By: Muhammad Nur (Fisika UNDIP)
Pagi ini Koperasi Berkah Abadi Jaya sungguh beruntung. Webinar yang dilakukan setiap ahad pagi antara pukul 08.00 -10.00, hari ini 4 April 2021, menghadirkan seorang ketua Kelompok Tani (Poktan) Sido Makmur. Kelompok Tani yang memiliki perusahaan pengolah bawang merah di Brebes dibawah bendera PT. Sinergi Brebes Inovatif. Sebuah kelompok yang menginspirasi. Berbagai best practices dikemukakan oleh sang pendiri. Bagaimana menguatkan semangat petani dan mengumpukan modal awal. Rupanya sistem lumbung desa diterapkan. Anggota kelompok menyetorkan beberapa ikat bawang waktu panen. Bawang tersebut menjadi milik kelompok. Ikatan kelompok diperkuat dalam acara acara ritual keagamaan (misalnya waktu syukuran, tahlilan dll). Poktan juga membangkitkan keingintahuan dengan melakukan studi banding. Yang terpenting dari segalanya menjaga kepercayaan sesama anggota. Prinsip kebersamaan diterapkan, kejujuran, keterbukaan merupakan nilai tertinggi yang dijaga di dalam kelompok.
Sertifikat BPPOM dan Ekspor
PT. Sinergi Brebes Inovatif dibawah arahan sang leader Bapak H. Jawari (Komisaris) dan Dienda Lora Buana sebagai direktur telah menghasilkan tiga produk yang laris manis. Bawang goreng, bawang pasta dan Crispy bawang. Ketiga produk ini sdh bermerek dan bersertifikat BPPOM. Pasta bawang merah telah menembus pasar ekspor.
Prof OK Saidin, Prof Ilmi Abdullah, dan Prof. Muhammad Nur menikmati cerita dan presentasi Bapak Juwari. Para pembina Koperasi Berkah Abadi Jaya ini harus menyadari ilmu yang diajarkan di kampus-kampus memang perlu dibuat lebih merdeka. Para lulusan seharusnya didorong menjadi para petarung seperti seperti para petani dari Poktan Sido Makmur. Lulusan menatap alam terbentang ini menjadi peluang yang tak terhingga.
Langkah-langkah itu sudah dimulai di Lubuk Cuik, Kabupaten Batu Bara. Memang baru langkah-langkah kecil menuju sebuah prubahan besar. Koperasi yang beranggotakan petani dan lulusan perguruan tinggi telah mulai memandang hamparan 1000 hektar kebun cabai sebagai sumberdaya yang bernilai tinggi. Dia tak boleh dibiarkan tetap menjadi komuditas yang membuat "degub jantung menjadi lebih kencang", produk yang harganya sangat berfluktuasi. Nampaknya produk olahan berbahan baku cabai seperti, pasta cabai, sambal dalam kemasan, abon cabai, cabai kering merupakan produk yang harus diusahakan menjadi penyelamat panen raya dan menjadi penyetabil harga cabai ketika tak ada panen. Ha ha, persoalan cabai bukan lagi persoalan bertani dan menjual hasil panen. Persolan cabai telah meminta perhatian serius dalam penerapan teknologi. Saya berharap seluruh pengurus koperasi produsen cabai di Lubuk Cuik, tetap menjaga semangat dan stamina perjuangan.