Proposal
Proposal
NAMA ANGGOTA KELOMPOK 5:
1. Chico Suta Febriano (9)
2. Fayruz Almira Mohamad (13)
3. Ghevanya Dwiana Simanjuntak (14)
4. Muhammad Rakha Putra Daniella (26)
5. Nashita Aninda Dahayu (28)
6. Nasya Putri Nabiha (29)
DAFTAR ISI
DAFTAR ISI...................................................................................................................................................................................... ii
KATA PENGANTAR....................................................................................................................................................................... iii
BAB 1 PENDAHULUAN................................................................................................................................................................. 1
1.1 Latar Belakang............................................................................................................................................................................ 1
1.2 Rumusan Masalah....................................................................................................................................................................... 1
1.3 Tujuan Kegiatan.......................................................................................................................................................................... 1
1.4 Manfaat Penelitian............................................................................................................................................................................................ 1
BAB II KAJIAN PUSTAKA............................................................................................................................................................ 2
2.1 Konsep Dasar Penghematan Energi dan Peran Sekolah................................................................................................................................................................................................ 2
2.2 Penyebab Utama Pemborosan Energi Di Lingkungan Sekolah................................................................................................................................................................................................ 2
2.3 Pelakasaan Stiker Hemat Energi.................................................................................................................................................................................................. 2
2.4 Edukasi dan Sosialisasi Tentang "AKSI HEMAT ENERGI"............................................................................................................................................................................................ 2
2.5 Edukasi dan Sosialisasi Tentang "Aksi Hemat Energi"........................................................................................................... 2
BAB III METODOLOGI PENELITIAN............................................................................................................................................................ 3
3.1 Metode Penelitian......................................................................................................................................................................... 3
3.2 Tempat dan Waktu Penelitian..................................................................................................................................................... 3
3.3 Subjek dan Objek Penelitian....................................................................................................................................................... 3
3.4 Teknik Pengumplan data............................................................................................................................................................. 3
3.5 Teknik Analisis Data.................................................................................................................................................................... 3
3.6 Tahapan Pelaksanaan Project..................................................................................................................................................... 3
KATA PENGANTAR
Puji syukur kami panjatkan ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa karena atas berkat dan rahmat-Nya, proposal kegiatan “Aksi Hemat Energi” ini dapat disusun dengan baik. Proposal ini dibuat sebagai bentuk upaya untuk meningkatkan kesadaran dan kepedulian siswa terhadap pentingnya penggunaan energi secara bijak dan efisien di lingkungan SMAN 4 Jakarta.
Kegiatan “Aksi Hemat Energi” akan dilaksanakan melalui berbagai kegiatan, seperti pembuatan dan pemasangan stiker pengingat di setiap kelas, edukasi mengenai pentingnya menghemat energi, sosialisasi, serta pengawasan penggunaan listrik. Melalui kegiatan ini, diharapkan siswa dapat membangun kebiasaan sederhana seperti mematikan lampu dan peralatan elektronik ketika sudah tidak digunakan.
Kami menyadari bahwa proposal ini masih memiliki kekurangan. Oleh karena itu, kami mengharapkan kritik dan saran yang membangun agar kegiatan ini dapat dilaksanakan dengan lebih baik. Kami juga mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah memberikan dukungan dalam penyusunan proposal ini. Semoga kegiatan “Aksi Hemat Energi” dapat berjalan dengan lancar dan memberikan manfaat bagi seluruh warga sekolah.
