Disusun Oleh:
KELOMPOK 6
1. Alline Ramadani
2. Annisa Soliha Sari
3. Carrisa Fanindya Khairun Nisa
4. Mario Maulana
5. Muhammad Ridwan Ardiansyah
6. Widiya Rustiandi
SMAN 4 Jakarta
Jl. Batu III No.3, RT.7/RW.1, Gambir, Kecamatan Gambir, Kota Jakarta Pusat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 10110
2026
KATA PENGANTAR
Puji syukur kami panjatkan ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa atas limpahan rahmat, taufik, dan hidayah-Nya sehingga kami dapat menyusun proposal proyek dengan judul “PILAR: Pilih Langkah Aman Demi Masa Depan Cemerlang”. Proposal ini merupakan bentuk kepedulian kami terhadap pentingnya menciptakan lingkungan yang inklusif serta memberikan ruang bagi setiap individu, termasuk teman-teman berkebutuhan khusus, untuk tumbuh dan berkembang secara optimal.
Melalui proyek ini, kami berupaya menumbuhkan kesadaran di kalangan siswa dan masyarakat tentang pentingnya memahami, menghargai, serta mendukung teman-teman lainnya. Kami percaya bahwa pendidikan dan dukungan yang tulus akan membuka kesempatan yang lebih luas bagi mereka untuk berpartisipasi aktif dalam kehidupan sosial maupun pendidikan.
Kami menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Bapak/Ibu guru pembimbing, rekan satu tim, serta semua pihak yang telah memberikan arahan, dukungan, dan semangat dalam proses penyusunan proposal ini. Semoga proyek ini dapat menjadi langkah kecil yang membawa dampak positif dalam mewujudkan lingkungan sekolah dan masyarakat yang lebih peduli, inklusif, dan berkeadilan bagi semua.
Akhir kata, kami berharap proposal ini dapat diterima dan memberikan manfaat bagi berbagai pihak yang memiliki visi yang sama dalam membangun kepedulian terhadap teman berkebutuhan khusus.
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang Masalah
Masa remaja merupakan fase perkembangan yang krusial karena ditandai dengan perubahan biologis, psikologis, dan sosial yang berlangsung secara cepat. Pada tahap ini, remaja mulai membentuk identitas diri dan cenderung memiliki rasa ingin tahu yang tinggi, namun belum sepenuhnya memiliki kemampuan pengendalian diri yang matang. Menurut Santrock (2018), ketidakstabilan emosi dan pencarian jati diri pada remaja dapat meningkatkan kerentanan terhadap pengaruh lingkungan, terutama jika tidak diimbangi dengan kemampuan berpikir kritis dan pengambilan keputusan yang tepat.
Perilaku menyimpang remaja merupakan salah satu dampak dari ketidakmampuan remaja dalam menyaring pengaruh negatif di sekitarnya. Kartono (2014) menjelaskan bahwa perilaku menyimpang adalah tindakan yang bertentangan dengan norma sosial, moral, dan hukum yang berlaku dalam masyarakat. Bentuk perilaku ini dapat berupa pelanggaran tata tertib sekolah, penyalahgunaan media digital, pergaulan bebas, hingga tindakan yang mengarah pada pelanggaran hukum. Faktor penyebabnya bersifat multidimensional, meliputi faktor keluarga, lingkungan sosial, tekanan teman sebaya, serta kurangnya pembinaan karakter.
Upaya pencegahan perilaku menyimpang pada remaja memerlukan peran aktif dari berbagai pihak, terutama keluarga, sekolah, dan masyarakat. Keluarga berperan sebagai lingkungan pertama yang membentuk nilai, sikap, dan kontrol diri remaja melalui pola asuh yang tepat, komunikasi yang terbuka, serta keteladanan yang positif. Sementara itu, sekolah memiliki tanggung jawab dalam menanamkan pendidikan karakter, disiplin, serta menciptakan iklim belajar yang aman dan suportif. Guru tidak hanya berfungsi sebagai pengajar, tetapi juga sebagai pembimbing yang mampu mengenali potensi dan permasalahan yang dihadapi remaja sejak dini.
