Project Based Learning
Eco-Kids "Aksi Seru Jaga Bumi"
Project Based Learning
Eco-Kids "Aksi Seru Jaga Bumi"
DI SUSUN OLEH:
KELOMPOK 2
KETUA: ESA RACHMATULLAH ARDI
-ANGGOTA
- AHMAD HUSEIN
-AUREL AMELIA PUTRI
-JANETA FAIZA DARMAWAN
-MICHAEL HARIS
KELAS: XI-F2
SMA NEGERI 4 JAKARTA
Jl. Batu III No.3, RT.7/RW.1, Gambir, Kecamatan Gambir, Kota Jakarta Pusat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 10110
Proposal proyek dengan judul:
“BUKU EDUKASI DAUR ULANG SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN KREATIF BAGI ANAK SEKOLAH DASAR”
disusun oleh:
Kelompok: 2
Kelas: XIF2
Anggota:
1. Ahmad Husein
2. Aurel Amelia Putri
3. Esa Rachmatullah Ardi
4. Janeta Faiza Darmawan
5. Michael Haris
Proposal ini telah diperiksa dan mendapatkan persetujuan dari guru pembimbing untuk digunakan sebagai dasar dalam pelaksanaan proyek. Proposal ini diharapkan dapat menjadi pedoman dalam proses perancangan, pembuatan, serta pengembangan Buku Edukasi Daur Ulang sebagai media pembelajaran yang menarik dan mudah dipahami oleh anak sekolah dasar.
Demikian halaman persetujuan ini dibuat agar dapat digunakan sebagaimana mestinya.
Jakarta,1 September 2026
Guru Pembimbing Ketua Kelompok
Siti Rusmiati, M.Pd Esa Rachmatullah Ardi
NIP : 197907312008012012
MOTTO DAN PERSEMBAHAN
MOTTO
“Perubahan besar tidak selalu dimulai dari sesuatu yang besar, tetapi dari langkah kecil yang dilakukan dengan kesadaran dan kepedulian.”
“Belajar bukan hanya tentang memahami sesuatu, tetapi juga tentang menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.”
“Satu kebiasaan kecil untuk menjaga lingkungan dapat menjadi awal dari perubahan yang lebih besar.”
“Dengan pengetahuan, kreativitas, dan kepedulian, sesuatu yang dianggap tidak berguna dapat memiliki nilai dan manfaat kembali.”
PERSEMBAHAN
Penyusunan proposal proyek "Buku Edukasi Daur Ulang" ini dilatarbelakangi oleh rasa syukur yang mendalam kepada Tuhan Yang Maha Esa atas kesehatan dan kesempatan yang diberikan. Selain itu, proses perencanaan ini dapat berjalan lancar berkat dukungan penuh, doa, serta motivasi dari orang tua, keluarga, dan guru pembimbing yang senantiasa membimbing kami. Kerja sama yang solid, pertukaran ide, serta komitmen dari seluruh anggota kelompok juga menjadi fondasi utama sehingga proposal ini berhasil diselesaikan sebagai bentuk kontribusi nyata terhadap sekolah.
Kurangnya kesadaran masyarakat, terutama anak-anak sejak usia dini, terhadap kebersihan lingkungan dan pemilahan sampah kini menjadi permasalahan krusial yang berdampak langsung pada meningkatnya volume limbah rumah tangga. Kondisi ini dikhawatirkan dapat memperparah pencemaran lingkungan sekitar jika tidak segera ditangani. Oleh karena itu, diperlukan wadah edukasi yang tepat agar generasi muda, khususnya anak-anak sekolah dasar, dapat memahami dampak buruk dari penumpukan sampah terhadap kelangsungan ekosistem di masa depan.
