PINE-BOOST
Inovasi Selai Nanas Fungsional Kaya Vitamin C untuk Mengaktivasi Penyerapan Zat Besi Fortifikasi pada Roti Tawar sebagai Upaya Pencegahan Stunting.
Inovasi Selai Nanas Fungsional Kaya Vitamin C untuk Mengaktivasi Penyerapan Zat Besi Fortifikasi pada Roti Tawar sebagai Upaya Pencegahan Stunting.
Latar Belakang
Stunting dan anemia defisiensi besi (ADB) adalah masalah gizi utama di Indonesia. Sebagai upaya menanggulanginya, pemerintah Indonesia telah menetapkan kebijakan Fortifikasi Pangan Wajib. Berdasarkan SNI, setiap produk tepung terigu yang beredar di Indonesia wajib diperkaya (difortifikasi) dengan berbagai nutrisi, termasuk Zat Besi (Fe) dan Zinc (Zn).
Artinya, roti tawar yang umum dikonsumsi anak-anak saat sarapan sebenarnya sudah merupakan sumber zat besi.
Dengan membuat selai nanas "PINE-BOOST" menggunakan metode pengolahan yang tepat untuk mempertahankan Vitamin C-nya, sarapan sederhana (roti tawar + selai) dapat diubah menjadi makanan sinergis. Selai nanas tidak lagi hanya sebagai pemanis, tetapi berfungsi sebagai aktivator yang memaksimalkan penyerapan zat besi yang sudah ada di dalam roti tawar itu sendiri.
Rumusan masalah
Bagaimana cara membuat selai nanas fungsional "PINE-BOOST" dengan metode pengolahan yang efektif untuk mempertahankan kandungan Vitamin C alami di dalamnya?
Bagaimana mekanisme ilmiah (reaksi kimia) Vitamin C dalam selai "PINE-BOOST" dalam mengaktivasi dan meningkatkan penyerapan zat besi non-heme yang telah difortifikasi dalam tepung terigu (roti tawar)?
Seberapa besar potensi hidangan sederhana "roti tawar + selai PINE-BOOST" sebagai sarapan fungsional untuk membantu pencegahan anemia defisiensi besi?
Tujuan
Membuat prototipe selai nanas "PINE-BOOST" yang kaya Vitamin C, yang dibuktikan secara visual melalui warna kuning cerah produk akhir (menandakan tidak terjadi karamelisasi berlebih dan kerusakan nutrisi).
Menjelaskan secara ilmiah (prinsip IPAS) peran Asam Askorbat (Vitamin C) sebagai reduktor yang mengubah zat besi fortifikasi Fe^{3+} (dari tepung terigu) menjadi Fe^{2+} yang bioavailable (mudah diserap).
Menunjukkan bahwa sarapan umum (roti tawar dan selai) dapat diubah menjadi intervensi gizi yang kuat untuk pencegahan stunting hanya dengan mengganti selai biasa dengan selai fungsional "PINE-BOOST".
Prosedur Projek
Alat yang Dibutuhkan:
Panci .
Blender.
Spatula (kayu atau silikon tahan panas).
Toples atau wadah dengan tutup yang kedap udara.
Timbangan atau gelas takar (jika ada).
Bahan-Bahan:
1 buah Nanas Matang (disini nanas yang kami gunakan agak kecil). Pilih yang sudah manis dan harum.
75 gram Gula Pasir (atau sesuai selera. Rasio gula lebih rendah dari selai biasa).
sekitar 2 setengah sendok teh garam
2 potong kayu manis.
Langkah-Langkah Pembuatan:
Tahap 1: Persiapan Nanas
Kupas nanas, buang semua "mata" nanas, dan cuci bersih.
Potong-potong nanas dan buang bagian bonggol tengahnya yang keras.
Hancurkan Nanas:
Opsi 1 (Tekstur Terbaik): Parut nanas menggunakan parutan keju atau parutan kasar.
Opsi 2 (Lebih Cepat): Masukkan ke blender, tekan tombol "pulse" (nyala-mati) beberapa kali. Jangan diblender sampai halus seperti jus, biarkan masih ada serat-serat kasarnya.
Tahap 2: Proses Pemasakan
Masukkan nanas yang sudah dihancurkan (langkah 2) ke dalam panci.
Tambahkan 2 potong kayu manis.
Tambahkan sekitar 2 sendok teh garam untuk penyeimbang rasa.
Tunggu sampai kandungan air dari nanas berkurang.
Tambahkan 75 gram Gula Pasir.
(Sains-IPAS: kayu manis di sini berfungsi: 1. Memberikan aroma dan rasa: Kayu manis memberikan aroma khas yang hangat dan manis pedas yang bisa menggugah selera. 2. Meningkatkan keawetan: Kayu manis memiliki sifat antibakteri alami yang dapat membantu memperpanjang umur simpan selai. 3. Menambah nilai nutrisi: Selain rasa dan aroma, kayu manis juga kaya akan serat, kalsium, dan mineral lainnya yang bermanfaat untuk kesehatan pencernaan.
Nyalakan api sedang, aduk terus hingga gula larut dan nanas mulai mendidih.
Setelah mendidih, kecilkan api (api sedang-kecil). Terus aduk agar bagian bawah tidak gosong.
Masak selama sekitar 15-20 menit saja sampai dirasa kandungan air pada selai berkurang.
Tahap 3: Penyimpanan
Segera simpan selai pada wadah yang telah kita siapkan.
Setelah toples dibuka, selai ini WAJIB DISIMPAN DI DALAM KULKAS karena pengawetannya (gula) tidak setinggi selai biasa.
Time schedule