Search this site
Embedded Files
Kimia Koloid
  • BERANDA
  • KOMPETENSI
  • MATERI
    • Sistem Dispersi
    • Jenis-Jenis Koloid
    • Sifat-sifat Koloid
  • EVALUASI
  • DAFTAR PUSTAKA
  • PROFIL PENGEMBANG
Kimia Koloid
  • BERANDA
  • KOMPETENSI
  • MATERI
    • Sistem Dispersi
    • Jenis-Jenis Koloid
    • Sifat-sifat Koloid
  • EVALUASI
  • DAFTAR PUSTAKA
  • PROFIL PENGEMBANG
  • More
    • BERANDA
    • KOMPETENSI
    • MATERI
      • Sistem Dispersi
      • Jenis-Jenis Koloid
      • Sifat-sifat Koloid
    • EVALUASI
    • DAFTAR PUSTAKA
    • PROFIL PENGEMBANG

Jenis-Jenis Koloid

Masih ingatkah kalian bahwa Koloid memiliki 2 fasa di dalam campurannya ?

Pengelompokan sistem koloid didasarkan pada wujud fasa terdispersi dan medium pendispersinya. Zat yang jumlahnya sedikit disebut fasa terdispersi (fasa dalam), sedangkan zat yang jumlahnya banyak disebut medium pendispersi (fasa luar). Baik fasa terdispersi maupun medium pendispersi dapat berwujud padat, cair, atau gas. Akan tetapi, untuk gas yang terdispersi dalam gas tidak dapat menghasilkan koloid, sebab semua gas bercampur secara homogen sehingga akan berupa larutan dengan sesamanya (Suwardi,2009).


Sistem koloid dapat dikelompokkan berdasarkan fasa terdispersi dan fasa pendispersinya. Berdasarkan fasa terdispersi, jenis koloid ada tiga, antara lain sol (fasa terdispersi padat), emulsi (fasa terdispersi cair), dan buih (fasa terdispersi gas). Koloid dengan fasa pendispersi gas disebut aerosol.

a. Sol

Sol merupakan sistem koloid yang fasa terdispersinya berupa zat padat yang didispersikan dalam padatan, cairan atau gas. Jadi, sol dibedakan menjadi tiga jenis berdasarkan medium pendispersinya, yaitu: 

1) Jika medium pendispersinya berupa zat padat, maka sistem koloid fasa padat-padat disebut sol padat. Contohnya, Paduan logam dan kaca berwarna

Paduan Logam (Sumber : Edzona)

Kaca Berwarna (Sumber : Bramble Journal)

2) Jika medium pendispersinya berupa zat cair, maka sistem koloid fasa padat-cair disebut sol atau gel. Contohnya, sol emas, agar-agar, jelly, cat, dan tinta.

Agar-Agar (Sumber : Alodokter)

Jelly (Sumber : Istock)

Tinta (Sumber : Tapada)

3) Jika medium pendispersinya berupa gas, maka sistem koloid fasa padat-gas disebut aerosol padat. Contohnya, asap dan debu padat.

Asap (Sumber : Kompas)

Debu Padat (Sumber : indozone.id)

b. Emulsi

Emulsi merupakan sistem koloid yang fasa terdispersinya berupa zat cair yang didispersikan dalam padatan, cairan, atau gas. Jadi, emulsi dibedakan menjadi tiga jenis berdasarkan medium pendispersinya.

1) Jika medium pendispersinya berupa zat padat, maka sistem koloid fasa cair-padat disebut emulsi padat. Sebagai contoh keju, di mana lemak mentega didispersikan dalam kasein (protein susu) dan mentega. Ada juga jenis emulsi padat yang disebut sebagai gel. Gel merupakan sistem koloid yang setengah kaku (antara padat dan cair). Contohnya, keju, mentega dan mutiara

Keju (Sumber : alodokter)

Mentega (Sumber :  Nadhifah)

2) Jika medium pendispersinya berupa zat cair, maka sistem koloid fasa cair-cair disebut emulsi. 

Adapun campuran yang terbentuk pada sistem koloid fasa cair-cair bukan berupa larutan, melainkan bersifat heterogen. Misalnya, campuran antara minyak dan air. Air yang bersifat polar tidak dapat bercampur dengan minyak yang bersifat nonpolar. Untuk dapat menyatukan air dan minyak, harus ada zat penghubung antara keduanya. Zat penghubung ini harus memiliki gugus polar (gugus yang dapat larut di dalam air) dan juga harus memiliki gugus nonpolar (gagus yang dapat larut di dalam minyak) sehingga zat penghubung tersebut dapat bercampur dengan air dan dapat pula bercampur dengan minyak. 

Zat penghubung yang menyebabkan pembentukan emulsi disebut emulgator (pembentuk emulsi). Jadi, tidak ada emulsi tanpa emulgator. Contoh zat emulgator, yaitu sabun, deterjen, dan lesitin. Minyak dan air dapat bercampur jika ditambahkan emulgator berupa sabun atau deterjen. Oleh karena itu, untuk menghilangkan minyak yang menempel pada tangan atau pakaian digunakan sabun atau deterjen, yang kemudian dibilas dengan air. 

Dibuat oleh : Rizki H.

Sumber : https://youtu.be/c__8yRJL7KM 

Contoh emulsi yaitu santan, susu, es krim, mayonnaise, dan lotion.

Santan (Sumber : cnn Indonesia)

Es krim (Sumber :  food spotting)

Mayonnaise (Sumber :  Ndhifah)

3) Jika medium pendispersinya berupa gas, maka sistem koloid fasa cair-gas disebut aerosol cair. Contohnya adalah kabut dan awan, di mana partikel-partikel air terdispersi dalam udara. Adapun dalam produk industri yaitu dalam bentuk spray (semprot), seperti hairspray, pengharum ruangan, dan obat nyamuk semprot.

Kabut (Sumber :  Gridoto)

Awan (Sumber :  Kompas)

c. Busa atau Buih

Busa atau buih merupakan sistem koloid yang fasa terdispersinya berupa gas yang didispersikan dalam padatan atau cairan. Jadi, busa hanya dibedakan menjadi dua jenis. 

1) Jika medium pendispersinya berupa zat padat, maka sistem koloid fasa gas-padat disebut busa padat. Contohnya, karet busa dan batu apung

Karet busa (Sumber :  Alibaba)

Batu Apung (Sumber :  Dictio)

2) Jika medium pendispersinya berupa zat cair, maka sistem koloid fasa gas-cair disebut busa. Contohnya busa sabun.

Busa Sabun (Sumber : Sripoku) 

Tabel pengelompokan koloid

Dibuat oleh : Rizki H.

Sistem Dispersi
Sifat-sifat koloid
Rizki Haryati  | rizkiharyati18@gmail.com | 089668665025 
Pendidikan Kimia | Universitas Jambi
Google Sites
Report abuse
Page details
Page updated
Google Sites
Report abuse