Sebagai langkah nyata untuk mengatasi permasalahan tersebut, kami mempersembahkan proyek "Buku Edukasi Daur Ulang" sebagai sarana edukatif yang interaktif dan mudah dipahami. Melalui buku ini, anak-anak sekolah dasar diharapkan tidak hanya mampu menumbuhkan kesadaran pentingnya menjaga kebersihan dan memilah sampah, tetapi juga termotivasi untuk memanfaatkan kembali barang-barang bekas menjadi produk yang berguna. Semoga inisiatif ini dapat memberikan manfaat yang luas serta mencetak generasi yang lebih peduli terhadap pelestarian lingkungan sejak dini.
ABSTRAK
Permasalahan sampah masih menjadi salah satu hal yang perlu diperhatikan dalam kehidupan sehari-hari karena kurangnya pemahaman mengenai pengelolaan dan pemanfaatan sampah sejak dini di tengah masyarakat. Kondisi awal ini dilatarbelakangi oleh minimnya sarana edukasi yang dekat dengan keseharian anak-anak dalam mengenali cara memperlakukan limbah rumah tangga.
Akibat dari kurangnya pemahaman tersebut, kebiasaan anak-anak dalam menjaga lingkungan menjadi kurang terbentuk, sehingga berisiko menciptakan generasi yang abai terhadap kebersihan dan kelestarian alam. Jika dibiarkan terus-menerus, hal ini akan memicu penumpukan volume sampah yang semakin parah serta memperburuk kondisi lingkungan di masa depan.
Sebagai solusi atas permasalahan tersebut, proyek ini menghadirkan "Buku Edukasi Daur Ulang" yang dirancang menggunakan pendekatan kualitatif dan metode Design Thinking (yang meliputi tahapan empathize, define, ideate, prototype, dan test). Melalui media pembelajaran yang dikemas dengan bahasa sederhana, ilustrasi menarik, serta panduan kegiatan daur ulang yang praktis, anak-anak sekolah dasar diharapkan dapat tumbuh menjadi generasi yang memahami pentingnya daur ulang serta terbiasa menjaga kebersihan lingkungan sejak dini.
Kata kunci: daur ulang, sampah, edukasi, anak sekolah dasar, Design Thinking.
KATA PENGANTAR
Puji syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa yang telah melimpahkan rahmat, hidayah, serta karunia-Nya, sehingga kami dapat menyelesaikan tugas Project Based Learning kami yang berjudul “Peran Remaja dalam Menjaga Harmoni Sosial” ini dengan baik.
Terselesaikannya proposal ini tentu tidak lepas dari bantuan banyak pihak. Oleh karena itu, kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada:
1. Bapak H. Achmad Subekti, M.Pd., M.A. selaku Kepala Sekolah SMA Negeri 4 Jakarta.
2. Ibu Ria Ramadhani, S.Pd. dan Ibu Anggita Nuarsya Arzen, S.Pd. yang telah banyak membantu serta membimbing kami dengan baik, secara moral maupun materi.
3. Seluruh anggota tim kelompok yang telah bekerja sama dengan kompak dalam pengerjaan proposal ini hingga selesai.
Proposal ini disusun untuk Project Based Learning kami. Selain itu, kami berharap semoga proposal ini bermanfaat bagi semua pihak, serta dapat digunakan sebaik-baiknya untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya toleransi, sikap saling menghargai, dan peran aktif generasi muda dalam menciptakan lingkungan masyarakat yang rukun dan damai.
Oleh karena itu, kami mengharapkan segala kritik dan saran yang membangun agar dapat menjadikan proposal ini jauh lebih baik lagi demi kesempurnaan di masa mendatang. Kami atas nama Kelompok 2 Project Based Learning kelas XI-F2 mohon maaf sedalam-dalamnya atas segala kesalahan maupun kekurangan dalam penyusunan makalah ini.
Semoga karya ilmiah yang kami buat ini dapat bermanfaat dan memberikan ilmu pengetahuan bagi para pembaca pada umumnya, serta khususnya bagi kami dan generasi muda sebagai agen perubahan dalam menjaga harmoni sosial.