Jakarta, 28 Agustus 2026
BAB 1
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Energi listrik merupakan salah satu kebutuhan penting dalam menunjang berbagai kegiatan di lingkungan sekolah terutama di SMAN 4 Jakarta. Hampir seluruh kegiatan pembelajaran membutuhkan energi listrik, mulai dari penggunaan lampu, kipas angin atau pendingin ruangan, komputer, proyektor, hingga berbagai peralatan elektronik lainnya. Penggunaan energi listrik yang tepat sangat diperlukan agar kegiatan di sekolah dapat berjalan dengan nyaman dan efektif. Namun, dalam kehidupan sehari-hari masih sering ditemukan penggunaan energi listrik yang kurang bijak. Contohnya adalah lampu yang tetap menyala ketika ruangan sudah cukup terang, kipas atau pendingin ruangan yang tetap menyala ketika tidak ada orang di dalam kelas,proyektor yang tidak dimatikan saat sudah tidak digunakaan ,penggunaan kipas tangan yang di cas disekolah dan peralatan elektronik lainnya yang lupa dimatikan setelah digunakan serta air keran yang tidak dimatikan setelah digunakan. Hal-hal sederhana tersebut sering dianggap sepele, padahal jika dilakukan terus-menerus dapat menyebabkan pemborosan energi.
Kebiasaan boros energi tidak hanya berkaitan dengan penggunaan listrik yang berlebihan, tetapi juga menunjukkan kurangnya kesadaran dan tanggung jawab dalam menggunakan sumber daya. Oleh karena itu, diperlukan upaya untuk membangun kebiasaan hemat energi sejak dini, khususnya di lingkungan sekolah. Sekolah merupakan tempat yang tepat untuk menanamkan kebiasaan tersebut karena siswa dapat belajar sekaligus mempraktikkannya secara langsung dalam kehidupan sehari-hari. Salah satu cara yang dapat dilakukan adalah memberikan pengingat yang mudah dilihat dan dipahami oleh siswa. Melalui pemasangan stiker pengingat hemat energi di setiap kelas, siswa dapat lebih mudah mengingat untuk mematikan lampu dan peralatan elektronik ketika sudah tidak digunakan. Stiker tersebut dapat ditempatkan di dekat sakelar, pintu kelas,westafel atau peralatan elektronik sehingga menjadi pengingat sebelum siswa meninggalkan ruangan.
Selain pemasangan stiker, kegiatan ini juga akan disertai dengan edukasi dan sosialisasi mengenai budaya hemat energi.Siswa akan diberikan pemahaman mengenai pentingnya menghemat energi serta contoh tindakan sederhana yang dapat dilakukan setiap hari.Edukasi dan Sosialisasi yang kita lakukan diterapkan saat pameran stand dan edukasi di tiap tiap kelas . Dengan adanya edukasi, diharapkan siswa tidak hanya mengikuti aturan karena diingatkan, tetapi juga memahami alasan mengapa penghematan energi perlu dilakukan. Selanjutnya, dilakukan pengawasan penggunaan energi secara efisien di lingkungan sekolah. Pengawasan dapat dilakukan secara berkala dengan memperhatikan penggunaan lampu dan berbagai peralatan elektronik di setiap kelas. Kegiatan ini diharapkan dapat mendorong siswa untuk saling mengingatkan dan bertanggung jawab terhadap penggunaan energi di ruang kelas masing-masing.
Melalui kegiatan “Aksi Hemat Energi”, diharapkan terbentuk kebiasaan positif dalam menggunakan energi secara bijak, efisien, dan bertanggung jawab. Kegiatan ini juga diharapkan dapat menciptakan budaya hemat energi yang tidak hanya dilakukan selama kegiatan berlangsung, tetapi dapat menjadi kebiasaan yang diterapkan secara berkelanjutan dalam kehidupan sehari-hari. Dengan langkah sederhana yang dilakukan bersama-sama, seluruh warga sekolah dapat ikut berperan dalam mengurangi pemborosan energi dan menciptakan lingkungan sekolah yang lebih peduli terhadap penggunaan sumber daya.
1.2 Identifikasi Masalah
Berdasarkan latar belakang yang telat diuraikan, dapat diidentifikasikan beberapa masalah dalam proyek "Aksi Hemat Energi" yaitu:
Kesadaran siswa dalam menggunakan energi listrik secara bijak dan efesien di lingkungan sekolah masih perlu ditingkatkan.
Kebiasaan pemborosan listrik, seperti penggunaan lampu dan peralatan elektronik yang tidak sesuai kebutuhan, masih perlu diperhatikan.
