Sejarah KKN
Pada tahun 1971, Direktur Pendidikan Tinggi Departemen Pendidikan dan Kebudayaan menunjuk tiga universitas, yaitu Universitas Andalas di barat, Universitas Gadjah Mada di tengah, dan Universitas Hasanuddin di sini, sebagai pelopor kegiatan pengabdian kepada masyarakat. Proyek rintisan ini bernama Pengabdian Mahasiswa untuk Masyarakat. Hasil laporan dan penilaian tiga universitas pionir proyek ini dipresentasikan pada rapat rektor perguruan tinggi negeri atau institut pada Maret 1972, setelah rapat di mana direktur pendidikan tinggi mewajibkan 13 perguruan tinggi di 13 provinsi untuk melaksanakannya. proyek. , sekolah kerja perintis sejati selama tahun ajaran 1973-197
. Universitas Gadjah Mada beroperasi sebagai universitas unggulan, sementara dua belas universitas lainnya diklasifikasikan sebagai universitas menengah, dua belas universitas tersebut adalah: Universitas Syiah Kuala, Universitas Sumatera Utara, Universitas Sumatera Utara, Universitas Andalas, Universitas Sriwijaya, Universitas Padjadjaran, Universitas Diponegoro, Universitas Brawijaya, Universitas Udayana, Universitas Gadjah Mada Lambung Mangkurat, Universitas Hasanuddin, Universitas Sam Ratulangi dan Universitas Pattimura Pada awal perkembangannya, bab Program pengabdian kepada masyarakat hanyalah gabungan dari dua ajaran, yaitu mengajar dan mengabdi kepada masyarakat. Perpaduan falsafah perguruan tinggi dalam mewujudkan KKN sebagai salah satu subsistem pendidikan tinggi di Indonesia
Kuliah Kerja Nyata atau yang biasa disebut sebagai KKN merupakan bentuk kegiatan pengabdian masyarakat oleh mahasiswa Universitas Riau . Kegiatan pengabdian dalam KKN dapat berupa pendekatan lintas keilmuan yang bisa diterapkan langsung kepada masyarakat. Waktu pelaksanaan KKN berlangsung 1 bulan lebih atau tepatnya 40 Hari dengan lokasi Kelurahan Rantau Panjang , Kecamatan Rumbai Barat Kota Pekanbaru Provinsi Riau
Anggota tim kukerta berjumlah 10 orang dengan 1 dosen pembimbing lapangan yakni DR. Mayta Novaliza Isda, Ms.i yang mana dari tim KKN ini sendiri berasal dari 3 Fakultas yakni Fakultas Pertanian , Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan serta Fakultas Matematika Ilmu Pengetahuan Alam.
Sasaran Program KKN
Sebenarnya KKN ini tidak hanya ditujukan untuk mahasiswa saja. Namun program ini ditujukan untuk tiga sasaran elemen kemasyarakatan. Yang pertama adalah mahasiswa, masyarakat (mitra dan pemerintah), dan perguruan tinggi.
Tujuan dan Manfaat KKN (Kuliah Kerja Nyata)
1. Mendapatkan pengalaman untuk bekal setelah lulus, sekaligus melibatkan diri secara langsung belajar interaksi sosial, merumuskan masalah, menjadi problem solving terhadap lokasi tempat KKN berada dsb.
2. Berbagi ilmu berdasarkan kemampuan jurusan yang selama ini sudah dipelajari, tentu saja ini bentuk dari kaderisasi pembangunan dari kawula muda untuk Indonesia.
3. Sebagai sarana untuk mentransformasikan ilmu diperguruan tinggi ke masyarakat di tempat mereka tinggali dan membantu masyarakat sekitar untuk memecahkan masalah secara komprehensif, lintas sektoral, pragmatis dsb.
Dilansir dari laman website Institut Teknologi Surabaya, secara lebih rinci tujuan KKN dibagi berdasarkan 6 poin sebagai berikut:
Meningkatkan empati dan kepedulian mahasiswa.
Menerapkan IPTEKS secara team work dan interdisipliner.
Menanamkan nilai kepribadian: a) Keuletan, etos kerja dan tanggung jawab; b) . Kemandirian, kepemimpinan dan kewirausahaan.
Menanamkan jiwa peneliti sejak dini:
Eksploratif dan analisik, b) Mendorong learning community dan learning society.
Kontribusi nasional melalui aktivitas yang bisa memecahkan permasalahan di tengah masyarakat
Sebagai sarana tidak langsung dalam promosi dan branding institusi
Dari ketiga tujuan KKN di atas hanya tiga diantara manfaat yang bisa dirasakan oleh mahasiswa. Adapun tujuan KKN untuk pihak Perguruan Tinggi.
1. Mencetak sarjana yang berkualitas, yaitu dengan menghayati kondisi gerak ataupun permasalahan yang komplek yang dihadapi oleh masyarakat.
2. Meningkatkan kedekatan atau keakraban terhadap pemerintah daerah, masyarakat dan instansi teknis dalam menyelesaikan penelitian.
Secara umum, KKN bertujuan untuk mengaplikasikan terapan Ilmu Pengetahuan Teknologi dan Sains Ipteks kepada masyarakat, ini juga bentuk dari sinergi antara kawula muda berpendidikan dengan masyarakat sekitar agar lebih maju.
Manfaat KKN bagi Mahasiswa
Jika sebelumnya dibahas dari segi tujuan secara akademis, maka tahukah kamu bahwa KKN ini juga banyak membantu untuk membentuk pribadi menjadi lebih baik, lho.
1. Terjun Langsung ke Masyarakat
Jika selama ini kamu hanya mempelajari ilmu mu di dalam kelas, maka dengan program KKN kamu bisa langsung menerapkannya ke masyarakat. Tentu menyenangkan bukan jika ilmu yang kamu dapat di kelas bisa bermanfaat bagi orang lain? Biasanya dalam sebuah program KKN, sudah dibagi per anggota mendapatkan program apa yang sesuai dengan bidangnya.
2. Pembuktian Diri
Kalau selama ini kamu dinilai, sekolah tinggi-tinggi buat apa? Nah di program KKN inilah kamu bisa membuktikan. Apa yang sudah kamu pelajari bisa kamu tularkan ke masyarakat sekitar.
Misalnya kamu kuliah di jurusan teknik sipil, kamu melihat bahwa desa tempat kamu KKN jalannya rusak. Kamu dapat mengajukan program ke pemerintah sekitar untuk memperbaiki jalan tersebut. Kamu pun juga dapat memberikan saran atau membantu mereka dalam merancang perbaikan jalan yang benar.
3. Relasi Semakin Banyak
Adapun manfaat umum yang akan diperoleh, yaitu memudahkan dalam mengambil keputusan dan menemukan inovasi secara tepat berdasarkan analisis ilmiah maupun berdasarkan petunjuk. Diharapkan dari inovasi inilah akan melahirkan banyak alternatif solusi secara mandiri maupun kelompok untuk program pemberdayaan masyarakat binaan.
Poin penting memahami apa itu KKN secara tidak langsung mengajarkan akan rasa tanggung jawab dalam segala hal. Salah satunya dalam memberdayakan masyarakat binaan untuk menjadi lebih kooperatif, aktif, sejahtera dan masih banyak lagi.
Hal penting terakhir mempelajari KKN adalah, mengajarkan mahasiswa belajar berfikir kritis dan belajar pemikiran masyarakat. Tentu saja, diharapkan mahasiswa pun menjadi pribadi yang bisa bekerja multidisipliner juga.