1. Apakah pelaksanaan pembagian bantuan kepada siswa yang kurang mampu sudah merata atau masih ada siswa kurang mampu yang belum mendapat bantuan?
Pemberian bantuan kepada siswa masih belum merata karena bantuan keuangan yang masih terbatas jumlahnya sesuai dengan jumlah murid.
2. Apakah terdapat bantuan khusus dari pemerintah Kabupaten Bandung Barat terkait bantuan bagi siswa yang kurang mampu untuk mengikuti pembelajaran jarak jauh?seperti apa bentuknya?
Ya sudah, melalui dana Bantuan Operasional yang dialihkan ke pembelajaran secara daring melalui pemberian quota internet terhadap siswa dan guru walaupun memang masih terbatas jangkauannya.
3. Apa saja perubahan yang diterapkan dalam sistem pendidikan selama pandemi?bagaimana perkembangnnya di lapangan?
Pembelajaran menggunakan berbagai alternatif yaitu
a. Layanan pembelajaran off line menggunakan istilah JARLURAH atau belajar luring dari rumah
b. Jika melalui alur layanan JARONAH dan JARLURAH masih ada anak yang belum terlayani maka dilakukan layanan alternatif melalui jalur belajar JARNASI yang karena pertimbangan kondisi dan kebutuhan maka perlu diadakan layanan belajar dengan teknik kombinasi.
c. JARUNJUNG yaitu belajar dengan sistem murid yang berkunjung dan JARORANG yaitu guru yang melakukan belajar secara perorangan. Hal ini dilakukan untuk menghindari JARTAKSI yaitu pembelajaran yang tidak terdeteksi.
4. Apa saja hambatan yang dihadapi dalam melaksanakan program peningkatan literasi pada tenaga pendidik?
Kendalanya yaitu quota internet yang tidak memadai dan jaringan yang terbatas. Selain itu tidak semua guru memiliki fasilitas handphone yang android yg support dengan aplikasi tersebut, selain itu masih banyak Pendidik dan Tenaga Kependidikan yg belum melek IT.
5. Bagaimana dukungan masing-masing sekolah mengenai program peningkatan literasi digital?
Dengan anjuran pemerintah melalui BDR yaitu belajar dari rumah maka sekolah mewajibkan sebagian dana BOP dialihkan ke quota internet data untuk guru dan siswa, namun tidak semua sekolah mendukung terhadap peningkatan literasi digital, selain memang kemampuan pendidik dan tenaga kependidikan yang terbatas. Hal ini dikarenakan kemampuan orangtua untuk memiliki handphone android yang sangat terbatas. Pengaruh keadaan demografis yang tidak mendukung terhadap pembelajaran secara digital, sehingga Dinas Pendidikan Kabupaten Bandung Barat menerapkan beberapa alternatif sistem pembelajaran.