Media Pengingat mengenai hemat energi di setiap kelas belum optimal, sehingga diperlukan media sederhana seperti stiker untuk mengingatkan siswa.
Edukasi dan sosialisasi mengenai pentingnya penghematan energi masih perlu ditingkatan agar siswa memahami manfaat penggunaan energi secara efesien.
Pengawasan terhadap penggunaan energi listrik di lingkungan sekolah perlu dilakukan untuk mendukung terbentuknya budaya hemat energi secara berkelanjutan.
1.3 Pembatasan Masalah
Penelitian berfokus pada kesadaran siswa dalam menggunakan energi listrik secara bijak dan efisien di lingkungan sekolah.
Penelitian membahas pembuatan dan pemasangan stiker pengingat hemat energi di setiap kelas sebagai media pengingat bagi siswa.
Penelitian membahas edukasi dan sosialisasi mengenai penggunaan energi secara efisien, serta pengawasan sederhana terhadap penggunaan listrik di lingkungan sekolah.
Penelitian dilakukan dalam lingkup lingkungan sekolah dan tidak membahas penggunaan energi di luar lingkungan sekolah.
Pengumpulan data dilakukan melalui observasi dan dokumentasi, tanpa menggunakan wawancara.
1.4 Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang yang telah diuraikan, rumusan masalah dalam proyek “Aksi Hemat Energi” adalah:
1. Bagaimana cara meningkatkan kesadaran siswa dalam menggunakan energi listrik secara bijak dan efisien di lingkungan sekolah?
2. Bagaimana pembuatan dan pemasangan stiker pengingat hemat energi yang dapat membantu mengurangi kebiasaan pemborosan listrik di setiap kelas?
3. Bagaimana edukasi, sosialisasi, dan pengawasan penggunaan energi dapat membentuk budaya hemat energi yang berkelanjutan di lingkungan sekolah?
1.5 Tujuan Penelitian
Berdasarkan rumusan masalah tersebut, tujuan dari penelitian atau proyek “Aksi Hemat Energi” adalah:
1. Untuk meningkatkan kesadaran siswa dalam menggunakan energi listrik secara bijak dan efisien di lingkungan sekolah.
2. Mengetahui pembuatan dan pemasangan stiker pengingat hemat energi yang dapat membantu mengurangi kebiasaan pemborosan listrik di setiap kelas.
3. Mengetahui peran edukasi, sosialisasi, dan pengawasan dalam membentuk budaya hemat energi yang berkelanjutan di lingkungan sekolah.
1.6 Manfaat Penelitian
A. Bagi Siswa
Proyek “Aksi Hemat Energi” dapat memberikan manfaat dalam meningkatkan pengetahuan, kesadaran, dan kepedulian siswa terhadap penggunaan energi listrik. Siswa dapat memahami bahwa tindakan sederhana, seperti mematikan lampu dan peralatan elektronik ketika tidak digunakan, merupakan bentuk tanggung jawab dalam menggunakan sumber daya. Selain itu, kegiatan ini dapat membentuk kebiasaan hemat energi yang dapat diterapkan tidak hanya di sekolah, tetapi juga di rumah dan lingkungan sekitar.
B. Bagi Sekolah
Kegiatan ini diharapkan dapat membantu sekolah dalam menciptakan lingkungan yang lebih hemat dan efisien dalam penggunaan energi listrik. Adanya stiker pengingat, sosialisasi, serta pengawasan dapat membantu mengurangi kebiasaan menggunakan listrik secara berlebihan. Dalam jangka panjang, kegiatan ini juga dapat mendorong terbentuknya budaya hemat energi yang dilakukan secara bersama-sama oleh siswa, guru, dan seluruh warga sekolah.