Selain itu, masyarakat dan lingkungan sosial juga memiliki pengaruh besar terhadap perilaku remaja. Lingkungan yang kondusif, disertai dengan kegiatan positif seperti organisasi siswa, kegiatan keagamaan, dan aktivitas sosial, dapat menjadi wadah bagi remaja untuk menyalurkan energi dan minat mereka secara konstruktif. Dengan adanya sinergi antara keluarga, sekolah, dan masyarakat, diharapkan remaja mampu mengembangkan kemampuan berpikir kritis, tanggung jawab sosial, serta pengendalian diri yang baik sehingga terhindar dari perilaku menyimpang dan dapat tumbuh menjadi individu yang berkarakter positif.
1.2 Rumusan Masalah
1. Bagaimana siswa memahami pesan yang ada di dalam ROLL CARD dan Video Edukasi tentang memilih langkah yang aman bagi masa depan?
2. Bagaimana tanggapan siswa setelah menggunakan ROLL CARD sebagai kartu pertanyaan pemantik emosi dan menonton Video Edukasi?
1.3 Tujuan Penelitian
1. Ingin mengetahui bagaimana siswa memahami pesan yang terdapat di dalam ROLL CARD dan Video Edukasi tentang pentingnya memilih langkah aman demi masa depan.
2. Ingin mengetahui tanggapan siswa setelah menggunakan ROLL CARD sebagai kartu pertanyaan pemantik emosi dan setelah menonton Video Edukasi tentang pencegahan perilaku menyimpang remaja.
1.4 Manfaat Penelitian
Penelitian ini diharapkan dapat membantu siswa lebih memahami pesan yang terdapat dalam ROLL CARD dan Video Edukasi sehingga mereka mampu memilih langkah yang aman demi masa depan serta lebih berani menolak ajakan yang mengarah pada perilaku menyimpang. Melalui pertanyaan pemantik emosional pada ROLL CARD dan tayangan dalam Video Edukasi, siswa diharapkan dapat belajar mengenali dampak negatif dari perilaku seperti bolos, perundungan, merokok, atau pengaruh pergaulan yang negatif, sehingga tumbuh kesadaran untuk mengendalikan diri dan berpikir kritis sebelum bertindak. Selain itu, produk ROLL CARD dan Video Edukasi dapat menjadi media pembelajaran yang menarik dan mudah dipahami oleh siswa, serta membantu sekolah dalam membina karakter, memperkuat nilai kedisiplinan, tanggung jawab, dan kepedulian sosial. Dengan adanya penelitian ini, diharapkan tercipta lingkungan sekolah yang lebih positif, aman, dan mendukung remaja untuk berkembang ke arah yang lebih baik.
BAB II
KAJIAN TEORI
2.1 Perilaku Menyimpang
2.1.1 Pengertian Perilaku Menyimpang
Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia perilaku menyimpang diartikan sebagai tingkah laku, perbuatan, atau tanggapan seseorang terhadap lingkungan yang bertentangan dengan norma-norma dan hukum yang ada di dalam masyarakat.
Zanden dalam (Sunarto, 2004: 184) mendifinisikan penyimpangan sebagai perilaku yang oleh sejumlah besar orang dianggap sebagai hal yang tercela diluar batas toleransi. Perilaku menyimpang selalu dijumpai pada anggota masyarakat. Penyimpangan juga terdapat pada institusi. Menurut ahli sosiologi penyimpangan bukan sesuatu yang melekat pada bentuk perilaku tertentu, melainkan diberi ciri penyimpangan melalui definisi sosial.
