan dalam upacara adat dan kegiatan keagamaan sebagai bentuk rasa syukur. Gerakannya anggun dan sarat makna spiritual, mencerminkan keimanan dan kesucian masyarakat Lampung.
sigeh pengunten (siger penguntin) merupakan salah satu tari kreasi baru dari daerah Lampung. Tari ini merupakan pengembangan dari tari sembah yang merupakan tari tradisi asli masyarakat Lampung. Melalui Peraturan Daerah, tari sigeh pengunten diresmikan sebagai tarian Lampung dalam penyambutan tamu penting. Koreografi tari ini juga mengambil unsur dari berbagai tari tradisional Lampung untuk merepresentasikan budaya Lampung yang beragam.
Tari Tuping (atau Topeng) adalah tarian tradisional yang menonjolkan penggunaan topeng sebagai simbol karakter tertentu. Tari ini menggambarkan berbagai ekspresi kehidupan manusia, seperti kebahagiaan, kesedihan, atau humor. Topeng yang dikenakan memiliki warna dan bentuk khas sesuai dengan cerita yang dibawakan, biasanya berkaitan dengan budaya atau legenda masyarakat Lampung.
Tari Piring Dua belas merupakan tarian tradisonal yang beradat Saibatin pada pelaksanaan gawi adat pada masyarakat Lampung. Tarian ini masih tetap dipertahankan walaupun sudah berkurang pementasannya. Tari Piring Dua belas merupakan tari yang beradat Saibatin.
Tarian ini merupakan tarian upacara adat yang dipersembahkan kepada Saibatin (Sultan) pada acara-acara ritual dan sakral. Tari Batin biasanya ditampilkan pada siang atau malam hari di sesat (istana adat) atau tempat khusus. Tarian ini ditandai dengan gerakan ngakladai, yaitu gerakan tangan yang menirukan sayap burung elang.
Tari Nyambai adalah tarian tradisional yang ditampilkan dalam upacara pertemuan pemuda-pemudi sebagai ajang perkenalan dan pergaulan.
Tarian ini biasanya dilakukan secara berpasangan dan melibatkan gerakan yang menggambarkan interaksi serta kebersamaan. Tari Nyambai menjadi simbol persatuan dan kekompakan generasi muda Lampung.
T
Tarian ini memiliki makna yang mendalam, di antaranya yaitu sebagati bentuk penghormatan kepada leluhur, dewa-dewi, dan roh-roh yang dianggap sakral dalam kepercayaan Lampung. Para penari melakukan gerakan-gerakan yang indah dan berirama sebagai ungkapan rasa hormat dan rasa syukur kepada entitas spiritual. Selain itu, tarian ini juga mencerminkan filosofi keseimbangan dan harmoni dengan alam. Gerakan-gerakan yang lembut dan mengalir melambangkan hubungan yang seimbang antara manusia dan alam, serta antara manusia dengan sesama.Penari sering kali menggunakan properti, seperti kipas, selendang, atau bunga, untuk menambah keindahan tarian.