AKSI PENCEGAHAN STUNTING
Kelompok 5 :
1. Adiestya Dzaki Diany Putra
2. Halimatusadiah Alamsyah
3. Jessica Annisa Putri
4. Kaylila Chaerunissa
5. Levina Sarah Kalengkongan
6. Raffi Putra Dwi Cahyana
LEMBAR PERSETUJUAN PEMBIMBING
Judul : Aksi Pencegahan Stunting
Penulis : 1. Adiestya Dzaki Diany Putra
2. Halimatusadiah Alamsyah
3. Jessica Annisa Putri
4. Kaylila Chaerunissa
5. Levina Sarah Kalengkongan
6. Raffi Putra Dwi Cahyana
Kelas : XI-F5 (Kelompok 6 PJBL)
Telah di periksa dan disetujui untuk di pertahankan pada seminar proposal
Pembimbing
Beny Setyaningrum, S.Pd
KATA PENGANTAR
Puji syukur kami panjatkan ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa karena atas rahmat dan karunia-Nya, kami dapat menyelesaikan proposal yang berjudul “Aksi Nyata Pencegahan Stunting melalui Edukasi Gizi dan Pola Hidup Sehat” dengan baik.
Proposal ini disusun sebagai bentuk kepedulian terhadap pentingnya pencegahan stunting serta untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya gizi seimbang dan pola hidup sehat. Melalui kegiatan ini, kami berharap dapat memberikan informasi yang bermanfaat serta mendorong penerapan kebiasaan hidup sehat dalam kehidupan sehari-hari.
Kami menyadari bahwa proposal ini masih memiliki kekurangan. Oleh karena itu, kami mengharapkan kritik dan saran yang membangun agar proposal ini dapat menjadi lebih baik.
Akhir kata, kami mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah memberikan dukungan dan bantuan dalam penyusunan proposal ini. Semoga proposal ini dapat memberikan manfaat dan mendukung terlaksananya kegiatan dengan baik.
Jakarta, 2 September 2026
Kelompok 6 PJBL XI-F5
DAFTAR ISI
BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar belakang
1.2 Pembatasan Masalah
1.3 Rumusan Masalah
1.4 Tujuan Penelitian
1.5 Manfaat Penelitian
BAB II LANDASAN TEORI
2.1 Pengertian Stunting
2.2 Penyebab stunting
2.3 Pencegahan Stunting
2.4 Pola hidup sehat
BAB III METODE PENELITIAN
3.1Subjek dan lokasi
3.2 Desain produk
3.3 Alat dan bahan
3 4 Prosedur pembuatan
BAB IV
4.1 Hasil observasi
4.2 Hasil pembuatan produk
4.3 Analisi
4.4 Pembahasaan
BAB V PENUTUPAN
5.1 Kesimpulan
5.2 Saran
BAB l
PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang
Stunting masih menjadi ancaman serius bagi masa depan generasi Indonesia, yang sebagian besar berakar dari kurangnya asupan protein hewani dan zat gizi mikro selama 1.000 Hari Pertama Kehidupan, baik sejak masa kehamilan maupun pada awal tumbuh kembang balita. Berangkat dari rasa keprihatinan atas belum terpenuhinya gizi di mangkuk makan anak-anak kita serta melimpahnya potensi kekayaan laut Nusantara, kami menghadirkan Bakso Ikan Tinggi Protein sebagai inovasi pangan yang lezat, praktis, dan kaya akan nutrisi esensial seperti Omega-3. Olahan ikan yang dikemas secara menarik dan higienis ini diformulasikan khusus untuk merangsang nafsu makan ibu hamil sekaligus menjadi hidangan favorit anak-anak, sehingga asupan gizi harian dapat terpenuhi dengan menyenangkan. Langkah ini merupakan bentuk komitmen dan aksi nyata kami untuk memutus rantai stunting, membawa kehangatan gizi ke dalam keluarga, serta memastikan setiap anak Indonesia berkesempatan tumbuh menjadi generasi yang sehat, cerdas, dan kuat.
