Hai Warga Kaisar, Selamat datang di website resmi Kaisar FIB-UH.
Bangun Bina Bakti Arkeologi Jaya!!!
Video yang telah di upload di akun Youtube milik Kaisar maupun yang tersimpan di arsip Kaisar.
Kumpulan tulisan-tulisan dari para warga Kaisar dengan berbagai tema yang beragam. Kamu juga bisa masukkan tulisan loh!
Kamu bisa download koleksi di perpustakaan digital milik Kaisar dan bantu kamu mencari letak buku di perpustakaan offline.
Kumpulan foto-foto keseruan kami diberbagai kegiatan yang didokumentasikan oleh Kepanitiaan ataupun kementrian terkait.
Asas Kaisar
KAISAR FIB-UH berasaskan profesionalisme dan kekeluargaan.
Tujuan Kaisar
Mewujudkan Tridarma Perguruan Tinggi, yaitu pendidikan, penelitian dan pengabdian pada masyarakat.
Sejarah Terbentuknya Kaisar
Sebelum Kaisar terbentuk, Pada tahun 1995 Mahasiswa Arkeologi dan mahasiswa Sejarah membentuk suatu Himpunan yang diberi nama Himpunan Mahasiswa Arkeologi dan Sejarah (HIMSA) di dalam HIMSA ada 2 perkumpulan yaitu Ikatam Mahasiswa Arkeologi (IMA) dan Kesatuan Mahasiswa Sejarah (KSS), pada tahun 1997 IMA diubah menjadi Keluarga Mahasiswa Arkeologi (KMA) dan masih bagian dari HIMSA, Pada tahun 1998 dengan berpisahnya jurusan arkelogi dari jurusan ilmu sejarah maka dibentuklah Himpunan Keluarga Mahasiswa Arkeologi (KMA). KMA hanya bertahan selama dua tahun hingga pada tanggal 09 September 2000 maka resmilah Keluarga Mahasiswa Arkeologi (KAISAR) terbentuk.
Sejak awal didirikannya, Keluarga Mahasiswa Arkeologi (KAISAR) telah menganut asas Kekeluargaan. Penggunaan Asas ini disebabkan oleh latar belakang keilmuan yaitu arkeologi yang menekankan kerjasama dalam berbagai bentuk aplikasi keilmuannya. Juga selain itu diharapkan anggota-anggota yang bergabung di dalam Keluarga Mahasiswa Arkeologi (KAISAR) dapat melihat satu-sama lain sebagai satu keluarga. Seiring berjalannya Keluarga Mahasiswa Arkeologi (KAISAR) terjadi beberapa hambatan yang menyebabkan penambahan asas. Penambahan asas profesionalisme dari sebelumnya hanya kekeluargaan dilakukan pada Musyawarah Besar IV dan diterapkan pertama kali pada kepengurusan saudara Hadyanto (periode 2003-2004). Kedua asas tersebut diharapkan berjalan bersinergis. Asas profesionalisme digunakan untuk mengembangkan tanggungjawab/amanah. Sedangkan, kekeluargaan dipakai dalam keseharian dan penjatuhan sanksi lembaga.