Pembahasan
Keberhasilan utama proyek PINE-BOOST terlihat dari indikator warna produk akhir. Selai yang dihasilkan memiliki warna kuning cerah. Secara ilmiah, warna ini mengindikasikan bahwa struktur sel buah nanas dan kandungan nutrisinya belum mengalami kerusakan parah akibat panas.
Pada pembuatan selai konvensional, pemanasan suhu tinggi dalam waktu lama menyebabkan reaksi Maillard (pencoklatan non-enzimatis) dan karamelisasi gula, yang mengubah warna menjadi coklat. Proses ini secara simultan menghancurkan Vitamin C (Asam Askorbat) karena sifatnya yang thermolabile (mudah rusak oleh panas).
Dengan menerapkan metode pemanasan minimal (hanya 15-20 menit) dan penambahan asam sitrat (air lemon) sebagai pengawet warna alami, selai PINE-BOOST berhasil meminimalisir reaksi oksidasi. Oleh karena itu, dapat disimpulkan secara kualitatif bahwa kandungan Vitamin C dalam selai PINE-BOOST jauh lebih tinggi dibandingkan selai nanas biasa, sehingga layak disebut sebagai pangan fungsional.
Anemia Defisiensi Besi (ADB) adalah salah satu faktor risiko stunting. Dengan mengoptimalkan penyerapan zat besi yang sudah ada dalam makanan sehari-hari (roti tawar fortifikasi), PINE-BOOST menawarkan solusi intervensi gizi yang:
Praktis: Tidak mengubah kebiasaan makan anak (tetap makan roti).
Ekonomis: Memanfaatkan bahan lokal (nanas) dan pangan umum (roti).
Efektif: Menggunakan prinsip kimia sederhana untuk melipatgandakan penyerapan gizi.
Berdasarkan hasil uji organoleptik, rasa yang segar dan warna yang menarik juga membuat produk ini mudah diterima oleh anak-anak, sehingga potensi keberlanjutan konsumsinya tinggi.
Pembahasan
Pembahasan