Jakarta, 1 September 2026
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Masalah kebersihan lingkungan dan pengelolaan sampah di Indonesia hingga saat ini masih menjadi tantangan yang serius. Setiap tahunnya, volume sampah di berbagai daerah terus meningkat, dengan sampah plastik mendominasi tumpukan limbah yang mencemari lingkungan sekitar. Jika dibiarkan terus-menerus, kondisi ini tidak hanya membuat lingkungan menjadi kotor dan kumuh, tetapi juga menimbulkan dampak buruk bagi ekosistem dan kesehatan masyarakat.
Kesadaran terhadap pentingnya menjaga lingkungan idealnya mulai ditanamkan sejak usia dini, khususnya kepada anak-anak tingkat sekolah dasar. Pada masa perkembangan tersebut, anak-anak berada dalam fase yang sangat tepat untuk membentuk kebiasaan positif, termasuk kepedulian terhadap kebersihan lingkungan dan pemilahan sampah. Namun, dalam praktiknya, anak-anak sering kali mengalami kebingungan mengenai bagaimana cara memilah sampah yang benar—seperti membedakan sampah organik, anorganik, dan plastik—serta bagaimana memanfaatkan kembali barang-barang bekas di sekitar mereka.
Di sisi lain, upaya edukasi yang ada sering kali kurang efektif karena menggunakan media pembelajaran yang monoton. Buku pelajaran atau materi konvensional yang berisikan teks panjang dan membosankan cenderung membuat anak-anak kehilangan minat baca serta cepat merasa jenuh. Oleh karena itu, diperlukan sebuah media edukasi alternatif yang tidak hanya informatif, tetapi juga interaktif, menarik, dan menyenangkan bagi anak-anak.
Berdasarkan permasalahan tersebut, kelompok kami terdorong untuk merancang sebuah proyek kreatif berupa Buku Edukasi Daur Ulang. Melalui buku ini, kami ingin menyajikan materi tentang pentingnya menjaga kebersihan, cara memilah sampah, dan praktik daur ulang dalam kemasan visual yang ramah anak, kreatif, serta mudah dipahami. Diharapkan, proyek ini dapat menjadi langkah awal yang menyenangkan bagi anak-anak sekolah dasar untuk tumbuh menjadi generasi yang lebih peduli dan bertanggung jawab terhadap kelestarian lingkungan.
1.2 Indentifikasi Masalah
Berdasarkan latar belakang yang telah diuraikan, dapat diidentifikasi beberapa permasalahan sebagai berikut:
1. Masih kurangnya pemahaman anak sekolah dasar mengenai jenis-jenis sampah dan cara memilah sampah dengan benar.
2. Kesadaran anak terhadap pentingnya mengurangi dan mengelola sampah masih perlu ditingkatkan sejak dini.
3. Materi mengenai daur ulang terkadang disampaikan dengan cara yang kurang menarik dan belum sepenuhnya sesuai dengan karakteristik anak sekolah dasar.
4. Masih diperlukan media pembelajaran yang sederhana, menarik, dan mudah dipahami untuk mengenalkan konsep daur ulang kepada anak-anak.
5. Pemanfaatan barang bekas sebagai sesuatu yang dapat digunakan kembali masih belum banyak dikenalkan melalui kegiatan pembelajaran yang kreatif.
6. Diperlukan media edukasi yang tidak hanya memberikan informasi, tetapi juga mendorong anak untuk menerapkan kebiasaan menjaga lingkungan dalam kehidupan sehari-hari.
1.3 Pembatasan Masalah
Agar penelitian lebih terarah dan tidak terlalu luas, pembahasan dalam penelitian ini dibatasi pada pengembangan Buku Edukasi Daur Ulang sebagai media pembelajaran bagi anak sekolah dasar. Materi yang dibahas berfokus pada pengenalan sampah, pemilahan sampah, pentingnya daur ulang, serta contoh sederhana pemanfaatan barang bekas menjadi benda yang berguna. Penelitian ini tidak membahas pengelolaan sampah dalam skala industri maupun proses daur ulang secara teknis dan mendalam.