Berangkat dari keprihatinan yang mendalam dan tekad untuk memutus mata rantai stunting, kami hadir dengan visi untuk menghadirkan kehangatan dan kesehatan di setiap mangkuk keluarga Indonesia. Kami mempersembahkan produk olahan ikan inovatif dalam wujud bakso ikan premium. Bakso ikan ini bukan sekadar camilan atau hidangan pendamping biasa. Ini adalah "Bakso Ikan Kaya Nutrisi." yang diformulasikan khusus dengan kandungan ikan pilihan terbaik yang kaya protein tinggi dan zat gizi mikro esensial lainnya. Produk ini dikemas secara menarik, higienis, dan yang paling penting, memiliki cita rasa yang lezat sehingga disukai oleh anak-anak dan menjadi asupan bergizi yang menggugah selera bagi ibu hamil.
1.2. Pembatasan Masalah
Mengingat luasnya cakupan penanggulangan stunting, penelitian ini membatasi masalah pada aksi pencegahan di masa emas 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK), yang berfokus langsung pada kelompok ibu hamil hingga anak usia 2 tahun (0–24 bulan). Aspek laporan ini dibatasi pada pemenuhan gizi spesifik, selain meliputi konsumsi suplemen zat besi pada ibu hamil, pelaksanaan ASI eksklusif, serta pola pemberian MPASI harus memenuhi standar gizi seimbang, dan efektivitas penggunaan konten edukatif digital sebagai media pencegahan stunting bagi masyarakat.
1.3. Rumusan Masalah
1. Bagaimana bentuk aksi dan program pencegahan stunting yang paling efektif untuk diterapkan?
2. Mengapa produk inovasi bakso ikan tenggiri efektif digunakan sebagai strategi intervensi pemenuhan protein hewani guna mencegah stunting pada anak?
3. Apa saja faktor utama yang menyebabkan tingginya risiko stunting pada anak di masyarakat?
1.4. Tujuan Masalah
1. Adanya konten edukatif mengenai stunting agar masyarakat teredukasi, pemeriksaan berkala ibu hamil, dan MPASI yang diterima anak kaya akan protein hewani setelah usia di atas 6 bulan.
2. Produk inovasi bakso ikan tenggiri efektif digunakan sebagai strategi intervensi untuk mencegah stunting pada anak karena menggabungkan kandungan gizi berkualitas tinggi dengan daya terima anak yang optimal. Ikan tenggiri kaya akan asam amino esensial lengkap dan memiliki nilai biologis yang tinggi. Komponen ini krusial untuk memperbaiki sel, memperkuat imunitas, dan memicu pertumbuhan tulang serta fisik anak agar terhindar dari growth faltering (gagal tumbuh).
3. Terdapat dua faktor utama terjadinya stunting pada anak, di antaranya yaitu:
Kurangnya Asupan Gizi pada Ibu Selama Hamil
Organisasi Kesehatan Dunia menyatakan bahwa sekitar 20% kasus stunting terjadi sejak anak berada dalam kandungan. Hal ini dapat terjadi akibat makanan yang dikonsumsi ibu selama hamil kurang bergizi sehingga janin tidak mendapatkan cukup nutrisi.
Kebutuhan Nutrisi Anak Tidak Tercukupi.
1.5. Manfaat Penelitian
1. Bagi Masyarakat
Penelitian ini diharapkan dapat menambah pengetahuan masyarakat mengenai stunting, penyebabnya, serta cara mencegahnya. Masyarakat juga diharapkan dapat lebih memahami pentingnya mengonsumsi makanan bergizi seimbang, menjaga kebersihan, dan menerapkan pola hidup sehat.
2. Bagi Keluarga
Penelitian ini dapat membantu keluarga memahami pentingnya memenuhi kebutuhan gizi anak serta menjaga kesehatan dan kebersihan lingkungan. Dengan pengetahuan tersebut, keluarga dapat melakukan langkah-langkah sederhana untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangan anak.
3. Bagi Anak dan Remaja
Kegiatan ini dapat meningkatkan4 kesadaran anak dan remaja mengenai pentingnya mengonsumsi makanan bergizi, menjaga kebersihan diri, serta menerapkan kebiasaan hidup sehat sejak dini.
BAB ll
LANDASAN TEORI
2.1. Pengertian Stunting
Stunting adalah kondisi gagal tumbuh pada anak balita (bayi di bawah lima tahun) akibat dari kekurangan gizi kronis sehingga anak menjadi terlalu pendek untuk usianya. Kekurangan gizi ini terjadi sejak bayi dalam kandungan hingga masa awal kehidupan setelah lahir, tepatnya pada 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK).