C. Bagi Lingkungan
Penghematan energi dapat menjadi salah satu bentuk kepedulian terhadap lingkungan. Dengan mengurangi penggunaan listrik yang tidak diperlukan, sekolah dapat ikut mengurangi pemborosan sumber daya. Kegiatan ini juga dapat menanamkan pola pikir kepada siswa bahwa menjaga lingkungan dapat dimulai dari kebiasaan kecil yang dilakukan secara konsisten dalam kehidupan sehari-hari.
D. Bagi Kelompok Peneliti
Proyek ini memberikan pengalaman kepada anggota kelompok dalam mengidentifikasi masalah, mencari solusi, merancang produk, serta melakukan pengujian dan evaluasi. Selain itu, kegiatan ini dapat melatih kemampuan bekerja sama, berkomunikasi, berpikir kreatif, memecahkan masalah, dan bertanggung jawab terhadap tugas masing-masing. Melalui proyek ini, kelompok juga dapat menerapkan metode Design Thinking secara langsung untuk menyelesaikan permasalahan nyata di lingkungan sekolah.
BAB II
KAJIAN PUSTAKA
2.1 Konsep Dasar Penghematan Energi dan Peran Sekolah
Energi listrik merupakan sumber daya utama dalam menunjang kegiatan pembelajaraan di sekolah. Namun, pemakaian listrik yang banyak digunakan tidak di imbangin dengan kebiasaan penggunaan yang bijak. Penghemataan Energi Listrik di lingkungan sekolah tidak hanya bertujuan untuk mengurangi pemakaian energi listrik tetapi juga untuk membangun kesadaran muid SMAN 4 Jakarta. Penerepan budaya hemat energi dilakukan melalui sarana edukasi dan sosialisasi untuk memberikan pemahaman awal , menyediakan alat bantu sosial seperti stiker pengingat dan melakukan pengawasan secara berkala agar menjadi kebiasaan sehari hari.
2.2 Penyebab Utama Pemborosan Energi di Lingkungan sekolah
Berdasarkan pengamatan awal dilingkungan sekolah, pemborosan energi sering kali terjadi akibat kebiasaan dan kurangnya kesadaran para murid. Salah satu penyebab pemborosan energi adalah kebiasaan murid yang kurang peduli terhadap penggunaan listrik. Sebagian murid masih menganggap bahwa menghemat dan mengatur penggunaan listrik merupakan tanggung jawab sekolah. Akibatnya, murid terkadang kurang memperhatikan penggunaan listrik dan lupa mematikan peralatan elektronik ketika sudah tidak digunakan yang membuat murid menjadi memiliki kebiasaan yang buruk.
2.3 Penggunaan Energi Listrik secara Bijak dan Efisien
Penggunaan energi listrik secara bijak dan efisien adalah penggunaan listrik sesuai dengan kebutuhan serta menghindari penggunaan yang tidak diperlukan. Penggunaan energi yang efisien bukan hanya mengurangi penggunaan listrik yang penting, tetapi menggunakaan energi secara tepat agar tidak tebuang dengan sia sia. Seperti mematikan lampu saat siang hari atau ketika ruangan sedang terang, mematikan komputer dan proyektor setelah selesai digunakan, dan mecabut peralatan listrik lainnya yang sudah tidak digunakan.
2.4 Pelaksanaan Project Stiker Hemat Energi
Stiker yang kita buat merupakan salah satu media komunikasi visual yang menyampaikan pesan secara singkat dan stiker ini dapat digunakan sebagai pengingat kepada murid murid betapa pentingnya penghematan energi listrik di lingkungan sekolah. Dalam pelaksanaannya, kami akan membuat beberapa desain stiker dengan kalimat sederhana, menarik, dan mudah dipahami oleh murid murid di SMAN 4 Jakarta. Stiker tersebut akan berisi ajakan untuk menghemat energi, seperti mematikan lampu dan kipas ketika sudah tidak digunakan serta menggunakan listrik seperlunya.