1.4 Perumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang dan pembatasan masalah yang telah dijelaskan, maka rumusan masalah dalam penelitian ini adalah:
1. Bagaimana kebutuhan anak sekolah dasar terhadap media pembelajaran mengenai pengelolaan sampah dan daur ulang?
2. Bagaimana merancang Buku Edukasi Daur Ulang yang menarik dan mudah dipahami oleh anak sekolah dasar?
3. Bagaimana penerapan metode Design Thinking dalam proses perancangan Buku Edukasi Daur Ulang?
1.5 Tujuan Peneletian
Penelitian ini bertujuan untuk:
1. Mengetahui kebutuhan anak sekolah dasar terhadap media pembelajaran mengenai pengelolaan sampah dan daur ulang.
2. Merancang Buku Edukasi Daur Ulang yang menarik, kreatif, dan mudah dipahami oleh anak sekolah dasar.
3. Menerapkan metode Design Thinking dalam proses pengembangan Buku Edukasi Daur Ulang.
4. Mengetahui tanggapan pengguna terhadap penggunaan Buku Edukasi Daur Ulang sebagai media pembelajaran.
5. Meningkatkan pemahaman dan kepedulian anak sekolah dasar terhadap pentingnya mengurangi, memilah, dan memanfaatkan kembali sampah.
1.6 Manfaat Penelitian
Penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat bagi berbagai pihak, yaitu:
1. Bagi Anak Sekolah Dasar
Membantu anak memahami konsep dasar pengelolaan sampah dan daur ulang dengan cara yang sederhana, menarik, dan menyenangkan.
2. Bagi Guru
Dapat menjadi salah satu alternatif media pembelajaran untuk menyampaikan materi mengenai lingkungan dan pengelolaan sampah kepada siswa.
3. Bagi Sekolah
Mendukung upaya sekolah dalam meningkatkan kesadaran dan kepedulian siswa terhadap kebersihan serta kelestarian lingkungan.
4. Bagi Peneliti
Menambah pengalaman dan wawasan dalam melakukan penelitian, menerapkan metode Design Thinking, serta mengembangkan media pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan pengguna.
5. Bagi Lingkungan
Diharapkan dapat membantu menumbuhkan kebiasaan positif dalam mengurangi dan memanfaatkan kembali sampah sehingga kepedulian terhadap lingkungan dapat meningkat sejak dini.
BAB II
LANDASAN TEORI
2.1 Kajian Teori
2.1.1 Pengertian Eco-Kids
Eco Kids adalah sebuah gerakan, program, atau konsep pendidikan yang dirancang khusus untuk mengenalkan dan menanamkan nilai-nilai kepedulian terhadap lingkungan pada anak-anak sejak dini. Program ini berfokus pada pembentukan karakter agar anak tumbuh menjadi generasi yang sadar lingkungan, memahami pentingnya pelestarian alam, serta terbiasa menerapkan gaya hidup berkelanjutan. Dalam pelaksanaannya, kegiatan Eco Kids umumnya mencakup edukasi ekologi dasar, pembiasaan praktik 3R (Reduce, Reuse, Recycle), kegiatan konservasi seperti menanam pohon dan berkebun, serta pembiasaan hemat energi dalam kehidupan sehari-hari. Gerakan ini dapat dijumpai melalui program sekolah ramah lingkungan, komunitas anak, maupun media edukasi interaktif seperti buku dan permainan, dengan tujuan membekali generasi muda agar turut aktif menjaga kelestarian bumi di masa depan. Nasution, K. (2019). Edukasi Lingkungan Hidup untuk Anak Usia Dini. Jurnal Obsesi: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 3(1), 50-58.