Selain itu pelaku penyimpangan adalah seseorang yang gagal dalam memenuhi harapan pada perannya. Hal ini dari pandangan "teori peranan" (role theory), semua penyimpangan akan dilihat sebagai penyimpangan dalam penampilan peranan. Sehingga memungkinkan kita untuk melihat penyimpangan hanya dalam peranan-peranan yang khusus, dan kondisi ini dapat muncul karena adanya perbedaan peran yang dijalankan oleh masing-masing individu dalam kehidupan sosial, sehingga memengaruhi cara berpikir dan bertindak
2.2 Remaja
2.2.1 Pengertian Remaja
Kata remaja berasal dari bahasa latin yaitu dari kata adolscere, yang berarti tumbuh atau menjadi matang. Masa remaja merupakan masa persiapan untuk menuju masa dewasa dan meninggalkan masa kanak-kanak. Pada masa ini segala perilaku dan sikap yang kekanak-kanakan digantikan oleh sikap dan perilaku dewasa (Hurlock, 1997).
Pada masa ini seorang remaja akan banyak mengalami berbagai perubahan di antaranya fisik, seksual, psikologis maupun perubahan sosial. Perubahan-perubahan ini yang kemudian menyebabkan remaja berusaha untuk mencapai kematangan, mencari pengalaman baru dan mencoba menggunakan kesempatan yang seluas-luasnya bagi pertumbuhan kepribadiannya sendiri, dan dalam masa transisi itu remaja menjajaki alternatif dan mencoba berbagai pilihan sebagai bagian perkembangan identitas (Sanrock, 2003).
BAB III
RANCANGAN PRODUK
3.1 Pendekatan Penelitian
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan tujuan untuk memahami secara mendalam strategi pencegahan perilaku menyimpang remaja di lingkungan sekolah. Pendekatan ini dipilih karena dianggap paling sesuai untuk menggali kondisi sosial secara nyata berdasarkan pengalaman, pandangan, serta interaksi langsung siswa, guru, dan pihak sekolah dalam upaya mencegah terjadinya perilaku menyimpang. Melalui pendekatan kualitatif, peneliti dapat menelaah lebih dekat bentuk-bentuk pencegahan yang diterapkan, seperti pembinaan karakter, pengawasan, serta penanaman nilai-nilai disiplin dan moral di lingkungan sekolah. Penelitian ini berfokus pada hal-hal yang dirasakan dan dialami siswa, termasuk bagaimana mereka memahami aturan sekolah, menanggapi pembinaan yang diberikan, serta perilaku mereka dalam kehidupan sehari-hari sebagai bagian dari upaya pencegahan perilaku menyimpang.
3.2 Jenis Penelitian
Penelitian ini merupakan penelitian lapangan (field research) dengan pendekatan kualitatif yang menelusuri strategi pencegahan perilaku menyimpang remaja melalui penerapan permainan edukatif ROLL Card di lingkungan sekolah. Data diperoleh secara langsung melalui pengamatan terhadap proses permainan, interaksi antarsiswa, serta respons siswa dalam menghadapi situasi yang disimulasikan. Pendekatan ini digunakan untuk memahami bagaimana siswa memaknai tekanan sosial dan mengambil keputusan dalam konteks pencegahan perilaku menyimpang.
Konsep ROLL Card menekankan bahwa setiap keputusan remaja harus didasarkan pada proses berpikir rasional. Kartu-kartu tersebut merepresentasikan tekanan nyata yang sering dialami remaja dan melatih siswa untuk mempertimbangkan dampak dari setiap tindakan. Melalui mekanisme permainan ini, siswa dibimbing untuk menyadari bahwa logika dan pertimbangan rasional perlu diutamakan dibandingkan gengsi atau gaya hidup ikut-ikutan, sehingga permainan ROLL Card dapat menjadi media edukatif yang efektif dalam pencegahan perilaku menyimpang di sekolah.
