1. Empathize
Sangat memprihatinkan ketika kita menyadari bahwa di sekitar kita, masih banyak anak-anak Indonesia yang tumbuh kembangnya terhambat hanya karena mangkuk makan mereka belum terpenuhi gizinya. Masalah stunting ini adalah panggilan bagi kita semua untuk lebih peduli. Oleh karena itu, kami ingin membuat suatu makanan yang terbuat oleh ikan yang tertuju untuk ibu hamil dan anak balita. Melalui produk olahan ikan tinggi protein yang kami kemas secara menarik dan lezat untuk ibu hamil dan anak-anak, kami ingin menjadi bagian dari solusi yang membawa kehangatan dan kesehatan.
2. Define
Masalah yang kami temukan adalah kondisi dimana anak-anak yang stunting terjadi akibat kurangnya gizi yang terpenuhi seperti protein hewani dan kurangnya pengetahuan orang tua dalam pemenuhan gizi. Oleh karena itu target sasaran yang kami tuju adalah ibu hamil dan anak balita usia 1-5 tahun guna dalam masa mengandung baik ibu hamil dan anak balita bisa terpenuhi gizinya.
3. Ideate
Diawali dengan menggali berbagai solusi kreatif untuk mengatasi pencegahan stunting yang terdapat di sekitaran wilayah Indonesia. Dari proses curah pendapat tersebut, muncul ide untuk membuat konten edukatif mengenai Pentingnya Pemenuhan Gizi Seimbang pada Anak dalam Upaya Pencegahan Stunting dan juga Bakso Ikan, sebuah produk olahan yang memadukan kebiasaan makan praktis dengan nutrisi seimbang.
4. Prototype
Kelompok kami berencana membuat produk dari olahan ikan yaitu bakso ikan, juga membuat konten edukatif untuk mengkampanyekan Pentingnya Pemenuhan Gizi Seimbang pada Anak dalam Upaya Pencegahan Stunting dan bakso ikan yang ingin kami buat berbahan dasar ikan tenggiri yang memiliki tinggi protein karena terdapat beberapa anak di Indonesia mengidap kelainan yaitu stunting. Untuk mencegah awal dari kelainan tersebut kami mengolah daging ikan menjadi makanan pendamping yang memiliki protein untuk anak anak agar terpenuhi gizinya melalu ibunya dalam masa mengandung. Proses pembuatan bakso ikan dimulai dengan memasukkan daging ikan tenggiri giling dan es batu serut ke dalam food processor atau chopper, lalu giling hingga teksturnya benar-benar halus dan dingin. Setelah itu, tambahkan putih telur, bawang putih halus, garam, gula, merica bubuk, serta sedikit baking powder, kemudian proses kembali seluruh bahan sampai adonan tercampur rata, kalis, dan terasa lengket di tangan. Langkah berikutnya adalah memasukkan tepung sagu secara perlahan ke dalam adonan sambil terus diaduk atau digiling hingga menyatu sempurna dan bertekstur kenyal. Setelah adonan siap, bentuk bulatan bakso dengan cara mengepal adonan di telapak tangan lalu menekannya hingga keluar di antara jempol dan telunjuk, kemudian sendok bulatan tersebut dan langsung masukkan ke dalam panci berisi air panas. Terakhir, rebus bakso menggunakan api sedang sampai semuanya mengapung ke permukaan yang menandakan bakso telah matang, lalu segera angkat dan rendam di dalam air es agar teksturnya menjadi lebih padat, kenyal, dan tidak saling menempel.
5. Test
Setelah kami membuat Bakso Ikan dari Ikan Tenggiri, kami dapat mengetahui bahwa makanan tersebut dapat di nikmati oleh kalangan mana saja. Tekstur dari Bakso dapat di nikmati dengan aman oleh anak balita usia 1-5 tahun karena kami sempat melakukan tes kepada anak balita usia 1 tahun 8 bulan. Teksturnya yang mudah hancur jika digigit dan kenyal, aman untuk di telan karena dibuat agar anak balita tidak gampang tersedak untuk memakan bakso yang telah kami buat. Dengan tekstur yang menarik tersebut, ibu hamil dan anak balita dapat menikmati bakso tanpa ada rasa takut karena adanya penggunaan MSG, jadi aman untuk pencegahan stunting sejak dini.