Pontius Mudin: Generasi Muda Harus Menjadi Agen Gerakan Moderasi Beragama
Kamis, 26 Agustus 2025
Foto : Siprianus Kantus
Ruteng (Kemenag) --- Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Manggarai (Kakankemenag) Pontius Mudin mengajak generasi muda untuk menjadi agen perubahan melalui gerakan moderasi beragama. Hal itu disampaikannya ketika didaulat sebagai salah satu narasumber dalam seminar sehari bertajuk “Pembinaan Moderasi Beragama Tingkat SMA/SMK Separoki Katedral Ruteng” di Aula St. Yoseph Katederal, Senin,(25/08/2025).
Di hadapan ribuan siswa siswi dan guru dari 9 SMA dan SMK di wilayah Paroki Katederal Ruteng yang merupakan sasaran kegiatan ini, Pontius menyampaikan secara detil urgensi gerakan moderasi agama dalam kalangan generasi muda. Dua topik bahasan yang menjadi sorotannya bagi generasi muda adalah radikalisme dan ekstremisme. Mengapa generasi muda rentan terpapar gerakan ini, menurut Pontius, karena saat ini mereka merupakan bagian dari internet dan media sosial yang dibanjiri dengan pelbagai informasi tentang yang baik maupun yang buruk dalam pelbagai ranah, terlebih dalam ranah agama yang menjadi konsen kajian moderasi hari ini.
“Harus diakui, saat ini pelajar rentan terpapar ideologi radikal dan ekstrem melalui internet dan media sosial. Sebab itu, penguatan moderasi beragama bertujuan agar mereka memperoleh pemahaman yang benar tentang agama, sehingga mereka mampu menolak ajaran-ajaran yang menyimpang dan merusak,” demikian Pontius.
Untuk itu, dalam materi seminarnya yang berjudul “Implementasi Nilai-Nilai Moderasi Beragama Bagi Kaum Muda Pelajar SMA/SMK/Ma Di Kabupaten Manggarai” Pontius melihat lembaga pendidikan pendidikan sebagai basis strategis untuk mengajarkan dan mengimplementasikan gerakan moderasi beragama di kalangan generasi muda. “Gerakan moderasi beragama yang meliputi komitmen kebangsaan. Toleransi, anti kekerasan, dan akomodasi terhadap kearifan lokal harus diajarkan di sekolah. Keempat indikator ini harus meresapi kurikulum sekolah kita. Hal ini kian mendesak, mengingat eskalasi kekerasan, bullying, dan rasisme dalam pelbagai manifestasinya masih sering terjadi,” tegas Pontius.
Pada tempat yang sama Romo Hironimus Bandur yang menjadi narasumber kedua dalam seminar ini menyajikan makalahnya yang berjudul “Citra Moderasi Beragama Dalam Gempuran Intoleransi dan Sikap Orang Muda.” Dalam makalah itu, Dosen STIPAS St. Sirilus Ruteng ini mempertanyakan implementasi atau citra moderasi beragama di Indonesia saat ini. Pertanyaan ini bertolak dari sejumlah kasus intoleransi yang menciderai para pemeluk agama minoritas, yang masih sering terjadi.
Menurut Romo Hiro, generasi muda juga rentan sebagai pelaku dan tindakan provokasi melalui penyebaran informasi-informasi yang tidak disaring terlebih dahulu. Karena itu, ia mengajak generasi muda untuk memanfaatkan ruang digital secara positif.
“karena orang muda sangat dekat dengan media sosial, maka perlu menggunakannya untuk menyebarkan pesan-pesan toleransi, melawan hoaks dan fake yang memicu kebencian, serta mempromosikan narasi-narasi damai. Hal ini sangat penting, agar intoleransi yang menyebar begitu cepat di dunia maya bisa dilawan dengan narasi-narasi alternatif yang sehat,” pungkas alumnus Doktoral bidang Inter-faith Universitas Islam Nasional Sunan Kali Jaga Yogyakarta tersebut.
Semantara itu Yohanes Masgur, Ketua Seksi Hubungan Antar-Agama dan Keyakinan (HAK) DPP Paroki Katederal Ruteng sebagai penyelenggara seminar sehari ini menyampaikan apresiasi yang dalam untuk materi yang dibawakan oleh kedua narasumber. Yohanes juga mengucapkan terima kasih untuk semangat dan partisipasi aktif semua peserta yang hadir. “Apresiasi yang mendalam untuk para narasumber, lebih khusus lagi bagi siswa-siswi yang semangat dan aktif bertanya dalam sesi dialog dan diskusi singkat”, demikian Yohanes.
Untuk diketahui, seminar moderasi beragama ini dihadiri oleh ribuah siswa siswi dari 9 SMA/SMA dan juga siswa siswi dari MAN 2 Manggarai. Hadir bersama mereka, para guru pendamping, Vinensius Sumardi sebagai moderator seminar, pengawas PAK dari Kantor Kemenag Manggarai, serta Raimundus Nuruk dan Dominicus Waso yang hadir mewakili Pastor Paroki Katederal Ruteng, RD. Andi Latu Batara.**
Penulis & Foto : Siprianus Kantus
Editor : Ando Haven