3.3 Design Produk
Produk yang dihasilkan dalam Project Based Learning (PJBL) dengan judul PILAR: Pilih Langkah Aman Demi Masa Depan Cemerlang pada subtema Strategi Pencegahan Perilaku Menyimpang Remaja terdiri atas dua bentuk utama yang saling mendukung, yaitu ROLL Card dan Video Edukasi. Kedua produk ini dirancang sebagai media edukasi preventif yang bertujuan membekali remaja, khususnya siswa SMA, dengan pemahaman dan keterampilan dalam mengambil keputusan secara rasional agar terhindar dari perilaku menyimpang serta mampu menentukan langkah yang aman bagi masa depan mereka.
ROLL Card
Produk pertama berupa ROLL Card, yaitu media permainan edukatif berbasis kartu pertanyaan yang dirancang untuk membantu remaja merefleksikan sikap dan keputusan mereka dalam menghadapi berbagai bentuk penyimpangan di lingkungan sekolah. ROLL Card mengusung konsep ROLL (Reason Over Lifestyle & Logic) yang menekankan pentingnya berpikir rasional sebelum bertindak, terutama saat remaja berada dalam tekanan emosi, pergaulan, atau keinginan untuk diterima oleh lingkungan sekitar. Setiap kartu berisi pertanyaan dengan sudut pandang orang kedua yang menggambarkan kejadian nyata di sekolah, seperti bolos, mencontek, perundungan, pelanggaran aturan, tekanan teman sebaya, hingga penyalahgunaan media sosial. Melalui pertanyaan-pertanyaan tersebut, pemain diajak untuk menilai tindakan mereka sendiri, memahami alasan di balik perilaku menyimpang, serta menyadari konsekuensi sosial dan moral dari keputusan yang diambil. Permainan ini bertujuan membangun kesadaran diri, kejujuran, dan tanggung jawab siswa dalam bersikap, sehingga mereka terbiasa berpikir sebelum bertindak dalam kehidupan sekolah sehari-hari.
Daftar Pertanyaan:
1. Jelaskan dengan jujur perasaan yang muncul setelah kamu melakukan kesalahan lalu memilih berbohong kepada orang tua!
2. Gambarkan alasan di balik keinginanmu terlihat dewasa atau keren di depan teman, dan apa alasan kamu memilih dari salah satu pilihan itu?
3. Uraikan suara hati yang muncul ketika kamu mendapatkan nilai baik dari cara tidak jujur, dan bagaimana perasaan kamu pada saat itu?
4. Renungkan keadaan emosimu setelah meluapkan amarah dengan kata kasar, lalu tuliskan dampaknya terhadap hubunganmu dengan orang lain!
5. Saat kamu diejek teman dan muncul keinginan membalas dengan kekerasan atau kata kasar, apa yang ingin kamu ungkapkan dan cara apa yang kamu pilih agar tidak terjebak pada perilaku menyimpang?
6. Amati perubahan dalam dirimu akhir-akhir ini, apakah ada kebiasaan yang mulai mengarah pada perilaku menyimpang, dan bagaimana usahamu untuk menghentikannya?
7. Bayangkan jika kamu berada di posisi menonton hal yang berunsur negatif, perasaan atau pikiran apa yang muncul di dalam dirimu? Dan apa alasan sebenarnya kamu melakukan hal tersebut?
8. Menurutmu, apa yang membuatmu tidak jujur pada orang tua, dan bagaimana perasaanmu ketika melakukannya?
9. Apa yang ada di kepalamu ketika kamu memilih mencontek daripada mengerjakan sendiri?
10. Gambarkan perasaanmu ketika kamu meninggalkan pelajaran sementara teman lain tetap berusaha belajar!
11. Bagaimana pendapatmu tentang teguran guru dalam proses pembelajaran, dan menurutmu apa tujuan dari teguran tersebut?
12. Apa yang kamu rasakan saat memalsukan izin atau tanda tangan, dan bagaimana perasaanmu setelah itu?
13. Sampaikan pandanganmu tentang budaya mencontek di sekolah dan pengaruhnya terhadap cara kamu memandang kejujuran!
14. Jelaskan apa yang kamu rasakan ketika dipuji atas tugas yang bukan hasil usahamu sendiri!
15. Apa alasanmu menghindari pelajaran tertentu, seperti memilih main game atau tidur, dan bagaimana itu memengaruhi kebiasaan belajarmu?