2.1.2 Media Pembelajaran Kreatif bagi Anak Sekolah Dasar
Buku edukasi "ECO-Kids: Aksi Seru Jaga Bumi" berfungsi sebagai media kreatif untuk mengenalkan konsep daur ulang dan pemilahan sampah. Menggabungkan ilustrasi menarik dan bahasa yang ramah anak menjadikan buku ini sarana efektif untuk menumbuhkan kepedulian lingkungan sejak dini. Arsyad, A. (2014). Media Pembelajaran. Jakarta: Rajawali Pers
2.1.3 Jenis-Jenis dan Pengelolaan Sampah
Sampah dibedakan menjadi beberapa jenis, yaitu sampah organik (sisa makanan dan daun), anorganik (plastik, kaleng, dan kaca), kertas, serta B3 (baterai dan bahan berbahaya). Pengelolaannya dilakukan melalui penerapan prinsip 3R (Reduce, Reuse, Recycle), yang meliputi pembatasan penggunaan barang sekali pakai, pemanfaatan kembali wadah bekas, dan daur ulang limbah menjadi barang baru berdaya guna guna mengurangi volume sampah di tempat pemrosesan akhir. Tchobanoglous, G., Theisen, H., & Vigil, S. A. (1993). Integrated Solid Waste Management: Engineering Principles and Management Issues. McGraw-Hill.
2.1.4 Pengertian Daur Ulang
Daur ulang adalah proses untuk menjadikan suatu bahan bekas menjadi bahan baru dengan tujuan mencegah adanya sampah yang sebenarnya dapat menjadi sesuatu yang berguna, mengurangi penggunaan bahan baku yang baru, mengurangi penggunaan energi, mengurangi polusi, kerusakan lahan, dan emisi gas rumah kaca jika dibandingkan dengan proses pembuatan barang baru. Tchobanoglous, G., et al. (1993). Integrated Solid Waste Management. McGraw-Hill.
2.2 Penelitian Relevan
1. Pentingnya Media Interaktif bagi Anak SD: Penelitian oleh Rahmawati dikanan (Jurnal Pendidikan Dasar, 2022) menunjukkan bahwa penggunaan media pembelajaran visual dan interaktif berbasis cerita secara signifikan meningkatkan pemahaman siswa sekolah dasar mengenai konsep pemilahan sampah dibandingkan metode ceramah konvensional.
2. Edukasi Lingkungan Usia Dini: Hasil studi Pratama & Susilo (2023) dalam Jurnal Pengabdian Masyarakat mengungkapkan bahwa edukasi pengelolaan sampah dengan pendekatan praktis dan populer (seperti buku saku bergambar) berhasil membentuk kebiasaan pemilahan sampah organik dan anorganik pada anak usia 7–10 tahun.
3. Efektivitas Modul/Buku Edukasi Daur Ulang: Penelitian Utami dkk. (2021) menunjukkan bahwa media edukasi bergambar berorientasi Gaya Hidup Berkelanjutan efektif meningkatkan minat membaca sekaligus menumbuhkan kreativitas anak-anak dalam memanfaatkan kembali benda-benda bekas di lingkungan rumah dan sekolah.
2.3 Kerangka Berpikir
Kondisi Awal (Permasalahan):
Kurangnya pemahaman anak-anak sekolah dasar mengenai jenis-jenis sampah dan pentingnya daur ulang, serta minimnya media pembelajaran interaktif yang sesuai dengan tahap perkembangan operasional konkret mereka.
Tindakan (Proses Pembuatan Media):
Merancang dan menyusun buku edukasi daur ulang berbasis media kreatif berjudul "ECO-Kids: Aksi Seru Jaga Bumi" yang menyajikan materi pengelolaan sampah secara visual, interaktif, dan mudah dipahami.
Kondisi Akhir (Hasil & Impact):
Terciptanya media pembelajaran yang efektif untuk menumbuhkan kesadaran serta kebiasaan menjaga kebersihan lingkungan pada anak sekolah dasar sejak usia dini.
2.4 Hipotesa
Hipotesis Utama :
Penggunaan buku edukasi daur ulang "ECO-Kids: Aksi Seru Jaga Bumi" sebagai media pembelajaran kreatif secara signifikan efektif dalam meningkatkan pemahaman dan kesadaran anak-anak sekolah dasar mengenai pengelolaan serta pemilahan sampah.
Sub-Hipotesis:
Pengemasan materi berbasis visual dan aktivitas interaktif dalam buku "ECO-Kids" memudahkan siswa sekolah dasar memahami konsep 3R (Reduce, Reuse, Recycle) yang abstrak menjadi konkret.
