Budidaya ini (LAT) kami rintis bertujuan untuk meningkatkan ekonomi warga sekitar kami sebagai penunjang ekonomi keluarga, akibat terkena dampak virus covid 19.
Selain itu juga kami memberdayakan lahan kosong yang ada di wilayah kami( Warga)dan juga kami berusaha mengali potensi warga kami sesuai dengan kemampuan di bidang masing masing.. Budidaya lobster air tawar ini / LAT kami mulai buat diawal bulan Januari 2021 jadi masih benar benar baru kami mulai merintis. Untuk kepemilikan budidaya ini kami pakai RW 03 Giwangan sebagai branding budidaya ini..
Sedangkan untuk pemeliharaan dan perawatan kolam kami serahkan kepada pemuda dibantu oleh team kami. Untuk penggandaan bibit lobster kami beli dari rekan kami yang juga melakukan Budidaya di tempat lain. Untuk aktivitas setiap hari kami bagi tugas masing masing 2 orang pemuda untuk memberi makan dan memastikan apakah kondisi kolam aman dari hama kotoran atau penyebab lain dan kami selalu berkoordinasi dengan team kami setiap saat jika ada kendala atau masalah di tempat kami ( Kolam.budidaya)
Untuk saat ini kami berusaha mempersiapkan membuat media untuk pengadaan bahan makanan dari limbah jamur yang ada di RW lain. Untuk market kami saat ini ke warga sekitar karena ada warga kami yang punya usah di bidang kuliner. Selain kewarga sekitar kami juga menjual kemedia on line. Kedepannya pangsa pasar kami pasar Giwangan .PASTY. Pasar Ikan Hiegenis Giwangan Team kami juga siap memberikan pelatihan budidaya,pengadaan bibit dan indukan.setting kolam dan juga perawatan .
Demikian dari kami untuk lebih jelasnya apa itu budidaya lobster air tawar/ LAT bisa menghubungi contak kami.
0898 1147 999
Atas kerjasamanya terimakasih.
Halo sobat online! Yang kemarin belum sempat berkunjung di pameran kita, nah jangan sedih kita mau update Ikan yang di pamerkan di Pameran Ikan Hias RW 01 RK Giwangan nih. Ilham Zulfa Pradipta (Giwangan) Peacock Bass Monocolus Ikan peacock bass monocolus merupakan ikan predator asli perairan sungai Amazon, Amerika Selatan. Ikan ini mempunyai corak hitam pada badannya dan berwarna kuning cerah. Ikan ini bisa tumbuh hingga 80cm jika berada pada alamnya. Peacock bass Monocolus jantan (dewasa) ditandai dengan jenong dikepala, sedangkan betina ditandai dgn perut yang cenderung membuncit. Di Indonesia sendiri, harga ikan predator ini tergolong cukup mahal dan banyak peminatnya. Untuk satu ekor ikan peacockbass monocolus ukuran 38-45 cm dapat di bandrol dari harga 1,5 - 3,5 juta tergantung kualitas corak dan warnanya. #giwangan #jogja #jogjakarta #yogyakarta #jogjaku #eventjogja #pameranikanhias #ikanhiasjogja #ikanhiasgiwangan #ikanhias #peacockbass #ikanpeacockbass
[UMKM Jamur Tiram Giwangan] Halo sobat Jogja! Siapa disini yang doyan ngemil?! Di kelurahan Giwangan tepatnya di RW 1 terdapat UMKM Jamur Tiram,loh! Usaha jamur tiram ini sudah memiliki banyak konsumen, mulai dari pedagang kaki lima, kantin-kantin di sekolah dan beberapa pedagang pasar. Selain itu, UMKM ini mempunyai banyak variasi yang diolah juga dari bahan jamur tiram. Seperti, Jamur Crispy,Sate Jamur, Kopi Jamur dan Bubur Jamur. Eitss.. tentunya olahan jamur tiram ini dijual dengan harga yang terjangkau! Sangat pas untuk para sobat Jogja yang doyan ngemil dan pastinya menghemat kantong😍😍 Ingin tau info menarik lainnya seputar Kelurahan Giwangan? Terus ikuti perkembangan kami ya, sobat!☺️ FB: Kelurahan Giwangan #giwangan #jogja #jogjakarta #yogyakarta #infojogja #explorejogja #umkm #jamur #jamurtiram