Setelah desain selesai dibuat, stiker akan dicetak dan ditempelkan di beberapa tempat yang sesuai dan mudah dilihat oleh murid, seperti di dekat sakelar lampu, kipas, atau stop kontak. Melalui pemasangan stiker ini, kami berharap murid dapat menjadi lebih sadar dan terbiasa untuk menggunakan energi listrik dengan bijak. Dengan kebiasaan kecil yang dilakukan secara bersama sama serta berharap pemborosan energi di lingkungan sekolah dapat dikurangi.
2.5 Edukasi dan Sosialisasi Tentang "Aksi Hemat Energi"
Edukasi merupakan proses memberikan pengetahuan dan pemahaman kepada seseorang mengenai suatu hal. Dalam proyek ini, edukasi diberikan untuk meningkatkan pemahaman dan kesadaran siswa dalam menghemat energi dan dampak dari pemborosan energi. Edukasi dan sosialisasi akan kita lakukan dengan memberikan sebuah informasi mengenai "aksi hemat energi" yang akan kita jalani saat pameran diadakan. Sementara itu, sosialisasi dilakukan dengan mengajak siswa untuk menerapkan perilaku hemat energi dalam kegiatan sehari hari. Dengan adanya edukasi dan sosialisasi ini, diharapkan murid memahami alasan dibalik tindakan hemat energi sehingga dapat menerapkan secara sadar.
BAB III
METODOLOGI PENELITIAN
3.1 Metode Penelitian
Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi langsung di lingkungan sekolah. Data yang diperoleh kemudian dianalisis untuk menggambarkan penerapan hemat energi sebagai gaya hidup berkelanjutan di sekolah.
3.2 Tempat dan Waktu Penelitian
Penelitian "Aksi Hemat Energi" ini dilakukan di lingkungan SMAN 4 Jakarta Pusat sebagai lokasi penelitian. Waktu pelaksanaan penelitian dilakukan pada waktu PJBL(Project Based Learning) mulai dari tahap pengamatan masalah, Perancangaan solusi, Pemasangan stiker, edukasi dan sosialisasi, hingga evaluasi di ujung acara.
3.3 Subjek dan Objek Penelitian
Subjek dalam penelitian ini adalah murid dan warga di sekolah SMAN 4 Jakarta terutama yang menggunakan fasilitas dan peralatan listrik di dalam kelas. Objek dalam penelitian adalah penerapaan aksi hemat energi di lingkungan sekolah sebagai upaya membangun kebiasaan bijak menggunakan energi listrik dan menumbuhkan kesadaran diri yang berkelanjutan.
3.4 Teknik Pengumplan data
Teknik pengumpulan data yang kita lakukan dilingkungan sekolah SMAN 4 Jakarta untuk mengetahui kebiasaan penggunaan energi dan penerapan tindakan hemat energi dalam kegiatan sehari hari. Sebagai berikut:
1. Observasi
Observasi dilakukan dengan mengamati kebiasaan penggunaan energi listrik di lingkungan sekolah, seperti penggunaan lampu, kipas, AC, komputer, proyektor, dan peralatan elektronik lainnya.
2. Dokumentasi
Dokumentasi dilakukan dengan mengumpulkan foto atau bukti kegiatan selama proses pengamatan, pembuatan stiker, dan persiapan proyek.
3. Evaluasi Produk
Evaluasi dilakukan terhadap hasil rancangan stiker untuk mengetahui kesesuaian isi pesan, tampilan, dan kemudahan pesan untuk dipahami.
3.5 Teknik Analisis Data
Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif kualitatif dengan menguraikan hasil pengamatan mengenai penggunaan energi di sekolah serta tindakan yang dapat dilakukan untuk menghemat energi dan mendukung gaya hidup berkelanjutan.
3.6 Tahapan Pelaksanaan Project
1. Empathize
Kelompok melakukan pengamatan terhadap kebiasaan penggunaan energi listrik di lingkungan sekolah untuk mengetahui permasalahan yang terjadi.
2. Define
Berdasarkan hasil pengamatan, kelompok menemukan permasalahan berupa kurangnya perhatian dan kesadaran dalam menggunakan energi listrik secara bijak dan efisien.