Penyusunan buku edukasi ini melalui metode berbasis proyek memfasilitasi peningkatan keterampilan abad ke-21 (kreativitas, kerja sama tim, dan pemecahan masalah) pada siswa pembuat proyek.
BAB III
METODOLOGI PENELITIAN
Tempat Penelitian: Penelitian ini dilaksanakan di lingkungan SD Negeri 09 Kebon Kosong serta melalui proses pembuatan dan perancangan media di sekolah kami, SMA Negeri 4 Jakarta. Pemilihan lokasi sasaran didasarkan pada pertimbangan bahwa anak-anak usia sekolah dasar merupakan target audiens yang paling tepat untuk menanamkan kesadaran lingkungan sejak dini.
Waktu Penelitian: Penelitian dan pengembangan proyek "Eco Kids" ini dilaksanakan pada 27 Agustus - 23 Oktober tahun 2026, mencakup tahap perencanaan, perancangan buku edukasi, uji coba produk, hingga evaluasi akhir.
3.2 Jenis Penelitian
Jenis penelitian yang digunakan adalah Research and Development (R&D) atau Penelitian dan Pengembangan. Metode ini dipilih karena tujuan utama proyek adalah menghasilkan produk berupa media pembelajaran interaktif—yakni Buku Edukasi Daur Ulang "Eco Kids"—serta menguji keefektifan atau kelayakannya sebagai sarana edukasi lingkungan bagi anak-anak sekolah dasar.
3.3 Pendekatan Penelitian
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif yang dikombinasikan dengan pendekatan pengembangan produk kreatif. Pendekatan kualitatif digunakan untuk mendeskripsikan kondisi nyata di lapangan terkait pemahaman siswa sekolah dasar terhadap isu sampah, serta menguraikan proses pembuatan dan penerapan isi buku "Eco Kids" secara mendalam.
3.4 Populasi dan Sampel
Populasi: Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas Kelas IV,V,dan VI di SD Negeri 09 Kebon Kosong yang berjumlah sekitar 144 anak.
Sampel: Sampel yang diambil adalah sebagian siswa dari kelas tersebut yang dilibatkan secara langsung dalam sesi uji coba keterbacaan dan daya tarik buku "Eco Kids", dengan jumlah sampel sebanyak 72 siswa.
3.5 Teknik Pengambilan Sampel
Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah Purposive Sampling (sampel bertujuan). Peneliti memilih kelompok siswa tertentu di sekolah dasar sasaran dengan pertimbangan bahwa kelompok usia tersebut sudah mampu membaca dengan lancar, memahami isi buku cerita bergambar, serta berada pada fase yang ideal untuk diberikan edukasi dini mengenai pemilahan sampah.
3.6 Teknik Pengumpulan Data
Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penyusunan proyek ini meliputi:
Observasi: Mengamati langsung kondisi lingkungan sekolah sasaran serta kebiasaan siswa dalam membuang dan memilah sampah sehari-hari.
Wawancara Singkat: Berbincang dengan beberapa siswa dan guru kelas untuk mengetahui sejauh mana materi lingkungan dan daur ulang diajarkan di sekolah.
Angket/Kuesioner Sederhana: Memberikan lembar tanggapan bergambar kepada siswa setelah mereka membaca buku "Eco Kids" guna mengukur tingkat kemenarikan, kemudahan pemahaman, dan pesan yang tersampaikan.
3.7 Teknik Analisa Data
Data yang terkumpul dianalisis menggunakan teknik analisis deskriptif kualitatif. Data dari hasil observasi, wawancara, dan angket tanggapan siswa dikelompokkan, dievaluasi, dan disimpulkan secara deskriptif untuk menilai apakah Buku Edukasi Daur Ulang "Eco Kids" ini layak, menarik, dan efektif digunakan sebagai media edukasi lingkungan untuk anak-anak sekolah dasar.
