Penanggung Jawab: Emah Marhamah, S. Kep, Ns, M. Kes
Laboratorium Multimedia ini dilengkapi dengan perangkat dan peralatan terkini untuk mendukung kegiatan pembelajaran dan produksi multimedia berbasis kesehatan. Di laboratorium ini mahasiswa dapat belajar dan mempraktikkan teknik produksi multimedia secara langsung dengan bimbingan tenaga ahli.
Target kompetensi yang harus dicapai adalah sebagai berikut:
A. Kompetensi dalam Perencanaan dan Pengembangan Materi Multimedia untuk Promosi Kesehatan
Merancang Materi Promosi Kesehatan Menggunakan Teknologi Multimedia
Mampu merancang dan menyusun materi promosi kesehatan menggunakan berbagai teknologi multimedia, seperti video, infografis, animasi, dan presentasiberbasis komputer (misalnya PowerPoint, Canva, atau perangkat lunak lainnya).
Mampu mengintegrasikan pesan kesehatan yang jelas dan efektif dalam format multimedia yang menarik dan sesuai dengan audiens yang dituju.
Menentukan Tujuan Pembelajaran dan Strategi Penggunaan Multimedia
Mampu menentukan tujuan promosi kesehatan yang ingin dicapai dengan menggunakan media multimedia, seperti peningkatan pengetahuan kesehatan, perubahan perilaku, atau penguatan kesadaran tentang isu kesehatan tertentu.
Mampu memilih jenis media yang sesuai (misalnya video untuk demonstrasi, infografis untuk data, atau audio untuk pesan yang lebih mendalam) untuk mendukung tujuan pembelajaran.
Mengadaptasi Materi Multimedia Berdasarkan Karakteristik Audiens
Mampu menyesuaikan materi multimedia sesuai dengan karakteristik audiens (misalnya usia, tingkat pendidikan, latar belakang budaya, dan akses teknologi) untuk memastikan pesan promosi kesehatan diterima dengan baik.
Mampu memilih gaya penyajian multimedia yang sesuai dengan audiens, baik itu untuk masyarakat umum, kelompok usia tertentu (misalnya anak-anak atau lansia), atau kelompok dengan kondisi kesehatan khusus.
B. Kompetensi dalam Pengoperasian dan Penggunaan Alat Multimedia untuk Promosi Kesehatan
Menggunakan Perangkat Lunak untuk Membuat Materi Multimedia
Mampu mengoperasikan perangkat lunak desain grafis dan multimedia seperti Adobe Photoshop, Canva, Powtoon, Filmora, Adobe Premiere, atau aplikasi lainnya untuk membuat materi promosi kesehatan yang kreatif dan profesional.
Mampu membuat dan mengedit video edukasi kesehatan yang informatif dan menarik menggunakan alat pengeditan video dan animasi.
Menggunakan Platform dan Aplikasi untuk Presentasi Multimedia
Mampu menggunakan berbagai platform dan aplikasi untuk menyampaikan presentasi multimedia yang efektif, seperti Microsoft PowerPoint, Google Slides, atau platform presentasi interaktif lainnya.
Mampu mengintegrasikan elemen multimedia seperti gambar, video, dan suara dalam presentasi untuk meningkatkan daya tarik dan efektivitas penyampaian pesan.
Membuat Infografis dan Materi Grafis untuk Kampanye Promosi Kesehatan
Mampu membuat infografis yang menggambarkan data atau informasi kesehatan dengan cara yang mudah dipahami dan menarik.
Mampu merancang materi grafis seperti poster, brosur, atau leaflet menggunakan perangkat lunak desain grafis untuk digunakan dalam kampanye promosi kesehatan.
C. Kompetensi dalam Penyajian dan Implementasi Materi Multimedia untuk Promosi Kesehatan
Menyampaikan Materi Promosi Kesehatan Menggunakan Media Multimedia
Mampu menyampaikan materi promosi kesehatan kepada audiens melalui presentasi multimedia, baik secara tatap muka maupun daring (misalnya webinar atau sesi e-learning).
Mampu mengkomunikasikan pesan kesehatan dengan cara yang menarik dan mudah dipahami melalui penggunaan video, infografis, atau animasi yang relevan.
Mengelola Interaksi Audiens dengan Materi Multimedia
Mampu memfasilitasi interaksi dengan audiens selama penyampaian materi multimedia, seperti mengajak audiens untuk berdiskusi, memberikan umpan balik, atau menjawab pertanyaan yang muncul.
Mampu menggunakan alat multimedia untuk mengelola komunikasi dua arah antara pengajar dan audiens, sehingga materi lebih interaktif dan partisipatif.
Memanfaatkan Platform Daring untuk Edukasi Kesehatan Berbasis Multimedia
Mampu menggunakan platform pembelajaran daring (misalnya, Google Classroom, Zoom, YouTube, atau media sosial) untuk membagikan materi promosi kesehatan berbasis multimedia kepada audiens secara luas.
Mampu mengatur dan mengelola konten multimedia dalam platform daring untuk memastikan audiens dapat mengakses informasi kapan saja dan di mana saja.