Sejarah Joyotakan
Pada Jaman Dahulu Kraton Mataram itu bertempat di Kartasura,selanjutnya menjadi bernama tidak Mataram tetapi bernama Kartosuro .Pada jaman yang berkuasa Paku Buwono II Kraton Kartosuro rusak karena itulah dipindah ke desa Solo dan kerajaanya dinamakan Surakarta, para abdi dalem (pegawai kraton) semua dipindah ke Surakarta menempati tanah-tanah seperti abdi dalem dari Sampang Madura bertempat di Sampangan, pegawai Gandek bertempat di Gandekan, prajurit Sorogeni bertempat di kampung Sorogenen,prajurit Carangan bertempat di kampung Carangan ,begitu juga prajurit Joyotanhantoko, bertempat tinggal di Joyotakan dan prajurit Mijipinilihan bertempat di Mijipinilihan
Pada waktu kekuasaan Paku Buwono VI di Joyotakan didirikan pesangrahan Paku Buwono VI,dan dinamakan pesangrahan Jatiraga, tepatnya di rumah Makhin atau Himawan, lurus dari jalan rumah Makhin, keperluan didirikan pesanggrahan itu adalah untuk memperkuat pertahanan prajurit pemerintahan kerajaan Surakarta dan untuk berhubungan dengan pemberontak Diponegoro pada tahun 1825 sampai 1830, karena itu sampai sekarang penduduk Joyotakan itu sifatnya sebagai pahlawan/prajurit.
Pada masa kekuasaan Paku Buwono IX, Paku Buwono IX membuat kota Solo supaya tidak banjir dan dibuatlah tanggul dari Tipes sampai Dawung, Dawung-Demangan, Demangan-Sorogenen. Sungai kali jenes dipindah ke selatan tanggul terus ke bengawan. Maka kampung Miji pinilihan terpecah menjadi 2, yaitu:
-Miji pinilihan Kidul (Selatan) {selatan sungai kali jenis}
-Miji pinilihan Lor (Utara) {utara sungai kali jenis}
Bersamaan itu kali Pepe yang mulanya melewati dalam kota (utara Mangkunegaran) ke Timur kretek (jembatan) Arifin ke timur lagi di sebelah selatan Pasar Gedhe dan ke timur lagi sampai bengawan dipindah sebelah utara tanggul,dari tirtonadi di buat kali (sungai) baru ke timur sampai utara Dr Oen (Kandang Sapi) ketimur sampai bengawan dan dinamakan kali (sungai) susuan.
Pada jaman dahulu di Joyotakan pada setiap bulan September dibentuk organisasi gotong-royong dan dinamakan gotong-royong pemuda banjir. Keperluanya untuk menolong orang-orang yang terkena musibah banjir dan untuk berjuang menaggulangi bahaya banjir,sampai sekarang.
Sekarang ini mungkin banyak orang yang belum tahu tentang kelurahan Joyotakan dan memandang sebelah mata kelurahan Joyotakan, karena kelurahan Joyotakan terletak di pinggiran kota Solo, tepatnya di selatan kota Solo atau berbatasan dengan Kab. Sukoharjo.Tetapi sebetulnya banyak potensi yang dimiliki kelurahan Joyotakan seperti, Joyotakan terkenal dengan pengusaha kayu dan mebel, pengusaha batik, pengusaha besi, pengrajin gitar, pengrajin gamelan, dan ukm.
Joyotakan terletak di kecamatan Serengan kota Surakarta/Solo (bagian selatan). Joyotakan terdiri dari 6 RW (Rukun Warga) dan terbelah menjadi 2 yaitu Joyotakan kulon (barat) dan Joyotakan wetan (timur). Di Joyotakan kulon (barat) terdapat 4 Rw dan di Joyotakan wetan (timur) terdapat 2 Rw
Di daerah Joyotakan memiliki tempat pendidikan,yaitu:
2TK (Taman Kanak-kanak) antara lain :
TK Islam Bakti X
TK Siwi Peni
4SD (Sekolah Dasar) anatara lain:
SDN Joyotakan 59
SD Islam Bakti I
SDN Plalan I
SDN Plalan II
1SMP (Sekolah Menengah Pertama),yaitu:
SMP Islam Bakti I
1SMK (Sekolah Menegah Kejuruan),yaitu:
SMK Muhammadiyah 1
1Perguruan Tinggi,yaitu:
AKBID (Akademi KeBidanan)
Berbagai paguyuban, organisasi masyarakat menjadi peran penting dalam kemajuan Joyotakan sampai sekarang. Satu per satu akan kami tampilkan agar masyarkat dari kampung yang lain tertarik atau sebagai penyemangat di kampung yang lain untuk memajukan kampungnya masing-masing.