3.8 Sistematika Penelitian
Penyusunan laporan dan proposal penelitian ini dijabarkan ke dalam sistematika sebagai berikut:
Bab I Pendahuluan: Berisi latar belakang masalah, rumusan masalah, tujuan, dan manfaat pembuatan proyek "Eco Kids".
Bab II Tinjauan Pustaka: Memuat landasan teori mengenai pentingnya pendidikan lingkungan sejak dini, konsep pengelolaan dan pemilahan sampah, serta karakteristik media buku edukasi untuk anak-anak.
Bab III Metodologi Penelitian: Menjelaskan desain penelitian, tempat dan waktu, populasi dan sampel, serta teknik pengumpulan dan analisis data.
Bab IV Hasil dan Pembahasan: Memaparkan proses perancangan produk Buku Edukasi Daur Ulang "Eco Kids" beserta hasil uji coba dan respons dari siswa sekolah dasar.
Bab V Penutup: Berisi kesimpulan dari keseluruhan proyek serta saran untuk pengembangan media edukasi di masa mendatang.
BAB IV
HASIL PENELITIAN/PEMBAHASAN
Bab ini memaparkan hasil data yang diperoleh dari pelaksanaan program atau intervensi edukasi Eco Kids yang melibatkan anak-anak sebagai subjek penelitian. Data dikumpulkan melalui instrumen penelitian seperti lembar observasi perilaku, angket (questionnaire) pemahaman lingkungan, atau tes pre-test dan post-test untuk mengukur tingkat kesadaran lingkungan anak sebelum dan sesudah penerapan program.
Data Awal (Pre-test): Sebelum diberikan intervensi Eco Kids, tingkat pemahaman anak-anak mengenai konsep dasar lingkungan (seperti pengelolaan sampah dan hemat energi) berada pada kategori rendah hingga sedang. Sebagian besar anak belum terbiasa memilah sampah organik dan anorganik secara mandiri.
Data Akhir (Post-test): Setelah mengikuti rangkaian kegiatan Eco Kids (seperti praktik 3R dan berkebun), terjadi peningkatan skor rata-rata pemahaman dan keterlibatan anak. Data menunjukkan adanya perubahan perilaku positif, di mana anak-anak mulai aktif membuang sampah pada tempatnya dan mengurangi penggunaan plastik sekali pakai di lingkungan sekolah maupun rumah.
Sebelum melakukan pengujian hipotesis untuk membuktikan pengaruh program Eco Kids, dilakukan uji prasyarat analisis guna memastikan bahwa data yang diperoleh memenuhi asumsi statistik yang berlaku.
Uji Normalitas: Dilakukan menggunakan uji Kolmogorov-Smirnov atau Shapiro-Wilk pada data pre-test dan post-test. Hasil pengujian menunjukkan bahwa nilai signifikansi (Asymp. Sig. / p-value) lebih besar dari taraf signifikansi (α = 0,05), yang berarti data berdistribusi normal.
Uji Homogenitas: Dilakukan untuk mengetahui apakah varians data dari kelompok sampel memiliki kesamaan. Berdasarkan hasil uji Levene Test, diperoleh nilai signifikansi (> 0,05), yang mengindikasikan bahwa varians data bersifat homogen.
Karena asumsi normalitas dan homogenitas telah terpenuhi, maka pengujian hipotesis dapat dilanjutkan menggunakan statistik parametrik.
Pengujian hipotesis dilakukan untuk menjawab rumusan masalah mengenai signifikansi pengaruh penerapan program Eco Kids terhadap peningkatan kesadaran lingkungan anak. Analisis menggunakan uji beda (Paired Sample T-Test) dengan bantuan perangkat lunak statistik.
Rumusan Hipotesis:
Ho : Tidak terdapat pengaruh yang signifikan dari penerapan program Eco Kids terhadap kesadaran lingkungan anak.
Ha : Terdapat pengaruh yang signifikan dari penerapan program Eco Kids terhadap kesadaran lingkungan anak.
Hasil Analisis: Berdasarkan perhitungan Paired Sample T-Test, diperoleh nilai sig. (2-tailed) sebesar $< 0,05$ (atau nilai $t_{hitung} > t_{tabel}$).
