Kontrasepsi darurat adalah metode untuk mencegah kehamilan setelah hubungan seksual tanpa pengaman. Metode ini dapat mengurangi risiko kehamilan yang tidak diinginkan hingga 50%. Namun, masih banyak tenaga medis dan masyarakat umum yang belum mengetahuinya.
Dosis: Kontrasepsi darurat Levonorgestrel dapat diminum dengan dosis 1,5 ml sekali dalam 0-72 jam setelah hubungan seksual, atau sebagai alternatif, 0,75 mg dua kali (dengan jarak 12 jam).
Mekanisme kerja: Kontrasepsi darurat umumnya mencegah kehamilan dengan menghambat ovulasi, tergantung pada jenis dan waktu pemberiannya dalam siklus menstruasi, alih-alih dengan menghambat implantasi.
Jenis-jenis kontrasepsi darurat
- UPA: Pil dengan ulipristal asetat
- LNG: Pil dengan levonorgestrel
- Kombinasi oral: Pil yang mengandung estrogen dan progestin
- IUD Tembaga: Alat kontrasepsi dalam rahim tembaga
Efektivitas kontrasepsi darurat
- Risiko kehamilan untuk pil darurat UPA adalah 1,2%, sedangkan untuk pil LNG adalah 1,2-2,1%. Pil kontrasepsi darurat ini dapat diminum segera, maksimal 5 hari, dan UPA paling efektif pada hari ke-3-5.
- IUD tembaga sangat efektif >99% dalam mencegah kehamilan. IUD tembaga ini dapat digunakan sebagai kontrasepsi darurat maupun jangka panjang.
Kontraindikasi kontrasepsi darurat: Kontrasepsi darurat masih aman, tanpa kontraindikasi absolut selain kehamilan. WHO juga menyatakan bahwa kontrasepsi darurat sangat aman untuk ibu menyusui, kecuali terdapat alergi terhadap salah satu komponennya.
Indikasi: Penggunaan kontrasepsi darurat ini sebaiknya dipertimbangkan bagi wanita yang berkunjung dalam waktu lima hari setelah hubungan seksual tanpa pengaman atau dengan perlindungan yang tidak memadai. Kontrasepsi darurat harus diberikan terlepas dari siklus paparan jika diduga terjadi kehamilan. Kontrasepsi ini tidak direkomendasikan sebagai kontrasepsi rutin, tetapi aman untuk penggunaan berulang.
Efek Samping: Dapat menyebabkan mual, muntah, perdarahan ringan, dan kelelahan. Jika muntah berlanjut dalam 2 jam, ulangi dosis. LNG dan UPA menyebabkan mual yang lebih sedikit dibandingkan pil kombinasi. Keduanya tidak berdampak negatif pada kesuburan di masa mendatang, sehingga tidak ada masa pemulihan kesuburan setelah penggunaan.
Keuntungan kontrasepsi darurat: Tidak menyebabkan keguguran, dapat mencegah kehamilan yang tidak diinginkan, dapat mengurangi risiko keguguran, tidak menyebabkan cacat lahir (jika ibu mengetahui kehamilannya), sangat efektif, bekerja cepat, mudah, dan relatif murah.
Kerugian kontrasepsi darurat: Tidak dapat digunakan secara permanen, tidak efektif setelah 72 jam.