16. Gambarkan isi hatimu ketika melihat teman dibully namun kamu hanya menjadi penonton!
17. Uraikan dorongan yang muncul saat melihat aib teman disebarkan di media sosial!
18. Jelaskan pergulatan batin ketika teman dekat mengajak melakukan perilaku yang kamu tahu berisiko!
19. Apa pandanganmu tentang perilaku mengejek orang lain dalam pergaulan, dan bagaimana dampaknya terhadap diri sendiri maupun orang lain?
20. Jika temanmu berbuat salah dan memintamu untuk diam, apa yang akan kamu lakukan dan apa alasan di balik keputusanmu itu?
21. Bagaimana perasaanmu saat berada di lingkungan yang menganggap rokok, miras, atau kekerasan sebagai hal biasa?
22. Bayangkan dirimu berada di posisi korban gosip oleh teman sekelas, lalu jelaskan perasaan yang mungkin kamu alami dan tindakan apa yang sebisa mungkin kamu lakukan?
23. Jika kamu ikut melakukan hal negatif hanya karena takut kehilangan teman, bagaimana seharusnya kamu bersikap agar tetap punya teman tanpa harus merusak dirimu sendiri?
24. Saat melihat ketidakadilan, sikap apa yang ingin kamu pilih agar tidak ikut terjerumus pada perilaku menyimpang seperti ikut membully atau membalas dengan kekerasan?
25. Apa yang akan kamu lakukan jika unggahan lama tentang merokok, tawuran, atau menghina orang lain dipakai untuk menilai dirimu di masa depan misal di tempat bekerja atau pada saat kuliah?
26. Jelaskan gambaran masa depanmu apabila kebiasaan mencontek dan berbohong terus kamu pertahankan!
27. Saat melihat teman kehilangan kesempatan karena kenakalan, apa yang membuatmu berpikir untuk tidak mengikuti jejak yang sama?
28. Jika kepercayaan orang tua hancur karena perilakumu, apa yang paling ingin kamu perbaiki?
29. Bayangkan posisi kamu sedang mengejar cita-cita, lalu kamu dihadapkan pada pilihan jalan pintas yang tidak jujur. Apa yang akan kamu pikirkan dan rasakan tentang pilihan itu?
30. Tuliskan prinsip hidup yang ingin kamu pegang untuk menjaga kesehatan, akal sehat, dan masa depanmu agar tidak terpengaruh hal buruk!
Video Edukasi
Produk kedua berupa Video Edukasi yang dirancang sebagai media pembelajaran visual dan audio untuk meningkatkan pemahaman remaja mengenai perilaku menyimpang serta upaya pencegahannya. Video ini disajikan dalam bentuk dialog antarsiswa dengan bahasa yang komunikatif dan dekat dengan kehidupan sehari-hari, sehingga mudah dipahami oleh siswa SMA. Isi video mengangkat realitas masa remaja yang penuh dengan tekanan dari lingkungan sekolah, pergaulan, dan media sosial, serta menjelaskan pengertian, contoh, dan dampak perilaku menyimpang terhadap prestasi, hubungan sosial, dan masa depan remaja. Selain itu, video ini menekankan pentingnya menjadi remaja CERDAS dalam mengambil keputusan, yaitu dengan mengecek aturan dan norma, mengevaluasi dampak tindakan, berpikir secara rasional, mendengarkan nasihat yang benar, mengambil keputusan yang bertanggung jawab, serta berani mengatakan “tidak” terhadap ajakan negatif. Melalui video edukasi ini, siswa diharapkan memiliki kesadaran dan kemampuan untuk memilih langkah yang aman, positif, dan bermanfaat bagi masa depan mereka.
