Pendaftaran Geton Bulan Desember 2023
Love is happy when it is able to give something.
-Osho-
Quotes cantik yang jadi penutup dari sesi Workshop “Seni Memberdayakan Diri melalui Points of You”, yang digagas oleh Komunitas Indonesia (Sehat) Bahagia. Gak pernah terbayang sebelumnya, bahwa perjalanan karir, hidup dan cintaku akan membawaku untuk ada di panggung-nya Komunitas Indonesia Bahagia. Komunitas yang awal perkenalannya seperti apapun, aku gak gitu inget. Tapi, berada di lingkungan yang bisa menjadi diri sendiri, bebas dari judgement-judgement sosial, bebas dari aturan “mesti A_I_u_E_O” itu sungguh menyenangkan.. maka, ketika dicolek tipis sama sang Founder, Teh Iip Fariha, bergelora-lah spirit “sang bonek” untuk “say yes” dengan tawaran tersebut.
So, sejak jauh-jauh hari, sudah terbayang mau angkat tema seperti apa. Saya yang dasar-nya pro pada state of happiness, tentu ingin menghadirkan sesi dengan nuansa happy yang kental. Tapi mesti ada unsur dan spirit helping othersnya. Karena buatku, jauh lebih penting jika sesinya nanti bukan sekedar bincang-bincang biasa. Bukan sekedar pelatihan / training /workshop biasa seperti yang dulu-dulu selalu kulakukan. Aku ingin, sesi nanti memberi dampak yang positif bagi peserta, sebagai bekal peserta menjalani tahun 2022.
Maka mulailah episode membuat dan menyusun struktur. Mulai dari memperbanyak bahan bacaan, mengumpulkan kembali insight-insight yang pernah hadir, termasuk mempelajari kembali setiap struktur yang sudah pernah kususun. Proses ini menjadi menarik karena, aku pun tidak ingin jika hanya mengulang kembali struktur yang sudah pernah kubuat. Aku ingin menghadirkan satu yang baru, sekalipun struktur ini merupakan pengembangan / modifikasi dari struktur yang pernah ada. Aku bertanggung-jawab atas setiap proses yang ingin dan akan kuhadirkan. Dan untuk itu, apapun jenis sesinya, aku ingin menghadirkan hanya yang terbaik.
Kubayangkan sesinya akan seperti apa, kubayangkan kalimat seperti apa yang akan kuucapkan, ku bahkan membayangkan bagaimana interaksinya akan berkembang nanti. Sayangnya, setiap ku buka lagi materi tersebut, kenapa selalu ada bagian yang “kosong” ya..? saat kucoba ke diriku sendiri, kenapa kok, “bridging” nya, gak dapet ya..? Aih – mulailah episode masukkan ini, masukkan itu. Tambahin ini, tambahin itu, selalu saja ada yang rasanya belum pas. Wajar sih, fokus perhatianku pun penuh dengan banyak urusan gono, gono dan gini - gini. (in between mindful dan mind-full). Jadilah proses menyusun struktur untuk sesi ini, sebagai proses yang terlama.
Lalu, apakah sempurna? Tentu tidak… H-2, kaka Senior Teh Ciko, bertanya: apa yang perlu dibantu? – eh, apa yah? Hihii.. Apa yang perlu disiapkan? Eh, apa ya…? (nguyuuu). Bingung sendiri.. Termasuk, jelang sesinya, -30 menit, ada saja perubahan yang masih dilakukan. Tambah inilah, tambah itu. Ubah sana, ubah sini, touch up-up-up, sana-sini. Bapake suami, tetiba ditodong untuk permak bagian A, B, C dst.. haahhaha… diskusi tipis-tipis dengan kaka moderator Lita Edia benar-benar last minuet sebelum acara. Tapi Alhamdulilah, Allah yang Maha baik, Allah yang Maha Mengatur, Allah yang Maha Sempurna. Dalam prosesnya, jadi teringat beberapa point yang bisa ditambah untuk memperkuat dan mempercantik sesi tersebut. Tapi sejatinya, aku kok nyaman yaaa dengan ini semua..? Gak ada rasa gimana-gimana, meski segala sesuatunya serba kebat-kebutan.
...bersambung...