Search this site
Embedded Files
Kimia Koloid
  • BERANDA
  • KOMPETENSI
  • MATERI
    • Sistem Dispersi
    • Jenis-Jenis Koloid
    • Sifat-sifat Koloid
  • EVALUASI
  • DAFTAR PUSTAKA
  • PROFIL PENGEMBANG
Kimia Koloid
  • BERANDA
  • KOMPETENSI
  • MATERI
    • Sistem Dispersi
    • Jenis-Jenis Koloid
    • Sifat-sifat Koloid
  • EVALUASI
  • DAFTAR PUSTAKA
  • PROFIL PENGEMBANG
  • More
    • BERANDA
    • KOMPETENSI
    • MATERI
      • Sistem Dispersi
      • Jenis-Jenis Koloid
      • Sifat-sifat Koloid
    • EVALUASI
    • DAFTAR PUSTAKA
    • PROFIL PENGEMBANG

Sistem Dispersi

Apabila dua zat atau lebih dicampurkan maka ada dua kemungkinan, bereaksi atau bercampur saja. 

Campuran sendiri terdiri dari larutan, koloid dan suspensi.

Pernahkah kalian membuat air gula, susu dan kopi?

Apakah ada perbedaan diantara ketiga campuran tersebut?

Untuk mengetahuinya mari kita lihat video berikut! 

Larutan, koloid, dan suspensi.mp4

Sumber : https://youtu.be/AUYRTeiVim0 

Dibuat oleh : Rizki H.

Ketika gelas pertama yang berisi air dan gula, gelas kedua bersi air dan susu diaduk maka akan terlihat menyatu, tetapi gelas ketiga berisi air dan kopi terlihat bahwa kopi akan mengendap? 

Mengapa bisa terjadi seperti itu?

Gelas pertama berisi air dan gula. Setelah diaduk padatan gula tidak terlihat lagi. Lalu sebenarnya kemana padatan gula itu? Air melarutkan padatan gula dan membentuk larutan gula. Keduanya bercampur membentuk larutan dengan partikel berukuran <1 nm. Secara mikroskopik gula dapat larut dalam air karena molekul air yang bersifat polar menarik sisi polar dari molekul gula, sehingga terbentuk larutan gula dalam 1 fasa yang tidak dapat dipisahkan dengan penyaringan. Molekul gula yang dilarutkan dalam air panas memiliki energi kinetik yang mengakibatkan molekul gula bergerak lebih cepat, hal ini menyebabkan lebih cepat terbentuk larutan. 

Dibuat oleh : Rizki H.

Gelas ketiga berisi air dan kopi. Setelah didiamkan beberapa saat terlihat tidak homogen, karena partikel-partikel terlarut cukup besar (berukuran >100 nm) untuk dilihat dengan mata telanjang atau dengan mikroskop cahaya sederhana. Dilihat secara mikroskopik partikel-partikel terlarut semula bersatu, tetapi setelah didiamkan akan terpisah menjadi dua fasa karena adanya gaya gravitasi. Pada gelas ketiga campuran antara air dan kopi ini dapat dipisahkan dengan penyaringan biasa.

Dibuat oleh : Rizki H.

Pada gelas kedua berisi air dan susu. Campuran tersebut menghasilkan suatu "larutan" yang keruh. Sepintas campuran ini tampak homogen, sehingga tidak dapat dipisahkan maupun disaring. Namun, ternyata setelah dilihat dengan mikroskop ultra, partikel-partikel susu tersebut masih tersebar dalam air.  Ukuran partikelnya relatif kecil antara 1-100 nm, maka hanya dapat disaring dengan filter ultra atau kolodium yang mempunyai ukuran diameter pori-pori saringan 1 nm. Menurut Premono (2009), Karena partikel susu tersebar merata dalam mediumnya, maka di sini tidak digunakan istilah solut dan solven, melainkan fasa terdispersi dan pendispersi. Susu bubuk yang terdapat di dalam campuran ini disebut zat yang didispersikan atau fasa terdispersi, sedangkan air merupakan medium untuk mendispersikan atau fasa pendispersi.

Dibuat oleh : Rizki H.

KESIMPULAN SEMENTARA


  • Setelah diamati pada gelas pertama yang berupa campuran air dan gula membentuk campuran homogen atau menyatu menjadi satu fasa dengan ukuran partikel <1 nm dan tidak dapat dipisahkan dengan penyaringan. Contoh pada gelas pertama disebut dengan Larutan. 


  • Pada gelas ketiga yang berisi air dan kopi setelah didiamkan membentuk campuran heterogen yang terpisah menjadi 2 fasa dengan ukuran yang cukup besar dibanding gelas pertama yaitu >100 nm yang dapat dilihat dengan mata telanjang dan dapat dipisahkan dengan penyaringan. Contoh pada gelas ketiga disebut dengan Suspensi. 


  • Pada gelas kedua yang berisi susu setelah didiamkan membentuk campuran yang terlihat homogen akan tetapi sebenarnya berupa campuran heterogen yang terpisah menjadi 2 fasa dengan ukuran berkisar antara 1-100 nm yang tidak dapat dilihat dengan mata telanjang dan juga tidak dapat dipisahkan dengan penyaringan biasa. Contoh pada gelas kedua disebut dengan Koloid. 


KESIMPULAN MATERI


  • Larutan  : Merupakan sistem dispersi yang ukuran partikel- partikelnya sangat kecil, sehingga tidak dapat dibedakan (diamati) antara partikel pendispersi dengan partikel terdispersi, walaupun menggunakan mikroskop dengan tingkat pembesaran yang tinggi (mikroskop ultra).


  • Suspensi : Merupakan sistem dispersi di mana partikel yang ukurannya relatif besar tersebar merata di dalam medium pendispersinya.


  • Koloid       : Merupakan sistem dispersi dengan ukuran partikel antara 1 nm sampai dengan 100 nm.

PERBEDAAN LARUTAN, SUSPENSI DAN KOLOID

Dibuat oleh : Rizki H.

Jenis-jenis Koloid
Sifat-sifat Koloid
Rizki Haryati  | rizkiharyati18@gmail.com | 089668665025 
Pendidikan Kimia | Universitas Jambi
Google Sites
Report abuse
Page details
Page updated
Google Sites
Report abuse