Naskah video:
Alline: Masa remaja adalah masa pencarian jati diri. Di fase ini, kita sering dihadapkan pada berbagai pilihan yang terlihat sepele, tapi sebenarnya sangat menentukan.
Carrisa: Pilihan itu bisa datang dari mana saja baik dari lingkungan sekolah, pergaulan, media sosial, bahkan dari tekanan teman sebaya.
Annisa: Tanpa disadari, tekanan tersebut bisa menyeret remaja pada perilaku menyimpang.
Widiya: Perilaku menyimpang remaja adalah tindakan yang melanggar norma dan aturan, baik di sekolah maupun di masyarakat.
Annisa: Contohnya seperti bolos sekolah, merokok, perundungan, tawuran, hingga penyalahgunaan media sosial.
Ridwan: Banyak remaja melakukan hal itu bukan karena ingin, tapi karena takut dianggap berbeda atau tidak diterima oleh lingkungan.
Mario: Padahal, setiap tindakan memiliki dampak. Bukan hanya sekarang, tapi juga untuk masa depan.
Carrisa: Jika perilaku menyimpang dibiarkan, dampaknya bisa serius. Prestasi menurun, hubungan sosial terganggu, bahkan cita-cita bisa terhambat.
Alline: Karena itu, pencegahan perilaku menyimpang sangat penting dan bisa dimulai dari diri kita sendiri.
Annisa: Salah satu kuncinya adalah menjadi remaja yang CERDAS dalam mengambil keputusan.
Widiya: C - Cek aturan dan norma. Tanyakan pada diri sendiri, apakah tindakan ini sesuai dengan aturan sekolah dan nilai yang berlaku?
Ridwan: E - Evaluasi dampak. Pikirkan akibatnya, apakah tindakan ini merugikan diri sendiri atau orang lain?
Mario: R - Rasional, bukan emosional. Jangan mengambil keputusan hanya karena emosi, gengsi, atau ikut-ikutan.
Carrisa: D - Dengar nasihat yang benar. Terbuka terhadap saran dari guru, orang tua, dan teman yang membawa pengaruh positif.
Alline: A - Ambil keputusan yang bertanggung jawab. Berani memilih yang benar, meskipun tidak semua orang melakukannya.
Annisa: S - Say “No” pada ajakan negatif. Menolak perilaku menyimpang adalah bentuk keberanian.
Mario: Mari ciptakan lingkungan sekolah yang aman, positif, dan saling mendukung.
Carrisa: Karena remaja hebat bukan yang ikut arus, tapi yang mampu mengendalikan diri.
Alline: Mulailah dari langkah kecil seperti berpikir, memilih, dan bertindak dengan bijak.
Bersama: Ayo jadi remaja CERDAS dan stop perilaku menyimpang!
3.3 Lokasi Penelitian
Penelitian ini dilakukan di SMAN 4 Jakarta dengan mengangkat tema Strategi Pencegahan Perilaku Penyimpangan Remaja di Sekolah SMAN 4 Jakarta. Sekolah ini dipilih karena menjadi tempat berkumpulnya siswa dengan beragam karakter dan latar belakang yang mencerminkan kehidupan sosial masyarakat. Melalui kegiatan eksperimen sosial, SMAN 4 Jakarta dinilai sebagai lokasi yang tepat untuk mengamati upaya pencegahan perilaku penyimpangan remaja, khususnya dalam meningkatkan kesadaran, empati, dan sikap positif siswa di lingkungan sekolah.
3.4 Timeline Produk
Senin, 02 Februari 2026: Menyusun design thinking dan mulai membuat tampilan awal di Google Sites sebagai dasar projek.
Selasa, 03 Februari 2026: Mengerjakan LKPD 1 sebagai langkah awal pengumpulan data dan perencanaan kegiatan.
Rabu, 04 Februari 2026: Presentasi rancangan awal dan melanjutkan prototype.