2.2. Penyebab Stunting
Faktor Langsung: Asupan gizi mikro/makro yang buruk, kegagalan pemberian ASI Eksklusif, MPASI yang tidak bergizi seimbang, serta penyakit infeksi berulang (seperti diare dan ISPA).
Faktor Tidak Langsung: Rendahnya pengetahuan pola asuh orang tua, keterbatasan air bersih, sanitasi yang tidak layak (enteropati lingkungan), ketahanan pangan keluarga yang rendah, serta keterbatasan jangkauan layanan kesehatan (Posyandu/Puskesmas).
2.3. Pencegahan Stunting
Pencegahan stunting berfokus pada Intervensi Spesifik (pemberian tablet tambah darah bagi ibu hamil, penimbangan rutin di Posyandu, dan pemenuhan MPASI kaya protein hewani) serta Intervensi Sensitif (penyediaan air bersih, pemanfaatan jamban sehat, dan edukasi kesehatan).
2.4. Pola Hidup Sehat
Pola hidup sehat merupakan intergrasi dari pemenuhan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS)—seperti Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS)—serta konsumsi pangan seimbang sesuai prinsip "Isi Piringku" yang menekankan keanekaragaman nutrisi.
BAB lll
METODE PENELITIAN
3.1. Subjek dan Lokasi
Pembuatan produk ini dilakukan di salah satu rumah anggota kelompok, karena tempatnya mudah digunakan. Dalam kegiatan ini, para siswa dan ibu hamil di pilih untuk sebagai subjek penelitian karena Ibu hamil dipilih karena pemenuhan gizi dan penerapan pola hidup sehat selama kehamilan penting untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangan janin sebagai upaya pencegahan stunting sejak dini. Sementara itu, murid dilibatkan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran mengenai pentingnya gizi seimbang, pola hidup sehat, serta pencegahan stunting.
3.2. Desain Produk
Produk yang kami buat adalah bakso ikan tenggiri. Produk ini dipilih karena ikan tenggiri merupakan sumber protein yang baik dan dapat diolah menjadi makanan yang lezat serta mudah dikonsumsi. Bakso ini diharapkan menjadi salah satu pilihan makanan bergizi bagi ibu hamil dalam memenuhi kebutuhan nutrisi sebagai upaya mendukung pertumbuhan janin dan mencegah stunting.
3.3. Alat dan Bahan
Alat dan yang kita gunakan untuk membuat produk penelitian ini antara lain:
1. Chopper/blender
2. Wadah
3. Panci besar
4. Kompor
5. Sendok
6. Pisau
7. Talenan
8. Saringan
Bahan yang kita gunakan adalah:
1. 1000 gr daging ikan tenggiri
2. 2 1/2 sdt baking powder
3. 7 1/2 sdm tepung sagu
4. 1 sdt bubuk bawang bombai
5. 1 butir putih telur
6. 1 sdm garam
7. 1 1/2 sdm gula
8. 1/2 sdt merica
9. 1 sdt kaldu bubuk / penyedap
10. 280-300 ml air dingin
3.4. Prosedur Pembuatan
1. Campurkan daging ikan tenggiri, es batu, putih telur, garam, lada bubuk, kaldu jamur bubuk, gula, serta bawang putih goreng ke dalam blender atau food processor. Blender hingga semua bahan tercampur rata dan es batu benar-benar hancur.
2. Pindahkan adonan ikan yang telah diblender ke dalam wadah dan tambahkan tepung tapioka. Aduk adonan hingga tercampur rata.
3. Didihkan air secukupnya. (tips: Anda bisa mulai memasak air saat mengolah adonan agar ketika adonan telah siap digunakan, air telah mendidih dan bisa langsung digunakan).
4. Bentuk adonan menggunakan tangan dan sendok berbentuk bulat dengan ukuran sesuai selera dan langsung cemplungkan bakso ikan ke dalam air mendidih. Ulangi hingga adonan habis.
5. Rebus bakso ikan hingga semuanya mengambang di permukaan air dan teksturnya kenyal. Bakso Ikan siap untuk disajikan atau digunakan untuk memasak hidangan lainnya!