3. Ideate
Kelompok mencari solusi yang sederhana dan mudah diterapkan. Solusi yang dipilih adalah membuat stiker edukasi hemat energi sebagai media pengingat.
4. Prototype
Kelompok membuat rancangan stiker dengan pesan singkat mengenai penghematan energi, seperti mematikan lampu dan peralatan elektronik ketika tidak digunakan.
5. Test
Desain stiker diperiksa dan dievaluasi untuk memastikan pesan yang disampaikan jelas, mudah dipahami, dan sesuai dengan tujuan proyek.
3.6 Time Line
BAB IV
HASIL PENELITIAN
4.1 Hasil Pelaksanaan Proyek
Proyek dengan subtema "Aksi Hemat Energi" menghasilkan produk berupa Sticker Edukasi Hemat Energi. Sticker dibuat sebagai media sederhana untuk memberikan informasi dan mengingatkan warga sekolah agar menerapkan perilaku hemat energi dalam kegiatan sehari-hari.
Sticker berisi pesan-pesan edukatif mengenai penggunaan energi listrik secara bijak, seperti mematikan lampu ketika tidak digunakan, mematikan perangkat elektronik setelah selesai digunakan, serta menggunakan listrik sesuai kebutuhan.
Produk tersebut kemudian diperkenalkan kepada warga sekolah melalui kegiatan pameran dan sosialisasi. Dalam kegiatan tersebut, anggota kelompok menjelaskan tujuan pembuatan sticker, pentingnya menghemat energi, serta contoh penerapan hemat energi yang dapat dilakukan di lingkungan sekolah.
4.2 Proses Pelaksanaan Proyek
Menentukan masalah
Kelompok menentukan permasalahan mengenai penggunaan energi listrik yang masih perlu diperhatikan di lingkungan sekolah.
Menentukan Ide dan Solusi
Kelompok memilih sticker sebagai media edukasi karena mudah dibuat, mudah dipahami, dan dapat ditempatkan di lokasi yang sering dilihat oleh warga sekolah.
Membuat Desain Sticker
Kelompok menyusun desain dengan menggunakan kalimat singkat, jelas, dan bersifatmengajak agar pesan hemat energi mudah dipahami.
Membuat Produk
Desain yang telah dibuat kemudian dicetak menjadi sticker edukasi hemat energi.
Sosialisasi dan Edukasi
Produk diperkenalkan melalui pameran. Anggota kelompok memberikan penjelasan mengenai pentingnya menghemat energi serta cara menerapkannya di sekolah.
Evaluasi
Kelompok melakukan evaluasi terhadap proses pembuatan dan penyampaian edukasi untuk mengetahui kekurangan yang dapat diperbaiki.
4.3 Hasil Produk
Prosuk yang dihasilkan berupa Sticker Edukasi Hemat Energi. Sticker memiliki fungsi sebagai media pengingat bagi warga sekolah untuk menggunakan energi secara bijak. Beberapa pesan yang disampaikan dalam sticker antara lain:
Matikan lampu jika tidak digunakan.
Gunakan listrik seperlunya.
Matikan kipas setelah selesai digunakan.
Cabut perangkat elektronik setelah digunakan.
Hemat energi, jaga lingkungan.
4.4 Pembahasan Pembuatan Sticker
Edukasi Hemat Energi menjadi salah satu upaya untuk mengingatkan kesadaran warga sekolah mengenai pentingnya penggunaan energi secara bijak. Media sticker dipilih karena praktis dan dapat ditempatkan pada area yang mudah dilihat, sehingga pesan yang diberikan dapat menjadi pengingat dalam kegiatan sehari-hari.
Melalui kegiatan pameran, kelompok tidak hanya menampilkan produk, tetapi juga memberikan sosialisasi dan edukasi secara langsung kepada pengunjung. Edukasi tersebut menjelaskan bahwa tindakan sederhana seperti mematikan lampu dan perangkat elektronik yang tidak digunakan dapat membantu mengurangi pemborosan energi.