Kamis, 05 Februari 2026: Melanjutkan prototype
Jumat, 06 Februari 2026: Melakukan take video edukasi dan mulai proses mengedit video edukasi
Senin, 09 Februari 2026: Melakukan seminar proposal dan melanjutkan prototype
Selasa, 10 Februari 2026: Melanjutkan prototype
Rabu, 11 Februari 2026: Finishing prototype
Kamis, 12 Februari 2026: Dekorasi tempat unjuk karya
Jumat, 13 Februari 2026: Unjuk karya
BAB IV
KESIMPULAN DAN SARAN
4.1 Kesimpulan
Melalui proyek “PILAR: Pilih Langkah Aman Demi Masa Depan Cemerlang” kami menyadari bahwa masih banyak pelajar yang belum sepenuhnya memahami pentingnya bersikap waspada dan bertanggung jawab dalam menghadapi berbagai risiko di lingkungan sekitar. Melalui rangkaian Video Edukasi dan Permainan ROLL Card, PILAR hadir untuk menanamkan pemahaman tentang pentingnya memilih langkah yang aman demi masa depan yang lebih baik. Proyek ini tidak hanya memberikan pengetahuan, tetapi juga mendorong siswa untuk berpikir kritis, peduli terhadap diri sendiri dan orang lain, serta berani mengambil keputusan yang tepat. Dengan adanya PILAR, kami berharap tercipta generasi muda yang lebih sadar, tangguh, dan siap membangun masa depan yang cemerlang melalui pilihan-pilihan yang bijak..
4.2 Saran
Kami berharap proyek PILAR: Pilih Langkah Aman Demi Masa Depan Cemerlang dapat terus dikembangkan dan diterapkan tidak hanya di sekolah kami, tetapi juga di berbagai lingkungan pendidikan lainnya. Melalui penggunaan media edukatif seperti ROLL Card dan video edukasi, diharapkan semakin banyak remaja yang memiliki kesadaran akan pentingnya berpikir rasional dan bertanggung jawab dalam mengambil keputusan guna mencegah perilaku menyimpang. Sekolah diharapkan dapat memberikan dukungan dengan menyediakan ruang bagi kegiatan pembelajaran yang bersifat edukatif dan preventif, sementara siswa diharapkan mampu menumbuhkan keberanian untuk menolak ajakan negatif serta saling mengingatkan dalam memilih perilaku yang positif. Langkah kecil yang dilakukan secara konsisten dapat menjadi awal terciptanya lingkungan sekolah yang aman, sehat, dan mendukung masa depan remaja yang lebih cerah.
DAFTAR PUSTAKA
Adinsyah, S. N. (2022). Pengertian dan Konsep Penyimpangan Sosial. CV MEDIA EDUKASI CREATIVE. Hadisuprapto, P. (2004).
Studi tentang makna penyimpangan perilaku di kalangan remaja. Indonesian Journal of Criminology, 3(3), 4243.
Hannum, S. (2017). Penyimpangan perilaku remaja dan penyebabnya di Kelurahan Simpanggambir Kecamatan Lingga Bayu Kabupaten Mandailing Natal (Doctoral dissertation, IAIN Padangsidimpuan).
Diananda, A. (2019). Psikologi Remaja dan Permasalahannya. Journal istighna, 1(1), 116-133. II, B. A. Remaja 1.
Hardiyanto, S., & Romadhona, E. S. (2018). Remaja dan Perilaku Menyimpang. Jurnal Interaksi: Jurnal Ilmu Komunikasi, 2(1), 23-32.
Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta: Pusat Bahasa, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia.
Sunarto, Kamanto. (2004). Pengantar Sosiologi (Edisi revisi). Jakarta: Lembaga Penerbit Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia.
Hurlock, Elizabeth B. (1997). Psikologi Perkembangan: Suatu Pendekatan Sepanjang Rentang Kehidupan. Jakarta: Erlangga.
Santrock, John W. (2003). Adolescence: Perkembangan Remaja. Jakarta: Erlangga.