BUBUR JAMUR
(Menu Andalan Rumah Jamur Giwangan)
Berawal dari budidaya jamur tiram sebagai salah satu alternatif untuk meningkatkan ekonomi keluarga, Sudaryanto berhasil menjadikan “Bubur Jamur” sebagai salah satu menu favorit untuk menjamu para tamu yang berkunjung di Kelurahan Giwangan. Bersama anggota kelompok petani jamur yang tergabung dalam Koperasi Jamur Merekah Yogyakarta terus dilakukan berbagai usaha untuk mengembangkan budidaya jamur tiram. Budi daya jamur tiram di Giwangan dimulai dari tahun 2014 sampai sekarang. Tidaklah mulus perjuangan untuk melanggengkan budidaya jamur. Untung dan rugi adalah hal biasa dalam setiap usaha. Jika bibit tidak bagus, ataupun serangan hama maka kerugian dirasakan. Namun berbekal tekad yang kuat, alhamdulillah usaha ini masih dapat eksis sampai sekarang.
Prospek pasar jamur di Kota Yogyakarta sebenarnya masih bagus. Jamur basah yang ada di pasar Kotagede, Giwangan, dan pasar tradisional lain sebagian masih didatangkan dari luar daerah seperti Klaten dan Wonosobo. Namun, karena terbatasnya lahan di perkotaan panen jamur di Giwangan ini hanya bisa melayani beberapa konsumen. Hal ini memunculkan ide bagi Sudaryanto untuk mencari terobosan guna meningkatkan pendapatan dan nilai jual. Salah satunya dengan mengembangkan olahan dari jamur tiram menjadi beberapa produk kuliner seperti nugget, empek-empek, crispy dan bubur yang berbahan utama dari jamur tiram.
Pada tahun 2018 berkat informasi dari PPL Umbulharjo, kelompok jamur Giwangan mendapat kesempatan untuk mengikuti pameran di Balai Kota yang diselenggarakan oleh Dinas Pertanian Kota Yogyakarta. Dari situlah masyarakat mengetahui bahwa di Giwangan ada Kelompok Petani Jamur dan beberapa hasil olahan yang dihasilkan dari jamur tiram yang biasa dipamerkan. Salah satunya yaitu bubur jamur. Bubur jamur tiram ini sebagian disukai oleh konsumen dari kalangan “Lansia”. Sekilas tampak seperti bubur kacang hijau, tetapi komposisi penyusunnya lebih komplit: jamur tiram, jagung manis, daun kelor, kolang kaling, santan kelapa dan gula. Rasa manis yang pas tidak terlalu legit menyebabkan bubur ini tidak “nek” ketika disantap.
Alhamdulillah tahun 2019 pada event Gebyar Potensi Pertanian Kota Yogyakarta Bapak Heroe Purwadi (Wakil Wali Kota Yogyakarta) berkenan singgah di stand Jamur Giwangan dan mencicipi bubur jamur. Berawal dari situ bubur jamur menjadi salah satu pilihan menu yang disajikan untuk tamu-tamu yang berkunjung di Kelurahan Giwangan. Diantaranya kunjungan Kapolresta Yogyakarta dan kunjungan dari Panglima TNI dan Kapolri beberapa waktu lalu.
Rencana ke depan budidaya jamur tiram ini tidak hanya sebagai usaha untuk menopang ekonomi keluarga tetapi dikembangkan kearah edukasi, penelitian bahkan ke arah kunjungan pariwisata untuk mengangkat kelurahan Giwangan. Beberapa mahasiswa kampus yang pernah berkunjung dan mengadakan penelitian antara lain dari kampus Universitas Brawijaya, POLBANGTAN, dan UST Yogyakarta. Semoga ke depan “Rumah Jamur Giwangan” dapat berkontribusi untuk mengangkat Giwangan menjadi “Kampung Destinasi dan Wisata di wilayah Yogya bagian selatan.