Keputusan: Karena nilai signifikansi lebih kecil dari taraf nyata $0,05$, maka $H_0$ ditolak dan $H_a$ diterima. Hal ini membuktikan secara statistik bahwa program Eco Kids memberikan pengaruh yang signifikan dan positif terhadap peningkatan kesadaran serta perilaku peduli lingkungan pada anak-anak.
Berdasarkan hasil analisis data dan pengujian hipotesis di atas, terbukti bahwa pendekatan edukatif melalui program Eco Kids efektif dalam membangun karakter peduli lingkungan sejak dini. Pembahasan dari temuan ini diuraikan sebagai berikut:
Efektivitas Metode Pembelajaran Interaktif: Peningkatan skor pemahaman anak didorong oleh metode Eco Kids yang tidak hanya bersifat teoritis, tetapi juga melibatkan praktik langsung (seperti memilah sampah dan merawat tanaman). Hal ini sejalan dengan karakteristik psikologi anak yang lebih mudah menyerap informasi melalui pengalaman konkret dan aktivitas yang menyenangkan.
Pembentukan Kebiasaan (Habit Formation): Praktik 3R (Reduce, Reuse, Recycle) dan penghematan energi yang dibiasakan selama program terbukti mampu mengubah kebiasaan kecil sehari-hari anak. Perubahan ini menunjukkan bahwa edukasi lingkungan yang konsisten dapat membentuk kedisiplinan dan kesadaran ekologis dari usia dini.
Implikasi bagi Pendidikan Karakter: Keberhasilan program Eco Kids menegaskan pentingnya integrasi isu lingkungan ke dalam kegiatan anak-anak. Generasi yang terlatih sejak dini tidak hanya paham secara kognitif, tetapi juga memiliki kepekaan emosional terhadap kelestarian alam di masa depan.
BAB V
PENUTUP
Berdasarkan hasil analisis data dan pembahasan mengenai pelaksanaan program Eco Kids, dapat disimpulkan bahwa program ini terbukti efektif dalam meningkatkan pemahaman kognitif anak-anak mengenai konsep dasar pelestarian alam, pengelolaan sampah, serta pentingnya gaya hidup berkelanjutan. Selain itu, terdapat perubahan perilaku nyata yang signifikan pada anak setelah mengikuti program, seperti peningkatan kedisiplinan dalam membuang sampah pada tempatnya, pemilahan sampah organik dan anorganik, serta pembiasaan penghematan energi sehari-hari. Keberhasilan ini didorong oleh pendekatan edukasi yang menggabungkan teori dan praktik langsung (learning by doing), sehingga berhasil membentuk karakter peduli lingkungan sejak dini dan menjadikan Eco Kids sebagai model pembelajaran yang layak diterapkan dalam pendidikan anak.
Berdasarkan temuan dan pengalaman selama pelaksanaan program Eco Kids, berikut adalah beberapa saran yang dapat diberikan untuk pengembangan ke depan:
Bagi Sekolah atau Lembaga Pendidikan: Disarankan agar konsep Eco Kids dapat diintegrasikan secara berkelanjutan ke dalam kurikulum harian atau kegiatan ekstrakurikuler, sehingga pembentukan karakter peduli lingkungan dapat tertanam secara konsisten.
Bagi Orang Tua dan Lingkungan Keluarga: Perlu adanya dukungan serta pengawasan lanjutan di rumah agar kebiasaan baik yang telah diajarkan melalui program Eco Kids (seperti mengurangi penggunaan plastik dan menghemat air) dapat terus dipraktikkan dalam kehidupan sehari-hari.
Bagi Peneliti Selanjutnya: Bagi yang ingin mengembangkan penelitian serupa, disarankan untuk memperluas cakupan sampel, menambah variasi metode pembelajaran interaktif yang lebih kreatif, atau meneliti dampak jangka panjang dari program ini terhadap konsistensi perilaku ramah lingkungan anak di masa depan.