Dengan adanya proyek ini, diharapkan warga sekolah dapat lebih memperhatikan penggunaan energi dan mulai menerapkan kebiasaan hemat energi dalam kehidupan sehari-hari.
4.5 Kendala dan Solusi
Dalam pelaksanaan proyek terdapat beberapa kendala, seperti keterbatasan waktu dalam proses pembuatan produk, pembagian tugas antaranggota, serta penyesuaian desain agar informasi dapat disampaikan secara singkat dan menarik.
Untuk mengatasi kendala tersebut, kelompok melakukan pembagian tugas sesuai dengan kemampuan masing-masing anggota, mengatur waktu pengerjaan, serta melakukan diskusi untuk menentukan desain dan isi sticker yang paling sesuai.
4.6 Kesimpulan Hasil Pelaksanaan
Berdasarkan pelaksanaan proyek, dapat disimpulkan bahwa Sticker Edukasi Hemat Energi dapat digunakan sebagai media sederhana untuk menyampaikan pesan mengenai pentingnya menghemat energi di lingkungan sekolah. Melalui pembuatan produk, sosialisasi, dan edukasi, kelompok dapat menyampaikan ajakan untuk menggunakan energi secara lebih bijak.
BAB V
PENUTUP
5.1 Kesimpulan
Berdasarkan penelitian/proyek "Aksi Hemat Energi", dapat disimpulkan bahwa peningkatan kesadaran siswa dalam menggunakan energi listrik secara bijak dapat dilakukan melalui pemberian edukasi, sosialisasi, pemasangan media pengingat, serta pengawasan penggunaan energi di lingkungan sekolah. Upaya tersebut diharapkan dapat membantu siswa memahami pentingnya menggunakan energi sesuai kebutuhan dan mengurangi kebiasaan pemborosan listrik.
Pembuatan dan pemasangan Sticker Edukasi Hemat Energi menjadi salah satu media yang dapat digunakan sebagai pengingat bagi siswa. Sticker yang berisi pesan singkat mengenai hemat energi dapat ditempatkan di setiap kelas atau di dekat peralatan listrik sehingga mudah dilihat dan dapat mengingatkan siswa untuk mematikan lampu maupun peralatan elektronik ketika tidak digunakan.
Selain itu, edukasi, sosialisasi, dan pengawasan memiliki peran dalam membentuk budaya hemat energi yang berkelanjutan. Edukasi memberikan pemahaman mengenai pentingnya menghemat energi, sosialisasi menyampaikan ajakan untuk menerapkannya, sedangkan pengawasan membantu menjaga agar kebiasaan tersebut dapat dilakukan secara konsisten. Dengan adanya ketiga upaya tersebut, diharapkan budaya hemat energi dapat menjadi kebiasaan warga sekolah dalam kehidupan sehari-hari.
5.2 Saran
Berdasarkan penelitian/proyek "Aksi Hemat Energi", terdapat beberapa saran yang dapat diberikan, yaitu:
Bagi siswa, diharapkan dapat membiasakan diri menggunakan energi listrik secara bijak, seperti mematikan lampu, kipas, proyketor, dan peralatan elektronik ketika sudah tidak digunakan.
Bagi sekolah, diharapkan dapat mendukung dan melanjutkan kegiatan edukasi serta pengawasan penggunaan energi agar budaya hemat energi dapat diterapkan secara berkelanjuntan.
Bagi kelompok/peneliti, diharapkan kegiatan pembuatan dan pemasangan stiker dapat menjadi langkah awal untuk mengembangkan media edukasi hemat energi yang lebih kreatif dan menarik.
Bagi warga sekolah, diharapkan dapat menjaga dan menerapkan pesan yang terdapat pada Sticker Edukasi Hemat Energi sehingga penggunaan listrik menjadi lebih efisien dan tidak berlebihan.
Untuk kegiatan selanjutnya, pengawasan penggunaan energi dapat dilakukan secara lebih rutin agar penerapan budaya hemat energi dapat diketahui dan ditingkatkan dari waktu ke waktu.