BAB Vl
HASIL DAN PEMBAHASAN
4.1. Hasil Observasi
Berdasarkan pengamatan terhadap pola makan harian balita menunjukkan bahwa menu MPASI didominasi oleh karbohidrat, sementara sumber protein esensial seperti ikan dan telur sangat jarang disajikan karena kurangnya pemahaman masyarakat bahwa protein lokal yang terjangkau memiliki peran vital dalam mencegah gagal tumbuh. Menanggapi temuan tersebut, sebuah langkah intervensi dilakukan dengan membuat dan mensosialisasikan bakso ikan sebagai inovasi makanan tambahan yang kaya protein. Pemilihan produk bakso ikan ini terbukti efektif menarik minat konsumsi anak-anak melalui bentuknya yang familiar, sekaligus menjadi media edukasi praktis bagi para ibu untuk memanfaatkan potensi pangan lokal yang bergizi dan bernilai ekonomi tinggi demi memperbaiki status gizi balita secara berkelanjutan.
4.2. Hasil Pembuatan Produk
Dari hasil pembuatan produk kami, dapat disimpulkan bahwa proses pembuatannya cukup mudah, mulai dari bahan yang sederhana hingga cara pengolahannya. Produk yang dihasilkan juga cukup banyak dan memiliki rasa yang memuaskan bagi kami, satu teman kami, dan satu anak balita berumur 1 tahun 8 bulan yang mencobanya. Meskipun pada percobaan kami sempat mengalami beberapa kendala, seperti blender yang terlalu kecil dan takaran bumbu yang ternyata kurang pas. Namun melalui beberapa penyesuaian akhirnya kami berhasil membuat bakso ikan tenggiri dengan rasa yang enak dan sesuai harapan.
4.3 Analisis
Produk ini dibuat dari bahan bahan alami yang berkualitas dan bebas pengawet atau bahan berbahaya lainnya kemudian di padukan dengan bumbu rempah untuk menyempurnakan rasa dan menciptakan cita rasa yang khas tanpa menghilangkan rasa asli dari daging ikan alami, sehingga bakso ikan layak konsumsi dikalangan balita untuk menjadi MPASI (Makanan Pengganti ASI) maupun makanan ibu hamil. Namun konsumsinya tetap perlu dibatasi dengan batas yang wajar.
4.4 Pembahasaan
Produk bakso ikan yang dibuat dari daging ikan tenggiri segar dan berkualits yang dapat menjadi salah satu inovasi dalam pengolahan hidangan bergizi sekaligus berkontribusi dalam menyediakan asupan protein berkualitas. Namun, produk ini tidak disarankan untuk dikonsumsi secara berlebihan karena dalam proses pembuatannya menggunakan garam dan bumbu penyedap sebagai penguat rasa. Konsumsi natrium (garam) berlebih dapat berdampak kurang baik bagi kesehatan, sehingga sebaiknya disesuaikan dengan kondisi tubuh masing-masing individu.
BAB V
PENUTUP
5.1. Kesimpulan
Melalui pembuatan produk olahan ikan menjadi bakso dan konten edukatif mengenai stunting dapat disimpulkan bahwa ikan merupakan salah satu bahan pangan bergizi yang kaya akan protein, vitamin, dan mineral yang penting bagi pertumbuhan anak. Pengolahan ikan menjadi produk yang menarik, lezat, dan mudah dikonsumsi dapat meningkatkan minat masyarakat, terutama anak-anak, untuk mengonsumsi ikan. Melalui program ini, diharapkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya pemenuhan gizi seimbang semakin meningkat sehingga dapat membantu mencegah stunting. Dengan memanfaatkan bahan pangan lokal dan menerapkan pola makan bergizi seimbang, upaya pencegahan stunting dapat dilakukan secara berkelanjutan demi menciptakan generasi yang sehat, cerdas, dan berkualitas.
5.2. Saran
Untuk bakso ikan, tekstur setelah tergigit langsung hancur karena penggunaan tepung yang lebih sedikit dibanding ikan. Namun, tekstur yang telah dibuat merupakan rencana awal untuk keberhasilan pembuatan bakso ikan. Karena adonannya dirancang agar anak balita berusia 1-5 tahun dapat mengunyah dengan aman tanpa takut tersedak. Dan rasa bakso yang terlalu terasa ikannya yang akhirnya membuat rasa ikan terlalu menyengat di dalam mulut. Kedepannya, dapat dipertimbangkan lagi perbandingan bahan agar rasa lebih seimbang.